70 Tahun Yayasan Marsudirini, Mensyukuri Karya Tuhan yang Menyelenggarakan

0
39 views
Ekaristi syukur atas perjalanan sejarah 70 tahun Yayasan Marsudirini milik Kongregasi Suster OSF Semarang, (Yayasan Marsudirini)

LAGU Di Sanggar Mahasuci (Ingin Kami sesaji Sembah) dengan iringan musik keroncong mengalun membuka Perayaan Ekaristi Syukur 70 tahun Yayasan Marsudirini. Perayaan syukur dengan tema: “Bersama Bunda Maria, Semakin Cerdas dan Berkarakter” digelar di Gedung Bina Iman Biara OSF Semarang pada hari Jumat, 5 Juli 2024.

Vikjen Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana Pr memimpin ekaristi syukur menandai pesta 70 tahun Yayasan Marsudirini paa empat imam konselebran lainnya. (OSF Semarang)

Perayaan Ekaristi dipimpin selebran utama Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana Pr. Para imam konselebran adalah:

  • Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia: Romo Benedictus Hari Juliawan SJ.
  • Imam alumnus SD Marsudirini Regina Pacis Semarang: Romo Benedictus Danarto Agung Wibowa Pr.
  • Pengurus Yayasan Kanisius: Romo Thomas Surya Awangga Budiono SJ.
  • Imam yang berkarya di wilayah pastoral Keuskupan Bogor: Romo Yohanes Baptista Pendamai Marut OFM.

Perayaan Ekaristi diikuti oleh guru dan karyawan perwakilan dari komunitas-komunitas Semarang, DIY, Jawa Tengah, Bogor, Bekasi, dan Jakarta. Juga hadir perwakilan siswa, para alumni serta tamu undangan. Perayaan Ekaristi juga dilakukan secara live streaming

Syukur atas perjalanan 70 tahun Yayasan Marsudirini. Dimeriahkan dengan penampilan seni para murid alumni sekolah-sekolah di bawah yayasan. (OSF Semarang)

Perjalanan panjang
Dalam homilinya, Vikjen KAS Romo FX Sugiyana Pr menyampaikan, perjalanan Yayasan Marsudirini memberi makna bahwa 70 tahun bukan usia pendek. Banyak dinamika yang dialami bersama siswa, orangtua, pengurus yayasan, dan kebijakan-kebijakan dalam perjalanannya.

Usia 70 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak gampang, linier dan teratur. Namun banyak tantangan menyertai; termasuk saat melewati masa pandemi.

Usia 70 tahun dilewati oleh Yayasan Marsudirini bersama lembaga pendidikan lain yang menjadi sahabat dan bersama-sama menghadapi dinamika pendidikan. “Usia 70 tahun Yayasan Marsudirini hendaknya disyukuri sebagai rahmat sesuai spirit Deus Providebit yang berarti Tuhan yang menyelenggarakan,” kata Romo FX Sugiyana Pr.

Yayasan Marsudirini bernaung pada perlindungan Ibu Maria Suci Tak Bernoda. Yayasan ini merupakan lembaga pendidikan Katolik milik Kongregasi Suster-suster OSF Semarang. Visi Yayasan Marsudirini adalah menjadi lembaga pendidikan yang cerdas; berdasarkan iman pada Tuhan; mencintai sesama dan alam ciptaan.

Sumbangan terhadap peradaban kasih

Selanjutnya Vikjen KAS menyampaikan, Yayasan Marsudirini memiliki 75 sekolahtersebar di 10 keuskupan; dengan karya pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Yayasan ini telah banyak membuahkan lulusan yang berkarya di tengah Gereja dan masyarakat serta memberikan sumbangan terhadap perubahan peradaban kasih.

Para suster, guru, karyawan, dan undangan hadir memperingati pesta 70 tahun Yayasan Marsudirini milik Kongregasi Suster OSF Semarang. (OSF)
Segenap orang melibatkan diri dalam pesta perayaan 70 tahun Yayasan Marsudirni di Semarang, 5 Juli 2024. (OSF Semarang)

Pondasi yang kuat

“Siapa yang membuat lembaga berdiri kokoh sampai 70 tahun? Semua yang ada di sini: guru karyawan, pengurus yayasan, semua komunitas Marsudirini bisa menjadikan kokoh. Menjadi pondasi yang kuat. Menjadi nakhoda yang menjaga kestabilan, menjaga guncangan waktu, tantangan dan persaingan. Menjaga konsistensi dan komitmen mendukung tegaknya lembaga ini. Maka hari ini di usianya yang ke 70 tahun, kita merayakan penyelenggaraan Allah dan merayakan daya juang bersama,” kata Romo FX Sugiyana Pr.

