Berkorban dan Melayani dalam Kasih: Minggu,18 Oktober 2015

0
2,153 views
Melayani sesama by ist

Minggu Biasa XXIX: Yes 53:10-11, Mzm 33:4-5, 18-19, 20, 22; Ibr 4:14-16; Mrk 10:35-45

Yesus bersabda, “Anak Manusia datang untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang…”

Dalam hidup sosial kita, tak seorang pun ingin menjadi yang terakhir. Nyatanya, keinginan menjadi yang terbesar tampaknya melekat dalam diri kita semua.

Injil hari menyatakan kepada kita tentang Yesus yang mengajarkan kepada kita sesuatu yang tak terpikirkan. Jika kita ingin menjadi yang pertama dan terbesar, maka kita harus menjadi yang terakhir dari semua dengan mengutamakan mereka. Kita harus pula peduli pada sesama seakan persoalan mereka juga menjadi persoalan kita sendiri pula.

Yesus menggabungkan kekuasaan dengan cinta tanpa syarat dan pelayanan total, kehendak untuk berkorban demi kepentingan sesama. Kekuasaan tanpa pengorbanan bukan apa-apa. Itu hanya mencari kepentingan diri sendiri saja.

Bagaimana kita dapat melayani secara total? Injil hari ini menerangkan apa itu pelayanan dan pengorbanan menurut Yesus. Kita harus minum cawan jika kita ingin berperan dalam kerajaan-Nya.

Cawan macam apakah yang harus kita minum? Cawan itu mencakup penderitaan fisik dan perjuangan yang membawa rasa sakit kemartiran. Cawan itu sedemikian pahit, sebab mencakup salib. Kita harus menyerahkan nyawa hingga titik darah penghabisan demi Kristus dan sesama.

Apa artinya? Yesus telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita. Ia juga memanggil kita untuk dengan bebas menyerahkan hidup kita demi pelayanan kasih sehari-hari dan berkorban bagi sesama. Itu membahagiakan daripada membebani. Kasih itu mengubah hidup kita dan orang-orang di sekitar kita.

Kasih adalah pengorbanan. Jika kasih Allah mengubah hidup kita, maka pengorbanan itu tak akan membuat terbebani dan kita pun rela dan ikhlas melakukannya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar ambil bagian dalam daya kuasa Allah dan kerajaan-Nya dengan mengasihi sesama seperti Ia telah mengasihi kita. Di sana kita menyerahkan hidup kita untuk peduli pada pelayanan kepada sesama demi kesejahteraan sesama melalui doa-doa kita.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami siap menyerahkan hidup kami dan melayani sesama seperti Dikau. Semoga kami menjadi hamba-hamba kasih dan bela rasa kepada sesama. Semoga kami minum cawan-Mu dengan memberikan diri secara murah hati dan melayani dengan sukacita kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here