- Bacaan 1: 1Tes. 4:9-11
- Injil: Mat. 25:14-30
Dalam dunia ekonomi, berinvestasi merupakan suatu kegiatan “penanaman modal” ke dalam sebuah instrument keuangan. Harapan dari investasi adalah memperoleh keuntungan (return) di masa depan. Meningkatkan asset, mendapatkan keuntungan melalui bunga, dividen dan sebagainya.
Dalam pengajaran-Nya tentang Kerajaan Surga, Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan kisah “investasi” Talenta dari seorang kaya kepada para hambanya. Kepada ketiga hambanya, ia memberikan uang Talenta-nya:
- Hamba pertama, diberikan lima Talenta dan berkembang menjadi sepuluh Talenta.
- Hamba kedua, diberikan dua Talenta dan berkembang menjadi empat Talenta
- Hamba ketiga, diberikan satu Talenta dan disimpan saja (tidak dikembangkan) karena takut mengembangkannya bahkan mencela tuannya itu.
Satu Talenta setara 6000 Dinar, atau 6000 Hari kerja (sekitar 19 tahun kerja) atau dengan asumsi kerja harian Rp 175,000.- maka sekitar Rp 1,050,000,000. Jadi bisa dihitung sendiri berapa sepuluh Talenta yang dihasilkan oleh hamba pertama.
Dengan hasil seperti itu maka hamba pertama dan kedua mendapatkan pujian tuannya sebagai “Hamba yang baik dan setia”. Sedangkan hamba ketiga disebut sebagai “Hamba yang jahat dan malas.” Dalam kisah ini, perhitungan tuan kepada para hambanya jelas sebagai alegori “Penghakiman Akhir” oleh Tuhan Yesus kepada umat manusia. Ada dua kelompok umat:
- Umat taat menjalankan kehendak-Nya, mendapatkan ganjaran kemuliaan.
- Umat tidak taat, dihukum secara kekal.
“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”
Dalam peneguhannya kepada Gereja di Tesalonika, Rasul Paulus memuji jemaat karena taat melaksanakan kehendak Tuhan dalam hal kasih mengasihi. Paulus memberikan nasihatnya:
- Mengasihi lebih sungguh-sungguh
- Hidup tenang
- Mengurus urusan sendiri
- Tetap bekerja sebagaimana biasanya
Peneguhan itu diberikan agar jemaat tetap teguh dalam iman Kristus meski sedang mengalami penganiayaan iman. Sehingga akan mendapatkan kemuliaan saat penghakiman akhir (Parousia).
Pesan hari ini
Jangan takut menjalankan kehendak Tuhan, “berinvestasi talenta (karunia atau anugerah)” yang telah diberikan oleh-Nya kepadamu. Taat dan tetap teguh dalam iman Kristiani.
“Tingkat keimananmu ditentukan oleh tingkat ketaatanmu.”