“Aja Dibandingke”

0
261 views
Penyanyi dangdut cilik Farel Prayoga (Ist)

Puncta 09.10.22
Minggu Biasa XXVIII
Lukas 17: 11-19

Wong ka ngene kok dibanding-bandingke,
Saing-saingke ya mesti kalah.
Tak oyak’a aku ya ora mampu,

Mung sak kuatku mencintaimu.
Ku berharap engkau mengerti di hati ini
Hanya ada kamu.

SEPENGGAL syair lagu Farrel yang heboh saat usainya upacara Kemerdekaan RI di istana beberapa waktu lalu bisa menjadi bahan permenungan kita.

Mengapa orang sulit bersyukur? Konon, karena kita terlalu sibuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

Karena terlalu fokus melihat orang lain sampai-sampai kita tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Sesungguhnya kita tidak suka dibanding-bandingkan. Kecenderungan membanding-bandingkan berarti melihat di sana kurang, di sini lebih.

Kita sering menilai diri kita kurang, sedangkan yang lain lebih. Setiap orang itu unik dan berbeda.

Jangan membanding-bandingkan. Menjadi diri sendiri adalah awal yang baik untuk bersyukur.

Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus, ada satu orang yang menjadi dirinya sendiri dan berbalik kepada Yesus untuk bersyukur.

Bahkan dikatakan orang itu adalah orang Samaria. Penyebutan nama “Samaria” mau dimaksudkan bahwa kelompok ini adalah bangsa asing, kafir, disingkirkan.

Walaupun hanya satu orang, sedikit, minoritas yang dinilai asing, kafir, tetapi justru dialah orang yang punya etika moral dan tahu berterimakasih dan bersyukur kepada Tuhan.

Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah diantara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain daripada orang asing ini?”

Ada sepuluh orang telah disembuhkan, tetapi cuma satu yang berterima kasih dan bersyukur. Sulit bagi kita bisa bersyukur kalau merasa diri paling hebat dan benar.

Orang Samaria itu mungkin sudah merasa bahwa dia sebagai pihak yang lemah. Hanya orang yang bisa merendahkan diri di hadapan Tuhan, orang akan mudah bersyukur.

Orang Samaria sering dikucilkan, dianggap kafir, dipojokkan sebagai orang asing. Mungkin pengalaman itu justru membuatnya pasrah kepada Tuhan. Dan hanya mengandalkan Tuhan saja.

Pengalaman bergantung pada kebaikan Tuhan membuka hatinya untuk selalu bersyukur.

Untuk bisa bersyukur dan berterimakasih kita bisa belajar dari kata-kata Oprah Winfrey pembawa acara Oprah Show: “Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you never, ever have enough.”

Mari kita syukuri apa yang ada, maka kita akan mendapatkan hal yang lebih. Jangan memikirkan apa yang tidak kita miliki, karena hanya akan membuat kita merasa kurang, kurang dan selalu kurang.

Di sekolah tidak ada pelajaran intoleransi,
Kita harus belajar tentang nilai perbedaan.
Bersyukurlah dengan apa yang kau miliki,
Hidup akan menjadi berkah berkelimpahan.

Cawas, selalu dan terus bersyukur….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here