Berani Menjawab “Ya” dan Setia Tekun Melaksanakannya, Kisah Cantik Kongregasi SMFA (2)

0
176 views
Kaul Kekal dan pesta hidup membiara di Kongregasi Suster SMFA di Kapel Novisiat Pontianak dengan jumlah undangan sangat terbatas. (Dok. SMFA)

PENTING sekali berani menjawab “ya”.

Kotbah dalam misa pengucapan Kaul Kekal dan pesta 50 tahun hidup membiara diisi dengan dialog dengan kedua suster pestawati.

Kata kunci dan pesan emas Sr. Paula SMFA sebagai berikut:

  • Komitmen dengan panggilan awal, jawab ‘ya’ seumur hidup dan setia sampai akhir apapun risikonya.
  • Setia mengolah setiap tantangan dan kesulitan sedemikian rupa sehingga bertahan karena kekuatan Tuhan dan campur tangan Tuhan yang luar biasa.

“Mulai sekali lagi,” kata Sang Serafim Santo Fransiskus Asisi.

Kata kunci dan pesan emas Sr. Felisia SMFA adalah “selalu ingat dan kembali kepada Kehendak Tuhan”.

Kedua suster pestawati dan wakil dari keluarga .

Wakil dari keluarga

Kaul Kekal bagi Sr. Felisia Dina SMFA sangat berbeda dari tahun–tahun sebelumnya, lantaran Pontianak juga tidak bebas dari pandemi Covid-19.

Kali ini, Kongregasi tidak mengundang siapa–siapa. Wakil keluarga Sr. Felisia SMFA yang bisa datang hanyalah kedua adik Sr. Felisia SMFA.

Mereka datang mewakili keluarga besarnya.

Sr. Felisia Dina SMFA lahir di Korek tahun 1990 dan berasal Paroki Santo Fidelis, Sungai Ambawang, Keuskupan Agung Pontianak. Ia anak keempat dari tujuh orang bersaudara dari pasangan Bapak Wihelmus Rati Aben dan Ny. Theresia.

Perjalanan hidup membiara dijalani dengan kisah berikut:

  • Masuk Postulan 29 November 2009.
  • Masuk Novis 6 Februari 2011.
  • Mengucapkan profesi pertama 6 Februari 2013
  • Mengucapkan Kaul Kekal 13 Juni 2021 dengan motto: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu.” (Luk 1: 38a).
Misa sederhana di Kapel Novisiat SMFA di Jl. Danau Sentarum, Kota Pontianak.

50 tahun membiara

Kongregasi SMFA bersyukur atas kesetiaan Sr. Paula Nyimoi SMFA yang telah menghidupi kaul-kaul selama 50 tahun hidup membiara.

Keberanian mengikrarkan kaul dan setia dalam kehidupan membiara selama 50 tahun tentu tidaklah mudah. Perlu perjuangan dan pengurbanan yang tidak mudah pula.

Sr. Paula Nyimoi SMFA saat ini masih tinggal di Komunitas SMFA Putussibau. Jarak Putussibau–Pontianak kira–kira 579,5 km.

Karena pandemi global sejak Maret 2020 yang lalu dan membuat takut naik kendaraan umum, maka Sr. Paula SMFA dijemput di Sintang. Baru kemudian pergi Pontianak dan selanjutnya menjalani karatina kurang lebih 10 hari.

Di sela-sela menjalani masa karantika, Sr. Paula SMFA mengisi hari-harinya dengan berdoa di Rumah Retret Santo Fransiskus di Kompleks Provinsialat Kapusin Pontianak.

Maka melalui doa–doa sebagai bentuk dukungan seluruh anggota Kongregasi dan percaya, Tuhanlah yang memampukan mereka untuk tetap setia.

Juga agar Tuhan juga senantiasa memampukan kita semua berani setia menghidupi panggilan kita masing-masing. Persis sebagaimana yang diteladankan oleh Santo Antonius Padua, Pelindung Kongregasi SMFA. 

Kedua pestawati bersama kolega suster Kongregasi.

Kisah panggilan hidup

Sr. Paula Nyimoi SMFA lahir di Tuguk tahun 1945 dan berasal dari Paroki Santo Paulus Tuguk, Keuskupan Sintang. Ia merupakan anak ketujuh dari sembilan orang bersaudara dari pasutri Bapak Rafael Rimao dan Ny. Anastasia Rena -keduanya sudah meninggal dunia. (Almarhum), anak ke 7 dari 9 bersuadara.

Perjalanan hidup membiara dia lakoni sebagai berikut:

  • Menjadi Postulan tangga 8 Desember 1968.
  • Masuk Novisiat tanggal 15 Agustus 1969.
  • Mengucapkan Profesi Pertama tanggal 5 Desember 1971.
  • Mengucapkan Profesi Kekal tanggal 22 April 1979.
  • Merayakan pesta hidup 25 tahun membiara tanggal 22 September 1996.
  • Pesta 40 tahun membiara tanggal 14 Agustus 2011.
  • Pesta 50 tahun membiara tanggal 13 Juni 2021 dengan motto: “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” (Filipi 3:7)
Dukungan dan doa dari segenap kolega suster dalam tarekat.

Harta karun hidup religius

Dalam kotbahnya, Pastor William Chang OFMCap mengatakan sebagai berikut.

Harta Kkrun berupa ketiga kaul terus kita pelihara, kita rawat baik–baik, kita kembangkan baik–baik sehingga tampak Kerajaan Allah dalam hidup, dalam hidup persaudaraan dan hidup seluruh Kongregasi.

Apa pun yang kita hidupi sekarang ini tertuju kepada Kerajaan Allah.

Istilah “Kerajaan Allah” sering kita dengar rumusannya hebat–hebat, tetapi Yesus katakan Kerajaan Allah adalah kondisi penuh kedamaian, mau mengerti orang lain, rukun, mau bekerja sama.

Berkat berlimpah karena kasih dan penyertaan Tuhan dalam segala situasi.
Peristiwa elok di Kongregasi hidup hilang “lenyap” kalau tidak ada yang mau merekamnya dalam bentuk tulisan kenangan dan foto-foto sejarah.

Bagian inti lainnya dari Kerajaan Allah adalah cinta kasih, berupa keadilan, keadilan Tuhan, keadilan terhadap diri, keadilan terhadap sesama dan keadilan kepada Tuhan.

Isi lain Kerajaan Allah adalah keadilan. Juga keterlibatan kita secara penuh dalam  seluruh Kongregasi.

Kita mempunyai rasa memiliki, apa yang terjadi pada Kongregasi, saya ikut terlibat. Apa yang terjadi pada saya, seluruh Kongregasi terlibat.

Di akhir kotbahnya, Pastor Willian Chang OFMCap mengajak umat memuji kebesaran dan keagungan Allah bersama Santo Anonius dari Padua. Setiap kali doa, karena hampir semua doa yang disampaikan melalui mulutnya dikabulkan. (Selesai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here