Berkat Tuhan Pasti Ada

0
237 views
Ilustrasi: Rumah. (Ist)

Renungan Harian
Jumat, 26 November 2021
Bacaan I: Dan. 7: 2-14
Injil: Luk. 21: 29-33
 
“ROMO, rumah kecil ini adalah rumah yang amat berarti dalam hidup saya. Rumah saya ini meskipun kecil, tetapi memberikan kenyamanan dan selalu memberikan kekuatan bagi hidup saya.

Saat saya merasa terpuruk, tidak berdaya, melihat dan menikmati rumah ini saya merasakan kekuatan baru untuk bangkit dan terus berjuang.
 
Romo, saat awal bekerja sebagai buruh di pabrik itu, saya tinggal di rumah petak kecil bersama dengan empat orang teman.

Kami sengaja tinggal berempat agak berhimpitan supaya bisa menghemat dengan begitu gaji buruh yang kecil itu, tetap ada yang bisa saya sisihkan.

Saya menjalani hidup dengan prihatin dan sebenarnya bukan hal yang aneh karena saya memang sejak kecil hidup selalu prihatin mengingat situasi keluarga.

Dengan hidup prihatin, saya bisa menyisihkan gaji saya untuk orangtua dan sedikit untuk saya tabung.
 
Setelah dua ahun saya kerja dan tinggal di rumah petak bersama dengan empat orang teman, ada tawaran untuk membeli rumah dengan cara kredit. Waktu itu ada keinginan

Berhari-hari saya berpikir dan merenung apakah saya mau membeli rumah atau tidak. Untuk uang muka yang ringan waktu itu bisa saya bayar, tetapi untuk cicilan rumah menjadi amat berat, karena kalau harus membayar cicilan rumah maka untuk makan sehari-hari tidak cukup.

Tetapi kalau saya tidak berani membeli rumah, rasanya sampai kapan pun saya tidak akan mampu. Saat itu, saya hanya ingat pesan orangtua, kalau mau berjuang berkat itu pasti ada.

Berkat tidak hanya dimohon tetapi juga harus diperjuangkan. Dengan berbekal itu saya memberanikan diri untuk membeli rumah. Teman-teman serumah kaget dan menganggap saya bodoh dengan keputusan itu.

Mereka selalu mengatakan nanti kamu makan apa? Kenapa tidak berpikir panjang dan lain sebagainya. Apa yang dikatakan teman-teman saya dengarkan, saya renungkan sebagai saran, tetapi saya tetap bulat dengan keputusan saya.

Setiap kali sehabis gajian, saya membeli beras untuk sebulan, soal sayur atau lauk saya tidak memikirkan, karena minimal sudah ada beras sehingga saya tidak kelaparan.

Saat itu saya pikir semua bisa saya jalani. Kebutuhan makan saya rasanya tidak masalah, karena sudah ada beras, pagi tidak harus makan, makan siang dapat dari pabrik, untuk makan malam cukuplah kalau nasi dengan garam.

Namun syukur pada Allah pada waktu itu banyak lemburan di pabrik, sehingga selain saya mendapatkan tambahan penghasilan, saya mendapat makan malam yang cukup bergizi.

Seiring dengan berjalannya waktu rumah menjadi milik saya, meski masih harus mengangsur tetapi kebutuhan hidup saya menjadi tercukupi. Maka rumah ini sungguh-sungguh menjadi bukti bahwa berkat Tuhan itu pasti kalau mau berjuang.

Itulah Romo mengapa rumah ini menjadi sumber kenyamanan dan kekuatan hidup saya,” seorang bapak menceritakan pengalamannya.
 
Pengalaman bapak itu menegaskan bagi saya, dalam banyak kebingungan, keraguan dan ketidak pastian ada satu yang pasti yaitu keyakinan bahwa berkat Tuhan selalu ada dan tersedia bagi kita.

Berkat Tuhan selalu tersedia, berkat yang selalu dapat dimohon dan harus diperjuangkan.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here