30 Tahun Tak Miliki Gereja, Paroki Jagakarsa Butuh Dukungan Anda

0
84 views
Kapel Desa Putera. Foto : Istimewa

Paroki ini awalnya masuk wilayah Paroki Pasar Minggu Jakarta Selatan. Namun karena pertumbuhan umat yang begitu pesat, maka paroki ini kemudian melepaskan diri dan mandiri. Pada 1994, paroki yang berada di bawah wilayah Keuskupan Agung Jakarta ini melepaskan dari dari Paroki Pasar Minggu dan menjadi paroki mandiri, disebut Paroki Jagakarsa (Ratu Rosari).

Sejak saat itu, Paroki Jagakarsa bertumbuh dan berkembang sendiri. pertumbuhan umat makin banyak. Saat ini kurang lebih 5.174 umat berada di wilayah Paroki yang berbatasan dengan beberapa paroki di Keuskupan Bogor.

Sayang, meski bertumbuh, kegiatan ibadat masih menggunakan kapel. Setidaknya ada tiga kapel yang digunakan hingga kini. Pertama, Kapel Panti Asuhan Desa Putra. Kedua, Kapel Oikumene Bahtera Kasih milik Kesatuan Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, dan ketiga Kapel Katolik Universitas Pancasila.

30 tahun umat Paroki Jagakarsa sebenarnya merindukan gereja baru yang dimilikinya sendiri. Bersyukur bahwa Kardinal Ignatius Suharyo telah menetapkan lokasi untuk memindah gedung kapel Panti Asuhan sekaligus membangun gereja yang baru, masih di kompleks Panti Asuhan Desa Putra.

Dan pada 16 Juni 2023, Kardinal telah melakukan peletakan batu pertama, menandai dimulainya relokasi dan pembangunan gedung gereja Paroki Jagakarsa. Karena itu, kami hendak mengetuk hati para saudara semua untuk membantu kelancaran pembangunan gedung gereja kami.

Berikut proposal yang bisa dipelajari. Terima kasih, Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here