18 Hal Menarik tentang Beato Carlo Acutis

5
3,881 views
Beato Carlo Acutis. (Istimewa)

PADA tanggal 10 Oktober 2020, persis hari Sabtu ini, Carlo Acutis secara resmi dinobatkan sebagai Beato. Carlo Acutis, satu tahap lagi menuju kanonisasi sebagai Orang Kudus alias santo.

Apa dan siapa Beato muda modern yang baru berusia 15 tahun ini? Sesawi.Net mengumpulkan 18 fakta menarik tentang Sang Bahagia ini.

1. Dari London ke Milan

Carlo Acutis yang dikenal dengan nama panggilan Carlo, lahir pada tanggal 3 Mei 1991 di London, Inggris, di mana waktu itu orangtuanya bekerja. Tapi Carlo tak lama menghirup udara Inggris, karena Andrea Acutis dan Antonia Salzano – mama dan papanya – memutuskan pindah ke Milan, Italia, pada waktu dia baru berusia 5 bulan.

2. Sejak balita cinta Gereja

Antonia Salzano, Ibu Carlo, bercerita bahwa pada waktu Carlo masih balita, belum bersekolah, setiap lewat gedung-gedung gereja di Milan, dia meminta ibunya agar boleh masuk melihat Yesus dan juga meminta agar ibunya meletakkan bunga di kaki patung Bunda Maria. Ibunya bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan Carlo tentang iman Katolik sehingga akhirnya hatinya terusik atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akhirnya Antonia ikut kursus teologi. Antonia menyatakan “Carlo adalah penyelamat kecil saya, sehingga saya kembali ke Gereja.”

3. Membuat keluarganya rajin misa harian

Biasanya keluarga yang harus rajin mengajak anaknya untuk mau ikut misa. Tapi Carlo memang beda; dia yang menyebabkan keluarganya yang tadinya super jarang misa menjadi pengikut misa harian. Antonia Salzano – ibu Carlo terus terang bilang bahwa sebelum Carlo mempengaruhinya untuk mencintai Ekaristi, dia hanya misa tiga kali, yaitu pada saat dia dilahirkan, saat mendapat Komuni Pertama, dan saat menikah. Jadi Carlo rajin Ekaristi itu bukan dari desakan atau ajakan keluarganya. Ini salah satu alasan yang membuat pastor di tempatnya mengajukan permohonan kanonisasi Carlo ke Vatikan.

4. Berdoa rosario sejak kecil dan mengaku dosa tiap Minggu

Sejak kecil, Carlo suka berdoa Rosario sendiri. Dia dibaptis ketika bayi tetapi keluarganya tidak mengajarkan atau pun mempraktikkan iman Katolik. Setelah menerima Komuni Pertama pada umur tujuh tahun di Biara St. Ambrogio ad Nemus, Carlo berusaha menghadiri misa sesering dia bisa. Tidak hanya misa hari Minggu, dia tidak pernah absen mengikuti misa harian. Carlo bahkan melakukan pengakuan dosa setiap minggu.

Kekuatan Carlo berasal dari Ekaristi dan Bunda Maria. Sejak remaja, Carlo berdoa rosario rutin setiap hari dan di samping devosi ke santo-santa, dia sering menghabiskan waktu di ruang adorasi. Dia pernah berkata, “Ketika kita sering terpapar matahari kulit kita menjadi coklat…Ketika kita menempatkan diri di depan Ekaristi, kita akan menjadi orang suci.”

5. Hobi main video games PS

Seperti layaknya anak remaja, selain suka sepakbola Carlo juga suka main video games. Kesenangan dia adalah Playstation. Tetapi luar biasanya adalah Carlo sendiri yang membatasi diri untuk hanya boleh main satu jam per sepekan. Walaupun dia suka, tetapi dia benar-benar mengutamakan hidup untuk Tuhan dan membatasi kesenangan pribadi.

6. Pembela yang lemah

Carlo yang periang juga dikenang teman-teman sekolahnya sebagai pembela teman yang di-bully, terutama teman yang memiliki disabilitas tertentu. Tidak hanya fisik, tetapi yang luka batin juga Carlo perhatikan; ketika ada temannya yang mengalami perceraian orangtuanya, dia mengajak teman tersebut untuk mengikuti acara keluarga Acutis.

