Bermuka Dua

0
382 views
Gosip di kalangan anak-anak by Ist

Rabu, 13 Oktober 2021

Rm.2:1-11.
Mzm.62:2-3.6-7.9.
Luk.11:42-46

ADA orang yang kelihatannya melakukan hal yang baik. Juga sikapnya sangat baik di depan orang-orang. Namun, kemudian menunjukkan sikap yang sebenarnya, setelah di belakang orang-orang tersebut.

Mereka pura-pura mengasihi kita. Namun saat kita mengecewakannya, ia langsung bereaksi dan tidak mau lagi bergaul dengan kita. 

Karena sebenarnya ia tidak sedang mengasihi kita, namun dia sedang berusaha mengasihi dirinya sendiri dan keinginannya.

Maka, ketika merasa dikecewakan dan kasihnya tidak mendapat tanggapan sesuai harapannya, mereka jadi berubah dari mengasihi menjadi membenci.

“Saya menjadi takut menerima apa pun dari ibu mertuaku,” ujar seorang ibu.

“Beliau baik. Namun sering kali kalau sedang tidak cocok hatinya, ia suka mengungkit segala pemberiannya,” lanjutnya.

“Awalnya saya tidak percaya bahwa ibu mertuaku tega membicarakan dengan menantu lainnya pemberian dia kepada suamiku. Namun ketika saya tanpa sengaja mendengar dia bercerita dengan adik iparku perihal apa saja yang telah dia berikan kepada suamiku, saya baru mengerti sebenarnya sifat mertuaku itu” kata ibu itu.

“Padahal kadangkala ibu mertuaku sendiri yang memaksa suamiku untuk menerima sesuatu dari ibu. Namun dengan menantu yang lain, ia bilang suamiku yang selalu meminta kepada ibu,” lanjutnya.

“Di depan kami, ibu mertuaku kelihatan senang dan percaya pada kami, namun di belakang kami dia menunjukkan aslinya bahwa dia sebenarnya tidak percaya dan tidak senang dengan kami,” ujarnya.

“Sedikit saja tersinggung, ibu mertuaku bisa marah dan mengungkit-ungkit kebaikan apa yang telah dia berikan pada kami,” katanya lagi.

“Tentu saja ia tidak pernah melihat kebaikan kami sekeluarga. Yang ada hanyalah kekurangan dan kelemahan kami,” lanjutnya.

“Mertuaku tidak berani terus terang dengan kami. Ia selalu bicara berbeda dengan apa yang sebenarnya dia harapkan dan inginkan,” ujar ibu itu.

“Ia hanya senang dan bahagia kalau segala sesuatu sesuai harapan dan kemauannya,” sambungnya.

Hari ini dalam bacaan Injil kita dengar demikian.

“Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”

Kemunafikan orang Farisi itu diakibatkan karena kesalahan dalam memilih prioritas nilai, artinya yang tambahan dijadikan pokok dan yang penting dijalankan malahan diabaikan.

Memilih prioritas yang benar hanya akan bisa kita lakukan, jika kita tidak lagi membebani pikiran dan hati serta tubuh kita. Dengan agenda tersembunyi untuk memenuhi keinginan pribadi.

Kemunafikan itu sangat menjengkelkan karena kita tidak akan pernah tahu otensitas seseorang.

Mereka suka basa-basi, suka berpura-pura dan suka menyembunyikan kejelekan dengan pura-pura suci.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku sudah hidup jujur dan benar?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here