Umat Keuskupan Maumere Berziarah di Sanctuarium Wisung Fatima Lela

0
2,480 views

Keheningan adalah suatu kesepian yang mencekam, bagi seorang yang mencari diri sendiri. Keheningan adalah suatu ketakutan, bagi seorang yang hatinya jauh dari Allah. Keheningan adalah suatu taman Firdaus, bagi jiwa yang rindu akan Allah

Gaung Keilahian

Ratusan umat katolik Keuskupan Maumere mengadakan ziarah dan perayaan ekaristi di Sanctuarium Wisung Fatima Lela-Maumere-Flores-NTT, Selasa (13/10). Ziarah ini dilakukan rutin sekali setahun oleh umat Keuskupan Maumere. Seluruh umat dari setiap paroki hadir dan memadati tempat ziarah. Kurang lebih ada 600 orang yang hadir.

Perayaan ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD (Uskup Maumere). Para imam konselebran yang hadir dalam perayaan ekaristi kurang lebih 40 orang. Selain umat yang hadir, juga hadir para calon imam Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, baiarawan/biarawati yang ada di wilayah Keuskupan Maumere. Sebelum perayaan ekaristi, umat berdoa rosario bersama di Gereja St. Maria Immaculata Lela, baru melakukan arak-arakan menuju lokasi ziarah.

Dengan khusyuk, para peziarah ini melantunkan doa Salam Maria berulang-ulang “Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah Engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus…” demi menghormati Bunda Maria.

Seusai rosario, perayaan ekaristi yang dimeriahkan oleh paduan suara mahasiswa/mahasiwi UNIPA Maumere (Universitas Nusa Nipa) dimulai. Pater Goris Nule, SVD dalam kotbahnya mengajak seluruh peziarah mengikuti teladan Bunda Maria yang terbuka, rendah hati dan menjadi manusia pecinta. Melalui teladan Bunda Maria ini kita diajak pula untuk tidak henti berdoa rosario.

“Kita berdoa bagi para pendosa, bagi negara komunis, berdoa bagi para imam dan biarawan/biarawati, dan berdoa mohon keselamatan kekal bagi jiwa-jiwa yang ada di api penyucian,’ujar Pater Goris.

Sebelum berkat penutup, Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira,SVD (Uskup Maumere) mengajak para peziarah untuk tidak berhenti berdoa Rosario. “Doa yang kita rayakan bukan suatu acara seremoni belaka melainkan doa yang lahir dari kedalaman hati yang mendalam. Maria adalah fajar cemerlang yang melahirkan matahari sejati. Layaklah kita mencintai Kemah Sabda, Tabut Roh Kudus.”ujar Monsinyur.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here