Tuhan, Tahirkan Aku

0
140 views
Ilustrasi: RS Kusta Alverno di Singkawang yang sudah berumur 100 tahun dan dikelola oleh para suster Kongregasi SFIC. (Dok. SFIC)

DI Rumah Sakit Lepra St. Damian Lewoleba, saya pernah bercerita dengan seorang penderita lepra yang sudah sembuh. Keadaan fisiknya sesudah sembuh juga sangat memprihatinkan. Lebih dari itu, dia juga ditolak oleh keluarganya, tidak lagi diterima dalam keluarga. Tapi dia boleh merasa bahagia, karena di dalam komunitas penderita, mereka saling menerima satu sama lain, dihargai dan dicintai.

Injil Lukas 5:12-16 berbicara tentang seorang kusta yang minta Yesus mentahirkan dia: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Dapat dimengerti kerinduan penderita kusta ini.

Mengapa tidak? Karena di kalangan orang Yahudi, penderita kusta dianggap najis, harus tinggal di luar komunitas keluarga dan kampung, dan selalu berseru: najis jika berjumpa dengan orang lain.

Kita juga bisa jadi adalah “penderita kusta.” Kita butuh sentuhan dan jamahan kasih Tuhan Yesus.

Maka baiklah kita minta: “Tuhan Yesus, tahirkan saya yang “kusta” ini.” Agar dengan demikian kita boleh bergabung kembali dalam komunitas keluarga dan masyarakat, supaya boleh menjadi pewarta kabar sukacita kepada sesama.

Doaku: Tuhan, buatlah aku tahir dari segala dosa dan kelemahanku. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here