Anugerah Anggur Keselamatan adalah Pemeliharaan Allah

0
356 views
Pertolongan Tuhan itu tepat waktu. (Ist)

Minggu, 16 Januari 2022

Yes. 62:1-5.
Mzm: 96:1-2a.2b-3.7-8a.9-10a; 1Kor. 12:4-11.
Yoh. 2:1-11

KEBAHAGIAAN dalam hidup bersama di keluarga sering kali ditemukan di balik aneka kesulitan yang silih berganti dihadapi.

Hari demi hari seakan menjadi rentetan perjuangan untuk mengatasi permasalahan yang datang.

Pikiran dan perasaan serta kreaktivitas tercurah untuk bahu-membahu menutup kekurangan yang ada.

“Sejak kami menikah kami sepakat mengutamakan keluarga daripada keinginan masing-masing,” kata pasutri.

“Rasanya bunga-bunga dan hiasan di pelaminan waktu itu menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan niat kami untuk benar-benar melihat ke masa depan,” lanjut sang suami.

“Kami punga latar belakang yang kurang lebih sama, dari keluarga yang tak harmonis, kami sama-sama ditinggal oleh ayah kami sejak kecil,” kata sang isteri.

“Inilah yang kami doakan setiap saat supaya kami bisa saling setia, dan saling melengkapi,” lanjutnya.

“Ketidakhadiran figur ayah sejak kecil membuat kami sejak awal berusaha menjaga keutuhan bahtera rumah tangga kami. Jangan sampai anakku mengalami situasi seperti yang kami alami,” kata sang suami.

“Sejak awal pernikahan, persoalan datang silih berganti, namun kami yakin bahwa kami akan mampu mengatasi satu per satu masalah itu, karena kami punya Tuhan Yesus,” lanjutnya.

“Dialah yang menolong kami ketika kami perlu biaya pernikahan, ketika kami perlu rumah, ketika pekerjaan mengalami kebuntuan, ketika anak kami lahir dan divonis sakit tertentu,” sahut sang isteri.

“Tuhan bukan di luar rumah kami, tetapi ada di relung hati kami, ada di dalam rumah tangga kami” lanjutnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,”

“Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 

Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”

Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Pengalaman akan “kekurangan” seperti yang terjadi dalam pesta perkawinan di Kana juga dapat terjadi dalam kehidupan kita.

Perencanaan yang telah disiapkan dengan maksimal ternyata gagal mengantisipasi beberapa hal sehingga menimbulkan masalah serius.

Kadang kita tidak tahu bagaimana harus mengatasi permasalahan tersebut.

Namun di saat yang genting itu ternyata Tuhan menyediakan pertolongan yang tidak pernah terduga. Kita menemukan solusi di luar perencanaan dan perkiraan.

Bahkan jalan keluar yang disediakan Tuhan, melebihi daripada yang kita harapkan.

Anugerah anggur keselamatan adalah pemeliharaan Allah yang melimpah di saat keluarga kita mengalami krisis dan tidak menemukan jalan keluar.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku tetap mengandalkan Tuhan di saat krisis datang menghampiri hidupku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here