Aku Hanyalah Seorang Hamba

1
417 views
Sepatah kata saja, Tuan, maka hambaku sembuh, by Annonymous, 1906

Minggu, 2 Oktober 2022

  • Hab. 1:2-3; 2:2-4.
  • Mzm. 95:1-2,6-7,8-9;
  • 2Tim. 1:6-8,13-14;
  • Luk. 17:5-10.

PELAYANAN kita kadang hanya berfokus pada keberhasilan dalam mencapai tujuan.

Demi suksesnya sebuah pelayanan, kita kadang justeru melupakan aspek yang sangat penting dari karya pelayanan yakni semakin dekatnya manusia dengan Tuhan dan sesama.

Mestinya dalam pelayanan setiap pribadi bisa semakin diinjili, dimatangkan oleh interaksi dan dinamika yang terjadi.

Tujuan pelayanan itu bukan sekadar tercapainya tujuan tetapi bagaimana setiap umat disapa dan diorangkan serta dilibatkan dalam kegiatan bersama, sehingga semakin menumbubkan kepekaan akan kehendak Tuhan.

Peran Tuhan dalam karya prlayanan sungguh sentral karena, Dia yang mengutus kita, Dia yang menuntun dan membimbing kita dalam pelayanan, hingga Dia pula yang menjadi tujuan dari semua pelayanan kita.

Maka segala sesuatu yang terjadi, sungguh merupakan kasih karunia Tuhan bagi kita bersama.

Seorang sahabat menceritakan bahwa dia merasa malu, karena bidang kerja yang dia pimpin banyak mengalami kesulitan dan kendala.

Komunikasi yang terjadi amburadul hingga satu sama lain kerja sendiri, sekaan lupa akan kesepakatan dan program yang telah dibuat bersama.

Semua seakan berjalan sendiri, berusaha cari panggung sendiri, bahkan kerja sendiri.

“Kami ini merasa ada ketua atau tidak sama saja, seperti auto pilot,” kata seorang anggota.

“Sebenarnya kami merindukan kerja sama yang baik. Bisa hadir dan saling membantu satu sama lain,” katanya.

“Hanya perlu kerendahan hati untuk melepaskan ego dan kembali meresapkan semangat pelayanan,”sambungnya lagi.

“Kita semua ini hanyalah hamba yang tidak berguna, bekerja untuk Tuhan kita yang mulia, mengapa harus sombong,” sambung yang lain.

“Pelayanan di Gereja bukan semata-mata mengejar keberhasilan dan kesuksesan namun demi kemuliaan Tuhan,” tegasnya.

“Ukuran keberhasilan dalam kerya pelayanan itu jika umat yang kita layani dan juga diri kita yang melayani semakin mencintai Tuhan dan sesama,” paparnya.

Dalam bacaan Injil hari ini, kita dengar demikian.

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Kita hanyalah sebatas hamba yang harus tunduk kepada Tuan kita.

Menjadi hamba Tuhan adalah sebutan bagi kita semua, yaitu orang-orang yang percaya pada Yesus.

Agar hamba yang tak berguna ini menjadi berkat bagi orang lain, maka kita peerlu membenahi diri supaya;

Tidak menuntut penghargaan atau pujian, atas apa yang telah kita kerjakan. Kita dipanggil untuk melayani, bukan mencari pujian.

Seorang hamba tidak mengharapkan ucapan terima kasih. Kesempatan untuk melaksanakan tugas adalah kehormatan yang diberikan Tuhan.

Seorang hamba tidak menuntut kesetaraan status. Dia harus memiliki kerendahan hati. Kesadaran bahwa dirinya tidak berguna tanpa tuannya.

Bagaimana dengan diriku?

Sadarkah aku akan status hamba dalam panggilan hidupku?

1 COMMENT

  1. Ya seorang hamba memang selalu hormat kepada tuan nya. Saya berusaha untuk mematuhi Tuhan Yesus yang selalu menjaga saya…. terserah orang mau bilang apa.. yang paling penting adalah semoga apa yang saya lakukan berkenaan di hadapan Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here