Berubahlah Mumpung Masih Ada Kesempatan

0
307 views
Ilustrasi-Hidup itu singkat. (ist)

Bacaan 1: Ef 4:7 – 16
Injil: Luk 13:1 – 9

MANUSIA memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa tanpa harus diajari. Barangkali, hal ini semacam naluri yang timbul akibat warisan dosa asal sebelum kita dibebaskan dalam pembaptisan.

Namun, manusia juga memiliki naluri untuk berubah atau bertransformasi ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Banyak tokoh yang bisa diambil contoh dalam Kitab Suci, misalnya, Petrus dari seorang nelayan bertransformasi menjadi Rasul dan pewarta, Matius dari seorang pemungut cukai menjadi seorang penginjil dan tokoh fenomenal Rasul Paulus yang mengalami transformasi dari seorang penganiaya murid Kristus, menjadi pewarta bagi bangsa-bangsa non Yahudi, dan masih banyak lagi.

Mereka semua pendosa yang berubah ke arah Kristus sebagai pusatnya.

Dalam kesempatan pembicaraan dengan orang-orang Yahudi, Tuhan Yesus mengkritik sikap mereka yang mengkaitkan antara penderitaan dengan dosa.

Beberapa orang Galilea mati dibunuh Pilatus pada saat mempersembahkan kurban dan ada orang-orang mati karena kecelakaan konstruksi di kolam Siloam, dipakai contoh oleh Yesus. Bahwa penderitaan mereka belum tentu karena dosanya.

Mereka yang mati tersebut belum tentu hidup kerohaniannya lebih buruk dari mereka yang masih hidup. Keberuntungan dan penderitaan bukanlah petunjuk mengenai keadaan kerohanian seseorang. Tuhan Yesus justru mengajak orang-orang Yahudi untuk berubah dan bertobat sebelum terlambat.

“Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

Setiap orang bertanggungjawab atas pertumbuhan imannya, sama seperti pohon ara. Ia bertanggung jawab untuk berbuah, namun jika saat yang ditunggu tidak juga berbuah maka pohon Ara tersebut tidak ada gunanya. Pohon tersebut layak untuk ditebang dan dibuang.

Maka Rasul Paulus pun juga mengajak jemaat Efesus untuk berubah dan bertumbuh ke arah Kristus sebagai pusat iman.

Kristus sebagai pribadi yang berasal dari surga akan memberikan kepenuhan satu iman dengan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.

Lewat para nabi dan para rasul, Ia akan memberikan kepenuhan Kristus sehingga kuat dalam iman dan tidak terombang-ambingkan oleh pengajaran palsu yang menyesatkan.

Pesan hari ini

Tuhan Yesus mengajak kita semua pengikut-Nya, untuk memutuskan berubah dan bertransformasi kearah yang lebih baik sebelum terlambat. Setiap orang punya tanggung jawab atas pertumbuhan imannya dengan Kristus sebagai pusatnya.

Lewat para nabi dan rasul-rasul-Nya, pewarta, gembala umat dan pengajar iman, Ia akan memperlengkapi dan memberikan kepenuhan Kristus.

“Jangan tunda pekerjaanmu sampai besok, sementara kau bisa mengerjakannya hari ini. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here