Bersedia Menderita untuk Sukacitamu

0
137 views
Bunda Maria menerima Kabar Sukacita

Bacaan 1: Yes 7:10-14; 8:10

Bacaan 2: Ibr 10:4-10

Injil: Luk 1:26-38

Tidak banyak orang yang mau berkorban demi kebahagiaan orang lain karena biasanya orang akan berpikir untuk meraih kabahagiaannya sendiri.

Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Peringatan saat Bunda Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Secara alkitabiah, kita memang diajak bersukacita.

Namun adakah yang menyadari bahwa saat itu, Bunda Maria dalam kegalauan yang luar biasa? Seorang perawan Yahudi (belum bersuami) hamil? Saya membayangkan, mungkin saat itu Bunda Maria malah lemas dan takut pada awalnya.

Bagaimana tidak, Hukum Musa memerintahkan hukuman rajam (dilempari batu) hingga mati bagi perempuan yang hamil di luar nikah.

Maka ada tiga frasa penting yang diucapkan Malaikat Gabriel sebagai peneguhan untuk Bunda Maria:

  • Tuhan menyertai engkau
  • Jangan takut
  • Roh Kudus akan turun atasmu

Merupakan cara Tuhan campur tangan secara langsung dalam kehidupan manusia, bahwa Dia akan memberikan Roh-Nya sendiri.

Sebagai orang yang soleha, Bunda Maria hanya bisa berserah pada-Nya:

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Bunda Maria diajak Allah untuk terlibat dalam karya Keselamatan-Nya, melalui inkarnasi Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat. Sebab korban persembahan darah binatang tidak mungkin mampu menyelamatkan manusia dari dosa, demikian ditulis oleh penulis surat Ibrani.

Perasaan takut sering menyandera manusia, seperti dirasakan oleh Raja Yehuda, Ahas. Ia ketakutan karena mendapat ancaman akan diserang oleh Kerajaan Aram dan Kerajaan Israel Utara.

Kalau Bunda Maria menyerahkan ketakutannya pada Allah, maka tidak demikian Raja Ahas.

Raja Ahas menolak nasihat Nabi Yesaya (berserah pada Allah) untuk mengatasi ketakutannya terhadap ancaman serangan itu. Ia justru meminta pertolongan kepada Raja Asyur, sehingga hal ini menimbulkan sakit hati-Nya.

Namun demikian, Allah adalah penuh kasih dan setia bagi umatNya. Ia tetap memberikan sebuah tanda kepada seluruh keturunan Daud akan lahirnya Imanuel yang tergenapi dalam Diri Tuhan Yesus.

Pesan hari ini

Bunda Maria bersedia berkorban bagi sukacita orang lain untuk kelahiran Sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Bunda Maria berkorban hingga akhir hidup Anak-nya, karena untuk memberikan sukacita kekal bagi manusia Ia harus menderita dan wafat di kayu salib.

“Ketakutan atas kegagalan, selalu menghalangimu untuk menemukan sukacitamu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here