Angkatlah Mukamu

0
401 views

Kamis, 24 November 2022

  • Why. 18:1-2,21-23.19:1-3,9a
  • Mzm. 100:2,3,4,5.
  • Luk. 21:20-28.

HIDUP manusia tidak akan pernah lepas dari masalah dan ujian. Dari sanalah kualitas seorang manusia bisa terlihat.

Perbedaannya antara orang yang berhasil dan gagal adalah, ia bisa mengatasi masalah dengan baik atau justru semakin terbenam bersama masalah tersebut.

Besar kecilnya masalah tak lepas dari kondisi pikiran kita. Terkadang tanpa disadari sebuah masalah kecil bisa menjadi besar karena pikiran kita mengkondisikan seperti itu.

Karena itu, ketika masalah sedang menghampiri pastikan kita tidak terbawa arus yang ada dalam masalah tersebut.

Perlu kita ingat bahwa tak ada masalah yang tanpa solusi.

Kita hanya butuh pikiran yang jernih untuk mengetahui cara menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi dan membelit hidup kita.

“Kamu tidak akan pernah bisa menghadapi dan mengatasi masalah dalam kondisi pikiran dan hati yang gundah gulana,” kata seorang bapak kepada anaknya.

“Kamu bukan super hero, yang bisa mengatasi semua masalah dengan kekuatanmu sendiri,” sambung bapak itu.

“Untuk itu, jangan pernah berusaha memikul masalah sendirian. Karena kekuatan manusia pasti ada batasnya,” tegasnya.

“Berserah diri bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Berserah diri adalah sebuah upaya untuk bisa menemukan solusi dari masalah yang dihadapi,” ujarnya.

“Saya hanya ingin tenang, karena dalam situasi seperti saat ini, apa pun yang saya lakukan dan katakan selalu salah,” jawab anaknya sambil menunduk.

“Kalau saya menoleh ke belakang, bagaimana awal mula masalah kami ini bisa muncul. Bisa jadi masalah muncul dari hal-hal yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Hal-hal yang selama ini saya pikir baik-baik saja, ternyata justru menjadi pemicu masalah,” urainya.

“Sering kali ada ‘bumbu penyedap’ dalam masalah yang kita jalani. Hingga terasa tidak sedap dan tidak enak lagi,” kata anak itu.

“Padahal saya tidak akan bisa menemukan cara mengatasi masalah ketika pikiran saya masih dipenuhi hal-hal negatif,” ujarnya.

“Saat prasangka buruk memenuhi pikiran dan hati, maka kamu hanya akan menemukan jalan yang gelap. Bukan jalan terang yang bisa membimbing kami mendapatkan solusi dari masalah yang kamu hadapi,” sahut bapak itu.

“Apa pun masalah yang menimpa dirimu, sebaiknya tetap selalu mawas diri. Lihat lebih dalam, apakah masalah yang terjadi lebih banyak muncul karena kesalahanmu sendiri atau bukan,” lanjutnya.

“Setelah tenang hatimu, pulanglah ke rumahmu, minta maaf dengan isterimu dan berdamailah,” pinta bapaknya.

“Penyelesaian masalahmu itu ada di rumahmu, bukan di tempat lain. Ada di hatimu bukan di hati orang lain,” sambungnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

“Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

Yesus katakan, “Angkatlah mukamu!”. Rupanya Yesus tahu bahwa kita memang selalu tertunduk karena merasa rendah diri.

Kita pun kerap tak berani angkat muka, karena merasa segan.

Tapi tak jarang kita juga tak sanggup mengangkat muka, karena kelewat malu setelah berbuat salah atau ketahuan melakukan kejahatan.

Yesus menyuruh kita, “Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat”.

Kita disuruh angkat muka, karena ada kaitannya dengan akan datangnya Anak Manusia dan saat penyelamatan. Bahwa kita harus angkat muka untuk melihat Dia yang akan datang nanti. Itulah saat penyelamatan kita.

Bagaimana dengan diriku?

Apa yang membuat aku tidak berani mengangkat mukaku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here