Bahagia: Saat dan Setelah Berdoa

0
333 views
Membacakan Kitab Suci untuk anak tercnta (Ilustrasi/Ist)

INI berkisah tentang si kecil, namanya Anas, yang rajin ikut berdoa bersama kami.

Kisahnya demikian.

Setiap kali kami hendak menuju kapel dan berdoa, si kecil, namanya Anas (Anaknya Mas Purwanto dan Mbak Yuni, Karyawan di Propinsialat SCJ Palembang), berlari dan ikut bergabung berdoa.

Ia selalu duduk di sampingnya Br. L Widodo SCJ.

Beberapa hari saya amati tingkah-polahnya. Apa yang ada dipikirannya? Aku tidak tahu. Tetapi dari sorot mata dan raut mukanya, dia tampak bahagia. Kadang ada simpul senyum dari bibirnya yang mungil.

Sore itu, setelah keluar dari kapel kutanya dia, “Adik doa apa sore ini?.”

Ia menjawab, “Bapa Kami dua kali”, jawabnya singkat.

Lalu kutanya lagi, “Doa untuk siapa?.”

Dan dia menjawab dengan berlari riang, “Untuk bapak dan ibu”.

Selesai. Legalah hati ini. Saya sudah mendapatkan jawaban yang pasti.

Si kecil, Anas berdoa untuk bapak dan ibunya.

Kapel Provinsialat SCJ telah menjadi tempat berdoa bagi si kecil, Anas. Ia rutin ikut doa sore dan malam. Kadang, saat aku duduk sendiri di kapel dan sedang membaca buku rohani, tiba-tiba Anas datang dan langsung bertanya, “Romo sedang apa?”.

Kujawab, “membaca”.

Lalu dia melihat buku yang saya baca dan dia bilang, “Aku belum bisa (membaca).”

Saya hanya pegang kepalanya dan mengatakan, “Nanti pasti bisa. Belajar yang rajin ya.” Dia mengangguk mengerti, lalu berlari keluar. Ia bahagia, pasti.

Mengapa? Karena si Anas telah mendapatkan jawabannya.

Benar, jawaban yang pasti selalu membuat kita jadi bahagia. Saat kita berdoa, Tuhan juga memberikan kepastian akan setiap doa yang kita panjatkan. Si kecil, Anas telah belajar berdoa. Ia berdoa untuk orangtuanya.

Apakah dia mendapatkan jawaban yang pasti dari doanya dengan dua kali doa Bapa Kami? Saya yakin iya. Mengapa? Karena saat dan setelah berdoa, ia berlari dengan sangat bahagia.

Begitulah!

Berdoa semestinya menjadi saat yang paling membahagiakan untuk kita. Dan setelah selesai berdoa, kita harus merasakan dan mengalami betul bahwa hati kita sungguh berbahagia.

Refleksi:

  1. Apakah diri kita selalu bahagia saat berdoa?
  2. Apakah diri kita sungguh merasa bahagia setelah selesai berdoa? Atau jangan-jangan doa selama ini menjadi beban bagi hidupmu karena kamu sama sekali tidak mengalami kebahagiaan saat dan setelah selesai berdoa.

Juga ada lho yang “malah nesu” (jadi marah) dengan Tuhan, karena merasa doanya tidak segera dijawab oleh Tuhan, lalu “ngambek” dan tidak mau berdoa lagi kepada Tuhan.

Lucu ya? Kok marah dengan Tuhan.

Lewat kisahnya si kecil, Anas, Janganlah malu untuk belajar berdoa lagi. Aku juga, sebagai imam, telah belajar dari keceriaan si kecil, Anas, saat dan setelah berdoa.

Intinya saat dan setelah berdoa, kita harusnya bahagia, karena Tuhan pasti mendengarkan doa-doa kita dan dengan segera juga memberikan jawaban yang pasti atas doa-doa kita itu.

Hong Kong, 16 April 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here