Belajar Melukis Bersama Mas Tri di Alun-alun Krida Bakti Wonogiri

0
89 views
Belajar melukis bersama Mas Tri di Alun-alun Krida Bakti Wonogiri (Mathias Hariyadi)

WONOGIRI yang panas. Namun di alun-alun Krida Bakti di pusat kota ini justru menawari atmosfir berbeda. Tidak panas, tapi juga tidak dingin.

Malam itu tercatat tanggal 20 Juli 2022.

Selepas makan malam bersama Romo Fajar Pr dan Romo Agus Suryana Gunadi Pr di Pastoran Gereja Santo Yohanes Rasul Paroki Wonogiri, saya menyempatkan keluar dari kompleks pastoran.

Saya berjalan gontai menuju alun-alun kota ini yang punya nama beken: Krida Bakti. Lokasinya persis di depan Kantor Bupati Kabupaten Wonogiri. Persis di tepi Jalan Kabupaten. Tidak jauh dari Gereja St. Yohanes Rasul Paroki Wonogiri. Hanya selemparan batu saja.

Malam itu, hujan tak sudi mampir di Wonogiri. Padahal hari-hari sebelumnya, tetesan air dari langit sering membasahi tanah Wonogiri. Karena itu, Alun-alun Krida Bakti Wonogiri seperti tak mau menampik kedatangan banyak tamu – warga lokal Wonogiri yang ingin menikmati suasana dan angin malam di dalam lapangan luas ini.

Mata saya terantuk pada pemandangan menarik.

Seorang ibu dengan sangat telaten menemani anaknya melukis. Pemandangan ini terjadi di tengah kegelapan malam. Waktu itu, alun-alun yang luas itu itu bisa sedikit menjadi lebih terang karena efek cahaya lampu Penerangan Jalan Umum yang ada di sekitaran.

Belajar melukis pada Mas Tri

Pemandangan yang sangat tidak biasa itu kian menarik atensi. Terlebih, ketika seorang remaja puteri juga ikut duduk rileks. Menekuni kegiatan melukis. Ia melukis dengan mengambil pola gambar dari monitor layar HP. Barulah kemudian, gagasan visual itu ditimpakan di atas semacam kain kanvas sederhana yang sebelumnya sudah dipasang rapi di atas tanah rerumputan Alun-alun Krida Bakti Wonogiri.

Kedua orangtua remaja puteri dari Wuryantoro ini tampak dengan setia menemani anaknya melukis.

Dan tidak jauh dari situ ada Mas Tri. Rupanya, bapak muda inilah yang membuka “usaha” mandiri berupa fasilitas belajar melukis dengan fasilitasi berupa papan-papan kecil bermuatan semacam stereofoam.

Menjawab Titch TV, Tri mengaku sudah menekuni usaha ini kurang lebih selama tujuh tahun terakhir ini. “Karena keadaan tentu saja,” tuturnya gamblang.

Isterinya mendukung dari rumah. “Dengan jualan online,” tambah Tri.

Pasar malam

Selama kurang lebih 45 menit berada di Alun-alun Krida Bakti Wonogiri rasanya seperti mengais-ais kisah lawas di kampung. Ketika di tahun 1970-an di kota kelahiran penulis waktu itu sering ada “pasar malam” di pusat kota kecamatan. Namanya Konderan. Di situlah dulu sekali sering ada aneka hiburan atraktif suka digelar di situ.

Tentu saja, atmosfir “pasar malam” di Konderan tahun 1970-an itu masih sangat sederhana. Belumlah tampil semodern dan secanggih seperti yang saya saksikan di Alun-alun Krida Bakti Wonogiri, akhir bulan Juli 2022 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here