Allah yang Menyelamatkan

0
194 views
Ilustrasi - Daniel di kandang singa. (Wiki)

DANIEL kedapatan menyembah Allahnya dan tidak menyembah raja. Padahal, itu dilarang dalam wilayah Raja Darius. Maka beberapa orang lalu melaporkannya kepada raja.

Mendengar laporan itu sang raja terkejut. Baginda berusaha menyelamatkan Daniel, karena dia orang bijaksana, benar dan penuh hikmat.

Namun karena mereka mendesak sang raja, sebagai hukumannya Daniel pun dilemparkan ke dalam kandang singa.

Ternyata, singa-singa itu tidak memangsa Daniel. Allah mengunci mulut mereka. Maka raja yakin bahwa Daniel benar.

Lalu baginda melemparkan orang yang melaporkan Daniel ke dalam kandang singa. Segera singa-singa itu meremuk tulang mereka.

Orang benar selalu dilindungi Tuhan. Mereka yang setia tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan. Juga saat menghadapi akhir hidup.

Sang Guru Kehidupan berpesan kepada para murid-Nya agar mereka tidak gentar menghadapi akhir dunia yang disertai gejala alam yang menakutkan (Luk 21: 25-26). Mengapa?

“Pada waktu itu Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Luk 21: 27).

Karena itu, mereka yang percaya dan berpegang kepada-Nya tidak perlu takut.

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Luk 21: 28).

Bagi orang yang hidup benar dan percaya kepada Tuhan mulut singa tidak menakutkan.

Untuk mereka yang percaya kepada Sang Guru Kehidupan, peristiwa akhir zaman yang menakutkan itu kesempatan untuk menyambut kedatangan Sang Penyelamat.

Daniel percaya kepada Allah dan diselamatkan. Demikian pula mereka yang berpegang pada-Nya.

Memang, pada akhirnya Allah yang menyelamatkan.

Kamis, 25 November 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here