Bartimeus, Sembuh dan Tumbuh

0
8,704 views
Yesus menyembuhkan Bartimeus. (Ist)

romo hanMINGGU BIASA 30,B; 29 Oktober 2000; 25 Oktober 2015

Yer. 31:7-9; Ibr. 5:1-6; Mrk. 10:46-52

ORANG buta yang disembuhkan Yesus bernama Bartimeus. Nama ini hanya dikenal oleh Markus, penulis Injil ini. Tetapi Matius dan Lukas yang juga menceritakan peristiwa yang sama, tidak menyebut nama orang buta itu. Selama hidup di dunia, Yesus menyembuhkan banyak orang. Tetapi tidak pernah disebut nama orang yang disembuhkanNya kecuali Bartimeus. Ini berarti nama Bartimeus dikenal oleh umat yang pembaca Injil Markus.

Siapa sebenarnya Bartimeus?

Bartimeus seorang pengemis di kota Yerikho. Kota Yerikho terletak di lembah Yordan yang. Kota ini nyaman untuk ditinggali. Banyak orang penting di Yerusalem yang berlibur ke Yerikho. Jadi lalu lintas berita di Yerikho itu lancar. Bartimeus pasti sudah mendengar tentang Yesus. Mungkin juga pernah mendengar Yesus menyembuhkan orang buta. Jadi dia berharap dan percaya pada Yesus, meski belum pernah bertemu dengan Yesus.

Karena itu saat Yesus lewat kota Yerikho, Bartimeus tidak mau kehilangan kesempatan ini. Dia berteriak keras-keras, tanpa perduli larangan dan omelan orang-orang yang merasa terganggu oleh teriakannya. Ketika Yesus memanggilnya, Bartimeus dengan semangat dan gairah menemui Yesus. Ia lepas dan tinggalkan mantolnya supaya dapat bersegera menemui Yesus. Padahal mantol itu adalah alas duduk selagi mengemis dan pelindung dingin pada waktu malam.

Dia tinggalkan mantol itu dan mungkin tidak akan menemukannya lagi. Dan setelah ia disembuhkan, ia tidak pergi seperti yang diperintahkan Yesus, tetapi ia memilih mengikuti Yesus. Seandainya Bartimeus pergi, mungkin ia menjadi sama dengan banyak orang lain yang disembuhkan oleh Yesus dan tidak disebut kembali dalam Injil.

Bartimeus dikenal oleh umat Roma, tempat Markus menulis injil. Umat Roma pada waktu itu mengalami penindasan kaisar Roma. Besar kemungkinan bahwa Bartimeus termasuk orang yang tetap setia dalam imannya kepada Yesus Kristus, juga pada saat penderitaan dan penindasan.

Bartimeus adalah orang yang diubah karena imannya. Ia adalah kontras yang berlawanan dengan para murid Yesus. Mereka mengikuti Yesus, tetapi tetap berpegang pada harapan dan keinginan mereka masing-masing.

Injil Minggu yang lalu, sesudah Yesus memberi tahukan penderitaan dan kematianNya yang ketiga, reaksi para murid ialah berebut kuasa duduk disebelah kanan dan kiriNya. Iman bukan perkara melihat atau mengerti. Iman adalah suatu sikap hati yang terarah, berharap pada Tuhan saja. Itulah sikap Bartimeus yang tidak menyerah pada tantangan dan hambatan orang banyak, ia berani meninggalkan hal-hal yang berharga untuk bertemu dengan Yesus. Sehingga ia yang dulu duduk dan mengemis akhirnya melek dan berjalan mengikuti Yesus.

Berbeda dengan para murid yang melek dan selalu mengikuti Yesus, tetapi masih buta dalam iman. Banyak orang seperti para murid. Sudah percaya pada Yesus, tetapi tidak bertumbuh dalam mengikuti Dia.

Yang dapat kita pelajari dari hidup dan iman Bartimeus ialah: kita dapat tumbuh melampaui berkat-berkat yang kita terima. Bartimeus disembuhkan. Kita pernah mengalami doa-doa kita dikabulkan. Tetapi apa yang terjadi sesudahnya?

Bisa jadi kita seperti orang banyak yang disembuhkan atau diampuni atau dikabulkan doanya oleh Yesus, lalu kembali pada hidupnya yang lama; tidak mengikuti Yesus. Tidak ikut hadir saat Dia disalib dan tidak mengikuti Dia saat Dia bangkit. Kita terpancang pada hadiah, berkat dan kurnia yang kita terima, tetapi tidak terdorong untuk lebih dekat dengan Sang Pemberi Kurnia.

Bartimeus tumbuh dari penerima berkat menjadi penerima keselamatan. Bartimeus tumbuh dari pengagum Yesus menjadi pengikut Kristus. Dari yang bersyukur menjadi yang setia memikul salib mengikuti Dia. Semoga iman kita tumbuh bersama segala kurnia yang sudah dan yang akan terus kita terima dari Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here