7. Carlo senang melakukan ziarah

Carlo meminta orangtuanya untuk membawanya ke tempat-tempat suci seperti lokasi terjadinya mukjijat Ekaristi dan tempat santa-santo. Yang paling sering dia kunjungi adalah Santo Fransiskus. Awalnya bersama keluarganya mereka mengunjungi semua tempat suci penampakan Bunda Maria. Kemudian ketika Carlo mendapat ide untuk membuat dokumentasi mukjizat Ekaristi, dia mengajak keluarganya mengunjungi tempat-tempat Orang Kudus supaya bisa dia foto dan tulis.

8. Carlo mempersembahkan sakitnya untuk Tuhan

Ketika didiagnosa leukemia, bukannya meratapi sakitnya dan protes ke Tuhan, iman Carlo malah bertambah kuat. Ia mempersembahkan penderitaan dari sakit tersebut kepada Paus Benediktus XVI dan Gereja. Carlo mengatakan, “Saya persembahkan semua penderitaan yang akan saya alami karena leukemia ini kepada Allah, Paus, dan Gereja.”

9. Jenius komputer

Carlo dikenal memiliki bakat besar di bidang programming komputer sejak umur delapan tahun. Ia mengajari dirinya sendiri tentang programming dengan membaca buku komputer untuk mahasiswa.

Tetapi bagaimana dia menggunakan talenta tersebut itu yang membuatnya menjadi teladan kesucian. Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa Carlo diusulkan sebagai orang kudus.

10. Misionaris internet

Carlo prihatin melihat umat Kristiani yang makin menjauh dari Gereja dan sakramen. Ia ingin merangkul mereka kembali menemukan iman dan kepercayaan terhadap Gereja Katolik. Carlo menyakini ketika orang-orang yang menjauh tersebut mengetahui tentang mukjizat-mukjizat Ekaristi maka mereka akan kembali ke Gereja.

Carlo lalu membuat riset mendalam tentang mukjizat Ekaristi di seluruh dunia sejak awal kekristenan sampai zaman sekarang. Data tersebut kemudian dia jadikan katalog dan dimunculkan dalam website yang dia buat.

11. Mempromosikan keajaiban Ekaristi melalui website

Carlo yang suka programming menggunakan keahliannya untuk memperkenalkan mukjizat Ekaristi yang terjadi pada umat Kristiani Perdana sampai yang sekarang ke publik. Website ini dia rintis waktu dia berusia 14 tahun. Tetapi dokumentasi tentang keajaiban Ekaristi telah dia mulai waktu berusia 11 tahun.

Dia menyatakan di website-nya “Semakin kita sering menerima Ekaristi, semakin kita menyerupai Yesus, sehingga kita akan mengecap rasa surga di bumi ini”. Carlo juga pernah mempopulerkan istilah ‘Ekaristi adalah jalan tol ke surga’.

12. Meninggal pada usia 15 tahun  pada tanggal 12 Oktober 2006

Ia dimakamkan di Assissi sesuai permintaannya karena Carlo sangat cinta Santo Fransiskus dari Assissi.

Beato Carlo Acutis. (Istimewa)

13. Proses kanonisasi ekspres

Proses kanonisasi Carlo dimulai pada tahun 2013, hanya tujuh tahun setelah meninggalnya.

  • Proses pemeriksaan dimulai pada 15 Februari 2013 sampai dengan 24 November 2016.
  • Secara resmi publikasi pengumuman pengusulan tersebut dilakukan pada 13 Mei 2013 dan sejak saat itu, sebagai tahap pertama kanonisasi, Carlo resmi disebut sebagai Pelayan Tuhan. 
  • Kemudian pada 5 Juli 2018, dia dinyatakan layak menjadi Venerabilis atau Yang Terberkati.
  • Carlo dinobatkan sebagai Beato atau Yang Berbahagia pada 2020.

