Bersama Romo Dr. CB Mulyatno Pr, Titch TV Mengulik Konsep dan Filosofi Sekolah Mangunan (2)

0
37 views
Ketua Pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED) Sekolah Mangunan: Romo Dr. CB Mulyatno Pr. (Titch TV/Mathias Hariyadi)

BULAN Juni 2023 lalu, Titch TV datang menyambangi Sekolah Mangunan di Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY. Karena diajak oleh Ketua Pengurus Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED): Romo Dr. CB Mulyatno Pr, imam diosesan Keuskupan Agung Semarang.

Selain menjadi Kepala Program Studi Teologi Universitas Sanata Dharma, Romo Mulyatno juga dipasrahi mengurusi hal-ikhwal perjalanan keseharian Sekolah Mangunan.

Ruang pembelajaran bersama

Kami bicara panjang lebar sejarah kemunculan Sekolah Mangunan. Juga tentang konsep dan filosofi Sekolah Mangunan. Intinya, Romo Mangun tidak pernah mengimpikan akan membangun sebuah “lembaga pendidikan” bernama sekolah. Melainkan, almarhum Romo Mangun ingin memfasilitasi anak-anak dengan sebuah sistem pendidikan dasar yang didesain sebagai “ruang pembelajaran bersama”.

Model pembelajaran di Sekolah Mangunan yang dikelola oleh Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (YDED) milik Keuskupan Agung Semarang. Sekolah Mangunan adalah karya pendidikan warisan almarhum Romo Ir. Mangunwijaya Pr. (Paulus Nugroho Wisnu’/Sesawi.Net)
Media pembelajaran yang ada di Sekolah Mangunan warisan karya pendidikan Romo Mangunan. Sekolah Mangunan kini dikelola oleh Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (YDED) Keuskupan Agung Semarang. (Paulus Nugroho Wisnu/Sesawi.Net)

Dan “ruang pembelajaran bersama” untuk anak-anak itu tidak harus berupa kelas-kelas klasikal seperti bangunan ruangan untuk bersekolah seperti yang sehari-hari kita saksikan di masyarakat. Melainkan “ruang kelas” itu bisa di mana saja.

Ya di sawah, kolam, lingkungan sekitar, pasar, masyarakat, perjumpaan-perjumpaan dengan komunitas sosial yang sangat beragam di masyarakat. Jadi di mana saja, anak-anak bisa belajar, mendengar, melihat, menyaksikan, mengalami, dan merasakan hal-hal yang mereka temukan dan alami di ruang pembelajaran yang sangat variatif tersebut.

Anak-anak harus hepi ketika berada “di sekolah”. Guru bukan lagi sebagai “pawang” pembelajaran, tapi sebagai teman dan pendamping anak-anak agar mereka masing-masing akhirnya bisa menemukan “hidden treasure” – jatidirinya sehingga bisa bertumbuh kembang secara apik dan maju. Apa yang telah mereka peroleh di “ruang pembelajaran bersama” itu hendaknya dilanjutkan di dalam keluarga.

Simak penuturan A-to-Z tentang konsep dan filosofi pendidikan Sekolah Mangunan bersama Romo Dr. CB Mulyatno Pr dengan Titch TV sebagai berikut.

Baca juga: Mewarisi Gelora Hati Romo Mangun (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here