Usia 49 Tahun Baru Mulai Jadi Calon Romo

3
4,882 views

Berapa usia rata-rata calon Romo setelah lulus dari Seminari Menengah? Biasanya, sekitar 19 – 21 tahun. Seminari Menengah adalah sekolah khusus calon romo setingkat SMU. Pada umumnya, di Indonesia para calon imam terbilang masih relatif muda. Setelah lulus dari Seminari Menengah, mereka mulai dengan tahap awal pendidikan sebagai calon Romo di Ordo/Konggregasi atau Keuskupan tertentu. Yang mau menjadi Romo Praja / Diosesan, biasanya mulai dengan tahun rohani. Yang mau menjadi Romo Ordo / Konggregasi, misalnya MSF, OFM, SVD, SJ, OMI, OSC, dsb biasanya diawali dengan postulat dan atau novisiat, sebuah tahap awal pendidikan rohani. Ada juga yang langsung kuliah filsafat sebelum tahun rohani, misalnya CM di Malang.

Yang masuk dari luar Seminari biasanya sudah kuliah atau bekerja. Rata-rata di atas 20 tahun. Ada yang sudah mendekati usia 30, namun amat jarang yang sudah mendekati usia 40 tahun. Ada yang masuk ke KPA (Kursus Persiapan Atas) di Seminari Menengah dulu sebelum melamar ke keuskupan/ordo/konggregasi, namun ada yang langsung menghubungi promotor panggilan dari masing-masing ordo/konggregasi. Promotor panggilan itu biasanya menyelenggarakan program khusus sebagai persiapan bagi mereka untuk melamar masuk ke ordo/konggregasi.

 

Masuk di Usia 49 Tahun

Baru-baru ini, ada calon imam Yesuit, yang baru masuk novisiat pada usia yang terbilang “senja”. Carlos Aubain, berumur 49 tahun ketika mulai pendidikan rohani di Novisiat Yesuit di California, Amerika Serikat. Carlos, kelahiran Argentina sudah tinggal di California Utara sejak 12 tahun. Sebelum masuk SJ, ia mendirikan lembaga hukum dan selama 22 tahun berkecimpung dalam dunia hukum dan hak-hak para pekerja.  Sebagaimana dilaporkan oleh www.jesuitcalifornia.org, pada tahun 2010, ia kembali mempertimbangkan panggilannya, dan mulai menapaki panggilannya di Novisiat Yesuit “Ignatius House”, Culver City,  California pada tanggal 28 Agustus 2011 ini. “Saingan” terdekatnya berusia 43 dan 39.

 

Pada umumnya tahapan pendidikan imam Yesuit adalah 2 tahun Novisiat, 4 tahun Filsafat, 2 tahun Tahun Orientasi Kerasulan, dan 2 – 3 tahun Teologi. Jadi, setelah 10 tahun, seorang calon baru bisa ditahbiskan sebagai Imam. Namun demikian, tentu ada pengecualian. Tentunya Carlos tidak harus menghabiskan waktu 10 tahun untuk sampai menjadi imam. Kabarnya, Yesuit  dapat mentahbiskan imam (tentu dengan seleksi internal yang ketat) pada calon yang sudah 5 tahun hidup dalam Serikat Yesus. Jika demikian, secara teoritis Carlos sudah dapat menjadi imam Yesuit pada umur 54 tahun.

 

Amerika Kurang Imam

Survei baru-baru ini kepada sekitar 1,422 orang Katolik Amerika, yang diadakan oleh “Knowledge Networks” untuk majalah NCR (National Catholic Reporter), salah satunya menanyakan kepada responden tentang berkurangnya jumlah Imam di Amerika. Survey yang diadakan sejak tahun 1987, dan merupakan yang pertama, sejak tahun 2005, ketika Paus Benediktus XVI menggantikan Paus Paulus Yohanes II sebagai paus, memiliki 3.5% margin error. Atas pertanyaan ini, tiga perempat responden  mendukung salah satu dari berbagai alternatif yang dikemukakan dalam survey, antara lain merger Paroki, mengambil imam dari Negara lain, memotong jumlah misa di akhir pekan, diakon atau awam menjalankan Paroki, dan pada saat-saat tertentu mengganti misa kudus dengan ibadat penerimaan komuni saja.

 

Responden yang terdiri 63% orang Amerika Katolik kulit putih, 54% menikah, 34% di atas usia 55 tahun, dan 10% berusia sekitar 18-24 tahun ini berharap agar peran mereka dalam hidup menggereja lebih besar. Tiga perempat responden setuju bahwa awam berhak menentukan bagaimana uang di Paroki dipergunakan, menentukan Imam bagi Paroki mereka sendiri dan memutuskan penutupan Paroki. Hal ini tampaknya sebagai reaksi atas keyakinan 58% umat Katolik,”Sebagian besar imam tidak mengharapkan awam menjadi pemimpin, tapi hanya pengikut saja.”

3 COMMENTS

  1. Dear Rev,
    I am a 49-year-old Prof. majoring in economics, I got a religious order to become a priest. Can you recommend me which congregation in Indonesia, particulary, in Malang who can accept person with such age? I wish I could have a non regular program, so I may be ordained after two or three years later.
    Thanks for your help.

  2. Mas Mispan .
    Masalah Gereja di dunia Barat tampaknya memburuk dalam hal Jumlah Iman , Jumlah orang ke Gereja dsb ; akan tetapi mungkin mereka jadi lebih sadar dalam Akal Budi mereka dan bisa mengatakan seperti Yakobus : Aku menunjukkan Imanku dengan perbuatan bukan dengan kata kata.
    Boleh jadi kita di Indonesia seolah manis , gerejanya penuh sesak ; tetapi apakah kita sudah sesuai dengan kehendak Allah . Semoga .

    • Gereja yg penuh sesak salah satu indikator ada niat untuk menjadi lebih baik. Dan gereja menjadi kosong, bisa juga salah satu indikator semakin hilangnya iman dari hati.
      Bukankah Tuhan Yesus dahulu juga selalu pergi ke sinagoga setiap hari Sabat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here