Menjadi seperti bilah kecil
Lebih lanjut Vikjen KAS mengungkapkan menghidupi tema perayaan syukur 70 tahun Yayasan Marsudirini: “Bersama Bunda Maria Semakin Cerdas dan Berkarakter” menjadi harapan semua bersama anak didik.

Merenungkan bacaan-bacaan pada perayaan ekaristi hari ini (Yesaya 48:27-19 dan Matius 11:25-30), Yayasan Marsudirini hendaknya menjadi seperti bilah kecil yang menggerakkan laju perahu.

  • Menjadi lembaga pendidikan yang membangun citra diri, rasa memiliki dan empati. Mengajarkan yang berfaedah bagi anak-anak. Menjadi sandaran bagi yang letih lesu dan berbeban berat.
  • Memberi kelegaan bagi yang mengeluh, karena perilaku dan kecerdasan anak didik; menjawab keluh kesah anak-anak serta orangtua.

Maka dengan penuh syukur, lemah lembut dan kerendahan hati melayani, meneladan Bunda Maria yang menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Memiliki loyalitas, kreativitas, dan kredibilitas.

Penampilan seni ditunjukkan oleh para murid dan alumni Yayasan Marsudirini. (OSF

Deus Providebit
Pada perayaan 70 tahun, Ketua Yayasan Marsudirini Sr M. Christella OSF mengungkapkan, Yayasan Marsudirini akan terus mengembangkan diri, membuka hati dan berkolaborasi dengan mendasarkan pada semangat “Deus Providebit”. Dengan terus setia meneladan Ibu Magdalena Damen, Bapa Fransiskus Assisi, dan Bunda Maria yang memberi teladan percaya pada penyelenggaraan Tuhan untuk memberi pelayanan sesuai kebutuhan zaman.

Menjadi “Maria-maria”
Sementara, Provinsial Kongregasi Suster OSF Sr M. Rosali OSF dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Yayasan Kanisius. Karena Yayasan Kanisius Keuskupan Agung Semarang telah membimbing karya pendidikan. Juga karena Keuskupan Agung Semarang menjadi lokasi di mana kedudukan Yayasan Marsudirini itu berada.

Pada tahun 1954, Yayasan Marsudirini bersama Yayasan Pangudi Luhur disapih atau dipisah dengan Yayasan Kanisius. Mulai tahun itu, Yayasan Marsudirini Kongregasi Suster OSF kemudian berlindung pada Bunda Maria Suci Tak Bernoda atau Maria Suci Rinumpaka Niskala.

Bunda Maria, Pelindung Yayasan Marsudirini

Bunda Maria menjadi teladan kesetiaan menerima pengutusan dan kekudusan. Maka dengan bersyukur dan mengucapkan terim kasih kepada semua pihak yang mendukung karya pendidikan yayasan Marsudirini, Provinsial Kongregasi Suster OSF Sr. M. Rosali mengajak para guru, karyawan, siswa dan orangtua menjadi “Maria-maria” guna meneruskan karya Marsudirini dan berkolaborasi dengan semua pihak.

Provinsial Kongregasi Suster OSF Semarang: Sr. Rosali OSF (kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Yayasan Marsudirini: Sr. Christela OSF. (Yayasan Marsudirini)
Para murid sekolah-sekolah di bawah Yayasan Marsudirini menampilkan tarian hiburan mengisi pesta 70 tahun yayasan. (OSF)

Karya siswa
Pada saat perayaan, dekorasi tempat Perayaan 70 tahun Yayasan Marsudirini dihiasi dengan MMT lukisan karya para siswa sekolah Yayasan Marsudirini. Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pentas seni.

Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Provinsial Kongregasi Suster OSF: Sr M. Rosali OSF. Potongan tumpeng lalu diberikan kepada Ketua Yayasan Marsudirini Pusat: Sr M. Christella OSF.

Pentas seni menampilkan kreativitas para siswa diantaranya berupa penampilan gerak Wushu, Geguritan, persembahan lagu-lagu dan keroncong “Kopasus” alias KerOncong PelajAr FransiSkUS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here