Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba

0
876 views
Nila setitik merusak susu sebelanga

Jumat 6 Oktober 2023.

  • Bar. 1:15-22.
  • Mzm. 79:1-2,3-5,8-9.
  • Luk. 10:13-16

AIR susu dibalas dengan air tuba. Peribahasa ini biasa digunakan untuk menyindir seseorang yang tidak tahu diri.

Arti air susu dibalas dengan air tuba adalah kebaikan yang dibalas dengan kejahatan

Tuba adalah jenis pohon yang akarnya mengeluarkan getah beracun. Getah tersebut kerap dipakai untuk menangkap ikan.

Ada pun susu adalah minuman yang menyehatkan dan tinggi nutrisi.

Kata tuba dan susu digunakan sebagai kiasan untuk membandingkan dua hal yang sangat berlawanan, dalam konteks ini adalah kejahatan dan kebaikan.

Makna peribahasa air susu dibalas dengan air tuba menggambarkan orang yang tidak baik budinya.

Perilaku ini hanya dilakukan oleh orang jahat dan penuh rasa dengki.

Sebab, membalas kebaikan orang dengan kejahatan adalah tindakan yang tidak baik dalam norma sosial.

Perilaku orang yang tidak mau tahu kemurahan hati sesama dan Tuhan mendapatkan kecaman yang keras dan tajam.dari Tuhan Yesus.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

“Celakalah engkau Khorazim. Celakalah engkau Betsaida, karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan.”

Dikisahkan Yesus mengecam beberapa kota, Khorazim dan Betsaida, karena meskipun mereka melihat tanda-tanda yang dibuat Yesus dengan berbagai penyembuhan, tidak mampu membuat mereka bertobat.

Yesus membandingkan dengan kota lain, Tirus dan Sidon yang jahat di hadapan Tuhan.

Ironis! Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum mengalami banyak kebaikan dan kemurahan Allah, namun tidak ada perubahan.

Terlalu banyak mukjizat yang dilakukan di sana, tetapi tidak ada perubahan apa pun, tidak ada pertobatan, dan perkabungan. Yesus mengecam hal tersebut.

Setelah mengalami segala kebaikan Tuhan, seharusnya kita hidup lebih dekat kepada-Nya dan melakukan kehendak-Nya.

Orang-orang Kristen yang tidak menunjukkan perubahan hidup adalah orang-orang egois dan tidak mengasihi Tuhan.

Sangat disayangkan bila apa yang terjadi atas Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum harus terulang dalam kehidupan kita.

Menyadari dan berubah adalah langkah iman untuk merespons kebaikan Tuhan, daripada kelak menuai hukuman dalam pengadilan Allah.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku mau bersyukur dan bertobat atas semua kerahiman Allah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here