Apa Gunanya Punya Banyak, tapi Kehilangan Jiwa

0
236 views
Ilustrasi - Amanat Agung
  • Bacaan 1: 1Kor 9:16-19. 22-23
  • Injil: Mrk 16:15 – 20

ORANG yang akan pergi jauh atau akan meninggal kadang meninggalkan pesan yang sering disebut sebagai amanat atau wasiat.

Orang yang menerimanya tentu akan berusaha untuk melaksanakan amanat atau wasiat tersebut.

Injil hari ini mengisahkan ‘Amanat Agung’ dari Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya sebelum Ia naik ke surga.

”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Sebuah pesan penting yang mutlak harus dilaksanakan sebagai orang Kristiani. Orang Katolik wajib bermisi dan mewartakan injil kepada segala makhluk tanpa terkecuali karena itu perintah langsung Tuhan Yesus.

Saat bermisi dan mewartakan injil maka seorang Kristiani akan diberikan kuasa seperti: mengusir setan, berbicara dalam bahasa asing, memegang ular, kebal terhadap racun dan kuasa menyembuhkan penyakit dalam nama Tuhan Yesus.

Namun, dalam pewartaan perlu mendapat tanggapan dari yang diwartakan. Bagi mereka yang percaya akan diberikan kasih karunia keselamatan kekal.

Namun bagi yang tidak percaya maka akan dihukum binasa kekal di neraka.

Inspirasi “Amanat Agung Kristus” inilah yang dilaksanakan oleh St. Fransiskus Xaverius dan Rasul Paulus dalam mewartakan kabar baik.

Prinsip hidup, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan jiwanya,” telah mengubah sikap hidup St. Fransiskus Xaverius.

Bahwa kehidupan (jiwa) kekal adalah tujuan akhir orang beriman dan bukan harta duniawi.

St. Fransiskus Xaverius bahkan berani pergi bermisi meninggalkan tanah kelahirannya di Navarra, Spanyol.

Ia berani mengambil sikap hidup menjadi abdi Allah bagi penyebaran injil dan pembangunan Kerajaan Allah di dunia, menyebarkan iman Kristiani.

Ia mewartakan hingga ke India, Malaka, Kepulauan Maluku, dan Jepang sebelum wafat di Tiongkok.

Begitupun Rasul Paulus, ia tidak sombong boleh mewartakan injil karena ditangkap oleh Kristus sendiri.

Ia mewartakan dengan sukarela, itulah imbalannya. Ia tidak mencari upah uang atau materi duniawi karena bukan itu tujuan pewartaannya.

Bagi Paulus, kebebasan hidup itu adalah melayani jemaat baik Yahudi maupun non Yahudi. Itulah wujud ketaatan melaksanakan “Amanat Agung Kristus.”

Pesan hari ini

Mewartakan bisa mulai dari hal sederhana, misalnya perilaku baik kepada sekitar dan sesama, membuat renungan, sehingga orang lain mengenal Tuhan Yesus Kristus.

Inilah wujud melaksanakan “Amanat Agung Kristus.”

Harta duniawi bukanlah tujuan hidup, namun iman Kristus yang utama agar jiwa tetap hidup selamanya.

“Permata tidak akan bersinar tanpa gesekan, demikian juga hidupmu tidak akan sukses tanpa tantangan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here