Usai Terima Sakramen Imamat, Misa Syukur Romo Novan CM di Paroki Langsep Malang

0
447 views
Bapak dan Ibu Markus mengapit para imam Cm yang baru saja menerima Sakramen Imamat mereka akhir Agustus 2018 lalu. (Laurensius Suryono/Paroki Katedral Malang)

“SELAMA hidup sudah berapa banyak peraturan yang dilanggar?” Juga, “sehari ini, sudah berapa peraturan yang dilanggar?”

Dua buah pertanyaan itu disampaikan oleh Romo Novan CM kepada umat yang hadir dalam misa syukurnya. Beberapa orang menjawab dengan mengatakan, “Banyak sekali dan tak terhitung.”

Selanjutnya Romo Novan menyampaikan dalam homilinya, bahwa Yesus Kristus mengajak kita semua untuk melihat peraturan dengan hati kita sekaligus menyertakan kasih Allah. Ketika ada yang sakit, Yesus menyembuhkan walaupun itu pada hari Sabat, Yesus Kristus melihat orang yang sakit bukan harinya. Kasih harus di atas peraturan. Peraturan harus dijiwai dengan kasih.

Doa Syukur Agung oleh para imam CM yang baru saja menerima Sakramen Imamat.
Romo Ignasius Novan Agestyo CM.

Mari kita melakukan peraturan dengan kasih. Mari kita melakukan segala sesuatu dengan hati. Kita diajak menjadi ragi yang baru, ikut bertanggungjawab atas apa yang terjadi, tidak bersikap sombong melainkan rendah hati.

Bagaimana dengan peraturan-peraturan dalam Gereja, masyarakat, lingkungan, sudahkah memuaskan orang-orang yang terlibat di dalamnya? Sekali lagi, kasih harus ada di dalam peraturan.

Misa perdana Romo Ignatius Novan Agestyo CM juga dihadiri para neomis (imam tahbisan baru) Congregatio Missionis (CM) yakni  Romo Sandy CM, Romo Leo CM, dan Romo Fredi CM. Mereka baru saja menerima Sakramen Imamat dalam Misa Tahbisan Imam pada hari Senin 27 Agustus 2018 di Gereja Katedral Surabaya.

Pesta umat Lingkungan

Nampaknya misa syukur pada Senin 10 September 2018 sore hari terjadi di depan rumah Bapak Markus Meseno, orangtua Romo Novan CM.

Umat Lingkungan Cicilia beserta tamu undangan.

Acara itu menjadi milik umat Lingkungan Santa Sisilia Paroki Santo Vincentius a Paulo ‘Langsep’ Malang, ketika seluruh umat lingkungan mangayu bagyo dan hadir  tumplek bleg sebagai anggota koor yang memeriahkan misa syukur, petugas liturgi maupun sebagai panitia yang sibuk mempersiapkan dan melaksanakan acara penuh syukur ini. Termasuk mengubah pekarangan kosong tidak terawat menjadi tempat yang layak untuk mempersembahkan Misa Syukur di tengah-tengah rumah penduduk yang teramat padat di Kelurahan Tanjungrejo Kota Malang.

Gelak tawa berulang terjadi, dimulai dari tampilnya Ketua Panitia Bapak Fabianus yang dipersilakan untuk menyampaikan sambutan oleh penata acara mengingat bahasa pengantarnya bahasa Jawa, padahal  Bapak Fabianus orang Flores, “Ngerti ora? Iki dimanggakake.

Bapak Agustinus Supoyo Ketua Lingkungan Santa Sisilia malah ndagel (melucu dan membanyol), ketika diminta untuk menyampaikan sambutan. Bukannya langsung menuju podium yang hanya berjarak 5 meter dari tempat duduknya, ia malahan mengitari tempat duduk umat yang hadir sambil joged dengan iringan musik Jawa.

Beliau menyampaikan “kebanggaannya” dapat mempersembahkan putera terbaiknya menjadi imam CM.

Aneka hiburan Tari Gandrung Banyuwangi.

Tari Gandrung Banyuwangi, Goyang Maju Mundur dan beberapa tari lain menjadi penghibur tamu yang hadir baik dari warga Lingkungan Santa Sisilia, para frater CM juga beberapa Suster Putri Kasih dan Suster ALMA serta beberapa Pengurus DPP Vincentius a Paulo Malang.

Pastor Paroki Romo C. Katijanarso CM dalam sambutan menyampaikan bahwa usia Paroki Vincentius a Paulo sudah 46 tahun, tetapi baru bisa mempersembahkan dua putera paroki untuk menjadi imam. Dan sekarang ini pun, kata dia, baru bisa  terjadi setelah 23 tahun yang lalu, seraya menambahi “sabar menanti panggilan baru dari Paroki Langsep.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here