Home BERITA Ambil Waktu untuk Diri Sendiri

Ambil Waktu untuk Diri Sendiri

0
Yesus berdoa di Getsemani by Heinrich Hofmann, 1886

Rabu, 12 Januari 2022

1Sam. 3:1-10.19-20.
Mzm: 40:2.5.7-8a.8b-9.10.
Mrk. 1:29-39

ME TIME, meluangkan waktu sejanak untuk diri sendiri di tengah hiruk pikuk tanggungjawab yang harus kita selesaikan.

Dengan menyendiri sejenak, kita dapat merenungkan banyak hal yang kadang luput dari perhatian kita.

Kita pun dapat mempertimbangkan lebih dalam mengenai keputusan yang akan kita ambil di masa depan.

Dengan jeda dari rutinitas kita dapat memahami diri sendiri dengan lebih baik melalui perenungan yang di saat menyendiri.

“Kemana saja kamu, beberapa hari ini seakan hilang ditelan bumi, di WA tidak dibalas, ditelpon tidak diangkat,” sapa seorang bapak kepada sahabatnya.

“Ada bisnis atau sedang latihan menghilang?” lanjutnya.

“Memanjakan diri saja, saya retret pribadi,” jawab bapak yang disapa itu.

“Wah.. mau jadi rahibkah, sampai ambil waktu retret pribadi,” sahutnya.

“Sejak saya ikut kursus evangelisasi pribadi, sudah empat tahun berturut-turut ini saya mengambil waktu untuk retret pribadi,” jawabnya.

“Awalnya saya hanya berusaha latihan hening kurang lebih 30 menit setiap hari, lama-lama saya ingin mencoba ambil waktu beberapa hari untuk diri sendiri,” lanjutnya.

“Melalui keheningan saya merasa terbantu untuk mengetahui apa yang benar-benar saya inginkan dalam hidup ini,” lanjutnya lagi.

“Seandainya saya punya waktu sepertimu, saya pasti akan mengadakan retret pribadi juga,” sahut bapak tadi.

“Kita semua punya waktu 24 jam sehari, berapa jam untuk bekerja, berapa jam untuk melayani sesama, berapa jam untuk membantu diri sendiri. Dan ambil waktu beberapa hari dalam setahun tidak ada ruginya” kata bapak itu.

“Maka sebenarnya bukan soal waktu, tetapi soal kemauan dan niat,” lanjutnya.

“Saya merasakan setelah biasa mengambil waktu hening, saya merasa bisa lebih menghargai hubungan dengan orang lain, sehingga komunikasi dengan orang lain jadi meningkat dan lebih baik,” kata bapak itu.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,”

“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. 

Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

Setelah berkarya dengan totalitas penuh, banyak menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan dari orang yang kerasukan setan, Yesus mengambil waktu untuk menyendiri dan berdoa.

Dalam keheningan Tuhan Yesus mengalami intimitas dengan Allah Bapa dan Roh Kudus.

Suasana akrab dan penuh kasih dibangun dengan hati yang bening dan tenang.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku punya kebiasaan untuk mencari waktu untuk menciptakan keheningan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version