Berziarah Gua Maria Ratu Toho – Keuskupan Agung Pontianak

0
1,372 views
Ziarah rohani ke Gua Maria Ratu Toho di wilayah Keuskupan Agung Pontianak

GUA Maria Ratu Toho merupakan salah satu destinasi wisata rohani yang ada di daerah Kalimantan Barat. Letaknya tepat berada di Desa Terap, Kecamatan Toho.

Gua Maria ini didirikan oleh Suster Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) yang berkarya di daerah tersebut. Komunitas suster KFS tersebut dinamakan Komunitas  Spoletto. Karya-karya yang mereka bangun antara lain, fasilitas ziarah gua Maria yang terdiri dari empat belas perhentian jalan salib yang berada di sisi kiri bukit dilihat dari arah Komunitas Spoletto, replika makam Kristus, dan replikasi Yesus yang tersalib setinggi 5 meter.

Selain itu, pada tengah perhentian terdapat area peribadatan yang biasa digunakan suster dan masyarakat setempat untuk mengadakan Perayaan Ekaristi atau ibadat rosario.

Area Gua Maria Ratu Toho

Di perkotaan, suster KFS memiliki yayasan yang bergerak di bidang pendidikan khususnya di Kota Pontianak. Maka dari itu, setiap bulan Maria atau Bulan Rosario, siswa-siswi akan mengadakan kunjungan ke Gua Maria Ratu Toho.

Doa dipimpin oleh guru dan Suster Kepala Sekolah

Kegiatan ziarah para murid

Seperti biasanya, siswa-siswi bersama rombongan guru dan orangtua berdatangan menggunakan bus untuk melaksanakan ibadat rosario. Meskipun medan yang dihadapi cukup jauh dan terjal, tetapi semangat anak-anak untuk berdoa dapat mengalahkan rasa lelah itu.

Beberapa guru akan dipandu untuk mengarahkan siswa dan orangtua menuju ke area peribadatan. Sembari melakukan perjalanan, para guru yang menyertai akan menjelaskan pos-pos perhentian Jalan Salib yang dilewati. Setelah di ujung perjalanan, tibalah rombongan di area peribadatan.

Siswa bersiap menuju Gua Maria Ratu Toho dengan menggunakan bus.

Rutinnya, setiap pekan selalu ada imam atau pastor yang datang untuk melaksanakan Perayaan Ekaristi sehingga para siswa-siswi, staf guru dan para orang tua dapat ikut serta dalam Perayaan Ekaristi.

Setelah melaksanakan ibadat jalan salib, rombongan di arahkan ke area Komunitas Spoletto. Di tempat inilah anak-anak akan diasah ketangkasan fisik motoriknya melalui beberapa kegiatan outbound yang telah dirancang oleh para guru dan suster KFS.

Rintang rangkak di arena permainan.

Pengembangan fisik

Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain halang rintang, rintangan rangkak, melompati ban besar, memanjat jaring, rintangan keseimbangan dan kolam terjun.

Di bagian depan terdapat kolam ikan yang dapat digunakan sebagai edukasi siswa dalam mencintai hewan dengan memberi makan ikan.

Bertolak lebih dalam terdapat area hewan ternak. Di sini, siswa akan diperkenalkan secara langsung hewan-hewan yang lazimnya diternakkan atau dipelihara. Hewan yang ada antara lain  ayam kampung, kalkun, bebek serati, angsa, babi, burung hantu, anak anjing, tupai dan ada juga biawak yang tentunya berada di dalam kandang yang terjaga keamanannya bagi anak-anak.

Aktivitas outbound roda jaring.

Selain itu,  juga disediakan fasilitas bagi siswa-siswa untuk belajar menanam padi untuk mengajarkan secara langsung bagaimana proses menanam padi hingga bisa menjadi nasi dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai kegiatan edukatif ini bertujuan untuk mengajarkan siswa secara langsung bagaimana teori yang didapat di sekolah menjadi sebuah pelajaran praktis dalam kegiatan outbound.

Selanjutnya, siswa, orangtua dan guru yang telah berkotor-kotoran akan diarahkan ke kolam renang Gua Maria Ratu Pencinta Damai, anjungan untuk membasuh diri.

Kolam ikan dimana anak-anak bisa bermain menangkap ikan hidup-hidup.

Rencana ke depan, suster KFS akan mendirikan rumah retret untuk meningkatkan pelayanan pada kebutuhan umat yang ingin berziarah dan beristirahat sejenak menikmati kondisi pedesaan yang masih asri.

Untuk mencari makan ringan dan minuman, sudah disediakan kantin dan toko yang bernama “Toho Mart” yang dikelola oleh karyawan suster KFS.

Berkotor-kotor itu oke saja.

Masyarakat setempat juga turut ambil bagian dalam sukses kegiatan di Gua Maria sebagai bentuk dukungan, baik menjaga keamanan, mengatur lalu lintas dan lain-lain.

Mari berkunjung ke Gua Maria Ratu Toho, untuk menemukan Tuhan di dalam perziarahan hidup dan doa.

Hal ini sejalan dengan petuah “menjadi batin yang berdoa” yang dipegang oleh suster KFS dalam melaksanakan karya dan misinya di tengah dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here