Bertahan Dalam Niat Baik

0
412 views
Ilustrasi - Mewujudkan niat menjadi laku. (Ist)

Sabtu, 26 November 2022

  • Why. 22:1-7.
  • Mzm. 95:1-2,3-5,6-7.
  • Luk. 21:34-36.

PILIHAN hidup berpusat pada kehendak Tuhan bukanlah jalan yang mudah. Namun, juga bukan hal yang tidak bisa kita hidupi.

Ada standar yang tertentu untuk berjalan di belakang Tuhan. Diperlukan pengurbanan dari dalam diri yang tidak sedikit untuk melawan tawaran duniawi.

Bahagia bersama Tuhan Yesus itu harus dibuktikan dalam totalitas kenuridan.

Tuhan Yesus telah memberi bukti dengan memberikan nyawa-Nya sendiri.

Setia pada pilihan itu tidak tumbuh dengan sendirinya. Diperlukan latihan setiap hari supaya tetap bertahan dalam komitmen.

“Saya bersyukur bahwa saya bisa bertahan atas badai hidup yang menerpaku,” kata seorang ibu.

“Hanya doa dan kepasrahan yang bisa saya panjatkan setiap waktu,” ujarnya.

“Saya yakin, Tuhan pasti menolongku,” lanjutnya.

“Sekarang, orang-orang baru mengatakan bahwa saya telah memilih yang tepat. Meski dulu mencap aku sebagai orang bodoh,” sambungnya.

“Saya lepaskan sebagian hak atas warisan untuk adik saya, meski dia sebenarnya sudah mendapatkan dan habis terjual untuk berfoya-foya,” urainya.

“Dengan memberikan sebagian dari warisan itu, adikku tidak terlantar dan bisa punya tempat tinggal,” lanjutnya.

“Meski demikian, adikku tidak serta berubah dari kebiasaan lamanya yang suka foya-foya dan memuja kenikmatan hidup,” katanya.

“Siang malam aku berdoa bagi pertobatannya,” sambungnya.

“Saat itu, kadang saya kehilangan kesabaran hingga menjadi marah dan sangat kecewa dengan sikap serta perilaku adikku,” ujarnya.

“Saya marah namun saya tetap berusaha memberikan kesempatan baginya untuk kembali menata hidup,” lanjutnya.

“Kini adikku sudah hidup benar. Jika saja waktu itu saya marah dan mengusirnya, keadaan kami tidak seperti saat ini,” sambungnya.

“Tetap prihatin dan tidak “aji mumpung” membantuku untuk tetap melihat tujuan hidup yang sesuai kehendak Tuhan,” tegasnya.

“Mau berapa kali kecewa dan marah, hubungan persaudaran tetap tidak bisa terpisah,” tegasnya lagi.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

”Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

Berjaga dan berdoa akan membuat kita tidak mudah tergoda untuk menyangkal iman ketika kita ada dalam keadaan suka maupun duka.

Kita tetap setia pada Tuhan manakala kita hidup dalam gelimpangan berkat maupun ketika harus menghadapi kesakitan, penderitaan dan banyak persoalan.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku bisa menahan diri saat dihadapanku berlimpah berkah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here