Aku jadi Raja

0
182 views
Mahkota Raja

Bacaan 1: Why 20:1-4. 11-15; 21:1-2

Injil: Luk 21:29-33

“Andai ku jadi radja, mau apa tinggal minta tunjuk sini tunjuk sana dengan sedikit kata. Andai ku jadi radja, punya uang, punya harta dan yang pasti aku juga akan punya kuasa. Andai aku jadi radja, ku diangkat, dielukan, dikelilingi bawahan dan orang-orang suruhan.

Nikmatnya jadi radja, dengan menjentikkan jari dan lambaian tangan maka terpuaskan nafsuku…”

Itu sebagian goresan lirik lagu yang diciptakan oleh Andy Rif dan Resti.

Gambaran yang sama saat dulu masih kecil, membaca buku anak-anak karangan HC. Andersen mengenai kisah raja-raja. Tak ada raja yang hidupnya susah dan kelaparan, namun hidup enak dan punya kuasa tak terbatas termasuk menghakimi orang.

Dalam surat Wahyu dikatakan bahwa para pengikut Kristus bersama para martir-Nya akan mendapat kasih karunia hidup kekal, bahagia, punya kuasa menghakimi dan kuasa raja yang tidak terbatas. Orang-orang yang mengimani Kristus akan mengalami “kebangkitan yang pertama” dimana tidak ada lagi kematian.

Lain halnya mereka yang tidak mengimani Kristus akan dihakimi menurut perbuatannya. Jika namanya tidak tercatat dalam “Kitab Kehidupan” maka mereka akan dilemparkan ke “lautan api” dan mengalami kematian kedua yang bersifat kekal, jiwa dan tubuhnya binasa kekal.

Bagi yang mengimani Kristus, akan hidup kekal di “langit dan bumi yang baru” sebab yang lama telah musnah. Hidup di kota yang kudus, “Yerusalem surgawi” yang turun dari surga.

Hal ini seperti yang telah dinubuatkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Bahwa Tuhan akan mengalahkan maut denga sabda-sabda-Nya.

Pesan hari ini

Bagi orang katolik, kematian duniawi adalah pintu masuk menuju “Yerusalem surgawi” kota kudus dari surga, hidup kekal dan memerintah seperti raja.

Bagi mereka yang tidak mengimani Kristus akan mengalami kematian kedua, yang bersifat kekal.

“Kuncinya bukan pada kemauan untuk menang namun kehendak untuk mempersiapkan kemenangan tersebutlah yang terpenting.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here