Belajar Mencintai Anak-Anak dari Yesus

0
18 views
Ilustrasi - Yesus dan anak-anak kecil

BANYAK suami-isteri mendambakan anak. Buah hati itu amat bernilai bagi keluarga. Para guru TK dan SD juga mendambakan anak-anak yang membuat suasana sekolahnya hidup. Mereka itui masa depan masyarakat dan gereja.

Namun, perhatian gereja terhadap pendidikan iman anak-anak belum maksimal. Sebagian paroki belum membuat anggaran untuk mendidik tenaga pengajar iman anak-anak usia dini. Banyak guru sekolah Minggu yang mengajar sebagai tenaga suka rela.

Konsekuensinya bisa dilihat. Pengajaran dan pendidikannya seadanya dan tidak profesional. Kerap kali gurunya berganti-ganti (namanya juga suka rela). Akibatnya, tidak ada kontinyuitas. Program dan kegiatannya tergantung selera guru.

Masih banyak yang berpendapat bahwa mengajar anak kecil itu mudah. Tidak perlu guru yang profesional dan berpendidikan tinggi. Sesungguhnya, mendidik anak kecil memerlukan ilmu tentang psikologi anak. Mengajarkan iman kepada anak kecil membutuhkan bekal pengetahuan iman yang memadai pula.

Injil hari ini berbicara tentang orang yang membawa anak-anaknya kepada Yesus agar Dia menjamah mereka (Markus 10:13). Namun para murid Yesus memarahi mereka (Markus 10:13). Mungkin mereka mengganggu anak-anak itu mengganggu.

Namun, Yesus marah kepada para murid-Nya (Markus 10:14). Dia kemudian menjelaskan ajaran-Nya tentang anak kecil. Pertama, mereka itulah yang empunya Kerajaan Allah (Markus 10:14). Kedua, orang hendaknya belajar menerima Kerajaan Allah seperti anak-anak (Markus 10:15).

Akhirnya, Yesus memeluk anak-anak itu dan memberkati mereka (Markus 10:16). Dengan demikian, Yesus mengajar bagaimana mencintai anak-anak.

Bagaimanakah selama ini kita mencintai anak-anak? Apakah kita memperhatikan mereka dan membawanya kepada Yesus agar mereka mengenal dan percaya kepada-Nya serta mendapat berkat dari-Nya?

Sabtu, 25 Mei 2024
HWDSF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here