Artikel Kemanusiaan: Pernikahan Dini

0
373 views
Ilustrasi: Sinetron Pernikahan Dini by YouTube.

MENJELANG masuk Cipari, di dekat Puskesmas, terpampang banner besar bertuliskan “Cegah Penikahan Dini”.  

Ternyata betul, di belakang penulisan itu ada keprihatinan besar, yang dirasakan oleh pemerintah. Jika masuk ke pelosok-pelosok desa, gampang terlihat gadis-gadis muda yang menggendong anak. Dan betul itu anaknya. Belum wangun sebenarnya mereka itu berposisi sebagai ibu. Patutnya, gadis, pasca ABG. Eman-eman.

Dahulu, ada film sinetron, berjudul Pernikahan Dini. Yang memerankan, AgnesMo & Syahrul Gun. Rasanya, baik film itu diputar terus tiada henti.  Atau sekurang-kurangnya di update kembali.

Untuk apa. Untuk mengingatkan masyarakat, agar tak terpaksa nikah dini. Karena efek negatifnya lebih banyak, daripada positifnya. Banyak yang repot. Banyak soal muncul. Dari psikis, hingga soal ekonomi. Beli beras, beli susu, gizi, obat, dsb.

Pernikahan dini, jujur saja, kerap kali tak direncanakan. Alias “kecelakaan”.

Orang pacaran, mesra-mesraan, lalu hamil duluan, padahal belum nikah. Di sinilah eros-erotica, hasrat sexual bergerak. Yang tak mampu mengelola, jatuh dalam lembah –maaf—dosa sexual.

Seorang ibu tua, penjual jadah goreng di pasar, amat sibuk mengurusi dagangan dan pembelinya. Dari terima uang, goreng, cuci piring, masukkan kayu ke tungku, dsb. Ketika ditanya, kok tak ada pembantu or karyawan, dia jawab, orang sekarang pada tak mau kerja kayak gini. Minta bayarnya tinggi.

Salah satu kerabatnya pernah mau bantu, seorang ibu muda. Namun malah jadi repot. Ibu muda ini selalu bawa anak. Padahal usianya baru lulus SMA. Jika bantu malah ribut, anaknya rewel. Dan parahnya, suaminya juga usia SMA-nan. Kini tak kerja, apa-apa masih dari orangtuanya. Wah…duh….!

Hindari pernikahan dini. Cegah pacaran kebablasan. Demi kesejahteraan umat manusia, kita bersama.

Sidareja, 3 Sept 2019

Wasalam -peng-oedoed-76-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here