1 Januari 2022: Lepas Administrasi dari Paroki Bengkayang, Stasi Ledo Jadi Quasi Paroki

0
311 views
Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus (Samuel Bjp)

BAPAK Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr, Agustinus Agus mengumumkan, mulai 1 Januari 2022 pekan depan Stasi Santo Petrus dan Paulus Ledo resmi berstatus pisah administrasi dari Paroki Santo Pius X Bengkayang.

Paroki Santo Pius X Bengkayang adalah salah satu paroki Keuskupan Agung Pontianak berpusat di Kecamatan Bengkayangm Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Sejak berdiri tanggal 1 September 1934, Paroki Bengkayang telah berkembang sedemikian pesat.

Perkembangan awal umat yang beriringan dengan banyaknya stasi telah menjadikan Paroki Bengkayang sebagai satu wilayah yang nota bene mayoritas Katolik.

Uskup Agustinus melihat bahwa Paroki Bengkayang memiliki potensi besar untuk perkembangan umat ke depan. Apalagi lokasinya ada di wilayah perbatasan antara Malaysia dan Indonesia di mana nantinya akan dibangun pos perbatasan di Jagoi Babang.

Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus di atas mimbar kotbah (Samuel Bjp)

Dengan prospek ke depan itu, maka Uskup Agustinus melihat kesempatan itu sebagai peluang yang menjadi strategi perkembangan pendampingan iman dan berpotensi untuk mempersiapkan mental serta ekonomi masyarakat setempat.

Dalam kunjungan ke Stasi Santo Petrus dan Paulus Ledo tanggal 18-19 Desember 2021 Uskup Agustinus mengumumkan kepada umat Ledo bahwa mulai tanggal 1 Januari 2022, stasi Ledo resmi pisah administrasi dari Paroki Bengkayang.

Dengan kata lain, Stasi Santo Petrus dan Paulus Ledo akan berubah statusnya menjadi quasi paroki.

Sudah ada pastor berkarya

Sudah ada Pastor Russel OAR (Order of Agustininian Recollects) dan dua tenaga imam OAR kemudian yang akan bertugas di Ledo. Mereka melayani 27 kampung.

“Kita doakan agar kedepan bisa berkembang paroki yang maju dan pelayanan dengan umat semakin dekat,” kata Uskup Agustinus.

Dalam Misa Minggu 19 Desember 2021, hadir pula Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis dan Pastor Paroki Bengkayang Romo Yulius Endi Subandi Pr.

Pastor Paroki Romo Subandi mengucapkan terimakasih banyak kepada Uskup Agung Pontianak karena punya visi masa depan dengan memprediksi potensi Stasi Ledo.

Patung Yesus Raksasa di Jagoi Babang

Pada kesempatan itu pula, Bupati Kabupaten Bengkayang Sebastianus Darwis menyatakan dukungannya dan berterimakasih kepada Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus karena sudah berani mengambil langkah-langkah konkret dalam pelayanan untuk umat.

Bagi Bupati Darwis, Uskup Agustinus adalah sosok visioner karena bisa melihat jauh ke depan terutama untuk pembangunan dan perkembangan umat di Ledo dan terlebih khusus di Kabupaten Bengkayang.

Bupati Kabupaten Bengkayang Sebastianus Darwis (Samuel Bjp)

Bupati Darwis juga menyinggung potensi perkembangan ekonomi masyarakat, dengan visi Uskup Agustinus yang berupaya menjadikan Bengkayang sebagai destinasi wisata rohani Kalimantan. Antara lain dengan mendirikan Patung Yesus Raksasa di Jagoi Babang.

Darwis berharap Stasi Ledo segera menjajdi paroki mandiri dan bisa melayani umat di 27 kampung dengan lebih aktif dan novatif. Bukan hanya untuk kepentingan rohani semata, melainkan juga untuk perkembangan mental serta intelektual. Karena hal itu menjadi krusial dalam pembangunan peradaban.

Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus bersama para pastor di Stasi Ledo, Bengkayang (Samuel Bjp)

Paroki Santo Agustinus dari Hippo

Pada kesempatan itu pula, Uskup Agustinus mengumumkan bahwa selama satu tahun Pastor Russel OAR sudah bisa menyesuaikan diri dengan Stasi Ledo. Harapannya ke depan, Pastor Russel OAR dari Filipina bersama dua koleganya bisa melayani 27 kampung di wilayah Ledo..

Sebagaimana namanya sebagai Order of Agustininian Recollects yang mengambil inspirasi warisan rohani Santo Augustinus dari Hippo sebagai spiritualitanya, maka mereka berharap Santo Agustinus dari Hippo akan menjadi nama santo pelindung gereja dan paroki baru ini.

“Saya dengar dari Pastor Russel, mereka sudah pesan patung Santo Agustinus dari Hippo,” ujar Uskup Agustinus dengan joke khasnya depan umat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here