14. Mukjizat pertama devosi kepada Carlo

Untuk bisa diterima sebagai Beato, diperlukan terjadi satu mukjijat yang diakui resmi oleh Vatikan. Mukjizat yang mengantar Carlo menjadi Beato adalah mukjizat penyembuhan seorang anak kecil di Brazil yang menderita penyakit kanker pankreas yang jarang terjadi di dunia, pada tahun 2013. Pada 14 November 2019, Dewan Medis yang memproses kanonisasi menyimpulkan memang benar terjadi mukjizat penyembuhan lewat perantaraan doa Acutis.

15. Busana kesayangan: celana jeans dan sneaker

Jasadnya ditampilkan dalam kotak kaca dan bisa dilihat oleh peziarah sampai 17 Oktober 2020. Carlo dimakamkan dengan pakaian kesenangannya, celana jins dan sneaker.

Apakah jenasahnya utuh seperti info yang beredar di media sosial?

Uskup Agung Assisi Domenico Sorrentino menyatakan dalam Misa pembukaan makam Carlo pada 1 Oktober

“Hari ini kita melihat Carlo dalam tubuh jasmaninya. Tubuh yang telah mengalami proses kerusakan normal selayaknya jenasah yang meninggal setelah beberapa tahun dimakamkan di Assisi. Tetapi tubuh fana ini akan mengalami kebangkitan seperti dijanjikan Allah.”

16. Hati Beato Carlo di Basilika Santo Fransiskus

Hati Beato Carlo akan ditampilkan di suatu reliquary (tempat menyimpan reliks) di Basilika Santo Fransiskus di Assisi. Keluarga Carlo sebenarnya bermaksud mendonorkan organ Carlo kepada orang yang membutuhkan, tetapi tidak boleh karena penyakit leukemia yang diidapnya.

17. Jejak digital positif sempurna

Ketika dalam proses investigasi kanonisasinya, tim mengerahkan teknisi komputer untuk memeriksa log book komputer Carlo – dilihat website-website apa saja yang dia kunjungi selama hidupnya.

Mereka takjub ketika menemukan bahwa semua jejak digital Carlo hanya yang positif, semua hal yang terkait dengan kerinduan hatinya akan Tuhan, tidak pernah dia berkunjung ke website yang melenceng ataupun negatif.

18. Mengapa baru sekarang dibuat misa penobatannya sebagai Beato?

Juru bicara tim pengusul menjelaskan bahwa mereka menunggu situasi pandemi membaik supaya lebih banyak yang bisa hadir merayakan kabar baik tersebut.

Karena beatifikasi Carlo tentu menjadi perayaan besar bagi kaum muda Katolik.

Seperti sejak kecil dia berhasil membawa kembali keluarganya kembali ke Gereja, mengikuti misa harian dan menerima Ekaristi setiap hari.

Beato Carlo membawa banyak umat terutama orang muda tertarik untuk mendalami iman kristiani kembali.

PS: Diolah dari berbagai sumber

5 COMMENTS

  1. Setiap membaca kisah Beato Carlo Acutis saya sangat terharu…. sejak dilahirkan dia sudah dipilih Tuhan untuk melayani dan dia konsisten serta setia 100%….. Jadilah pendoa bagi semua kaum muda dan kita semua. Puji Tuhan. Halleluyah.

  2. Sejak ada informasi yang beredar di dunia maya tentang rencana diadakannya Misa Beatifikasi Carlo Acutis … setiap hari saya tidak pernah absen membaca kisah hidup Carlo Acutis. Semakin banyak kisah hidupnya yang kubaca..semakin besar keinginan hati untuk lebih mengenalnya. Setelah mengikuti Upacara Misa Beatifikasi tanggal 10 Oktober yang lalu… kudapati di rak ternyata ada buku berjudul MUKJIZAT EKARISTI yang diterbitkan OBOR .. hadiah saat ada seminar di Penerbit OBOR beberapa tahun lalu…yang ternyata isinya adalah apa yang ditekuni dan didokumentasikan oleh Carlo Aqutis beberapa saat sebelum dipanggil Tuhan. Buku yang semula hanya sekilas kubaca… saat ini menjadi buku yang sangat ingin kubaca sampai tuntas.

    Beato Carlo Acutis… terima kasih telah menggerakkan hatiku untuk ingin lebih dalam mengenal EKARISTI dan Mukjizatnya… dan doakanlah aku agar kondisi mataku kembali normal. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here