Bertanya kepada Tuhan

0
260 views
Ilustrasi - Niat untuk refleksi by ist

Selasa, 7 September 2021
Luk 6: 12-19

KELUARGA besar Antonius Suryokusumo sudah sebulan lebih ini jadi heboh. Gara-garanya, ada rencana lamaran atas puteri semata wayangnya. Karena, hari penting itu akan segera tiba.

Keluarga ini bak pecah jadi dua. Antara yang setuju dan yang menolak sang puteri akan dilamar pria calon pengantin. Masalahnya, demikian menurut rumor, reputasi pribadinya konon dirasa kurang baik.

Kehebohan itu makin rumit. Karena sudah dua pekan ini, Pak Suryo tidak pulang ke rumah. Di mana pun dicari, belum ada yang berhasil melacak keberadaannya. Padahal, hari lamaran tinggal dua pekan lagi.

Sepekan sebelum saat lamaran tiba, Pak Suryo kembali ke rumah. Ia sangat berubah. Amat sedikit bicara. Tetapi kata-katanya sangat bijak.

Semua heran. Apa yang telah terjadi atas dirinya?

Ternyata, selama ini dia pergi menyepi, menenangkan diri dalam doa. Agar dapat mengambil keputusan yang tepat atas puterinya di tengah situasi yang tegang itu.

Keputusannya bulat dan mantap. Ia tidak mau terpengaruh oleh rumor dan berharap jangan sampai terjadi perpecahan di dalam keluarganya.

Keputusan itu dibuat berdasarkan jawaban dari Tuhan yang didengarkan selama menyepi. Ia bertanya kepada Tuhan.

Di saat-saat kritis, orang butuh pikiran jernih dan hati tenang. Perlu mendengarkan suara nurani terdalam, karena di sana Tuhan -Sang Kebijaksanaan- hadir.

Di tengah begitu banyak kesibukan dan pekerjaan yang sering menyita banyak waktu dan tenaga, pernahkah orang mau sedikit menyepi dan berdoa untuk mendengarkan bimbingan ilahi?

Apakah orang menjiwai hidupnya dengan doa pribadi dan perjumpaan dengan Tuhan?

Masih sempatkah orang mendengarkan bimbingan Tuhan lewat mendengarkan sabda-Nya dalam Kitab Suci?

Sementara banyak orang mengandalkan konsultan manusiawi, apakah kaum beriman juga tetap mengandalkan dan bertanya kepada Tuhan?


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here