Benediktus XVI: Caritas Internationalis, Lembaga Gerejani Pewarta Kasih

3
2,079 views

SESAWI.NET, Vaticano — “PERTAMA-TAMA, saya ingin mengucap syukur kepada Allah atas berkatNya yang berlipat ganda kepada Gereja selama 60 tahun berdirinya Caritas Internationalis”.

Ucapan syukur dan bukan ungkapan puja-puji menjadi kalimat pembuka yang diucapkan Paus Benediktus XVI saat menyapa para peserta Sidang Umum Caritas Internationalis ke-19 di Vatican City, 27 Mei 2011 lalu. Tahun ini, badan internasional gerejani ini mengambil tema One Human Family, Zero Poverty menjadi rujukan Sidang Umum mereka dalam rangka memperingati 60 tahun berdirinya lembaga karitatif gerejani ini.

Tentu, selain mengucapkan pujian atas kinerja yang mengagumkan dari lembaga sosial karitatif gerejani ini, Paus sebagai pemimpin gereja universal juga kembali menegaskan “asas dan dasar” Caritas Internationalis.

“Caritas Internationalis telah mendapatkan kesan khusus di hati segenap umat gerejani universal, terutama karena kerjasamanya dengan hirarki Gereja. Caritas Internationalis terpanggil untuk berpartisipasi menjalankan misi Gereja yakni melaksanakan karya-karya amal untuk menunjukkan Kasih yang tak lain adalah Allah itu sendiri,” ungkap Paus.

Deus Caritas Est
Pada kesempatan itu, tak lupa Paus juga menyitir Deus Caritas Est (Allah adalah Kasih), ensiklik pertama beliau. Di situ Paus kembali menegaskan bahwa “Gereja merangkul jutaan laki-laki dan perempuan dan memungkinkan mereka untuk mengenali dan merasakan kasih Allah yang selalu dekat dengan setiap orang yang membutuhkan.”

“Bagi kita orang kristiani, Allah adalah sumber amal dan amal tersebut dimaksudkan bukan hanya sebagai filantropi umum, tetapi sebagai pemberian diri sendiri, bahkan sampai mengorbankan hidup sendiri demi orang lain, meniru teladan Yesus Kristus,” kata Paus mengutip Deus Caritas Est.

Pewarta Kasih

Menguraikan karakteristik yang membedakan Caritas Internationalis, Bapa Suci lalu menjelaskan, “Caritas berbeda dari lembaga-lembaga sosial lainnya. Caritas merupakan lembaga gerejani dan itu berarti berpartisipasi dalam misi Gereja Universal untuk mewartakan kasih Allah.”.

“Caritas Internationalis dibentuk terutama dari berbagai Caritas nasional. Semua memberi bantuan istimewa kepada para uskup dalam aktivitas pastoral amal mereka. Ini berarti mereka memiliki tanggungjawab khusus gerejawi, yakni membiarkan dirinya dipimpin oleh hirarki,” tandas Paus.

“Tahta Suci mempunyai tugas memantau kegiatan lembaga ini dan memastikan bahwa kegiatan amal dan kemanusiaan yang dilakukannya –termasuk materi dokumen dan publikasi yang dirilis itu—secara prinsipiil harus selaras dengan Tahta Apostolik dan ajaran Gereja. Caritas harus dikelola secara kompeten dan transparan,” lanjut Sri Paus.

“Caritas adalah sebuah organisasi yang berperan mendorong persekutuan antara Gereja Universal dan Gereja-gereja lokal serta menjalin persekutuan di antara umat beriman dalam melaksanakan amal. Pada saat sama, ia dipanggil memberi kontribusi mandiri yang membawa pesan Gereja,” ungkap mantan profesor teologi ini.

“Lembaga ini dipanggil bertugas mengubah hati manusia agar semakin terbuka kepada semua saudara-saudari kita, sehingga semua orang –dengan sepenuhnya menghormati kebebasan dan dengan tanggung jawab– dapat selalu bertindak kapan saja dan di mana saja demi kepentingan umum. Yakni, menunjukkan kemurahan hati menyediakan terbaik dari diri mereka sendiri pada pelayanan kepada saudara-saudari kita, terutama yang paling membutuhkan,” terang dia.

“Karakter berbeda inilah yang menjadi kekuatan Caritas Internationalis. Itulah yang membuat karyanya menjadi sangat efektif,” tandas Paus yang semula bernama Kardinal Joseph Ratzinger ini.

Pada kesempatan Sidang Umum Caritas Internationalis ke 19 yang baru lalu itu, Kardinal Oscar Andrés Rodríguez Maradiaga yang saat ini menjabat Uskup Agung Tegucigalpa (Honduras) secara aklamasi terpilih menjadi Presiden Caritas Internationalis untuk masa jabatan empat tahun ke depan. Sementara, posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Michel Roy dan posisi Bendara dipegang oleh Bendahara Jürg Krummenacher.

Shirley Hadisandjaja Mandelli, WNI tinggal menetap di Milano, Italia.


3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here