Biar Tetap Seperti Ini

0
324 views
Ilustrasi: Jalan lurus. (Ist)

Renungan Harian
Sabtu, 5 Februari 2022
PW. St. Agatha, Perawan dan Martir 

Bacaan I: 1Raj. 3: 4-13
Injil: Mrk. 6: 30-34
 
“KAMI bertiga bersahabat sejak masih SD. Kami bertetangga, sehingga sejak kecil kami telah biasa main bersama.

Sejak SD kami selalu bersama, sampai-sampai beberapa tetangga kami menyebut anak kembar tiga. Setelah lulus SD, kami melanjutkan ke SMP yang sama.

Kami selalu berangkat dan pulang sekolah bersama.

Biasanya kami janjian di sebuah pos ronda desa kami untuk bersama-sama berangkat ke sekolah. Di antara kami bertiga, untuk urusan mata pelajaran saya paling unggul, sementara satu teman unggul dalam kerajinan tangan dan satu orang teman lagi unggul dalam olahraga.

Maka kami selalu saling membantu dan saling melengkapi.
 
Setelah lulus SMA kami mulai berpisah, saya tetap tinggal di kampung dan menggarap tanah orangtua, sementara kedua sahabat saya merantau ke kota.

Kami semua tidak mampu lagi melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, mengingat kondisi ekonomi orangtua kami.

Setelah berpisah, kami bertemu setahun sekali saat Lebaran. Kedua sahabat saya selalu mudik saat Lebaran sehingga kami bisa bertemu. Saat bertemu kami selalu menghabiskan waktu bersama, meski hanya sekedar ngobrol sana-sini.

Setelah kami masing-masing menikah, kami menjadi jarang bertemu, karena kesibukan rumah tangga. Syukur sudah ada HP yang membuat komunikasi kami tetap terjalin.
 
Setelah hampir tiga tahun tidak bertemu, saya terkejut dengan perubahan kedua sahabat saya. Mereka datang mengunjungi saya mengendarai mobil bagus, pakaiannya bagus pakai sepatu bagus; wah keren pokoknya.

Saya kagum dengan keberhasilan kedua sahabat saya ini. Tidak menyangka orang kampung bisa sukses seperti mereka. Menurut cerita mereka, keberhasilan mereka karena berdagang.

Satu teman punya toko sembako dan satu teman lagi punya grosir kelontong. Sementara saya masih biasa-biasa, tetap menjadi petani dan punya warung kecil yang dikelola isteri.
 
Melihat keadaan saya kedua sahabat saya itu prihatin, dan mendorong saya untuk maju mengembangkan usaha. Saya mengatakan kepada mereka, bagaimana saya bisa mengembangkan usaha, sementara hasil pertanian dan warung hanya pas-pasan untuk biaya hidup dan biaya sekolah kedua anak kami.

Kedua sahabat saya ini menawari bantuan agar saya bisa sukses seperti mereka.

Mereka mengajak saya ke Gunung Kemukus untuk mencari “pesugihan” sebagaimana yang telah mereka jalani dan sukses. Menurut mereka, syaratnya gampang dan tidak “neko-neko” yang penting ada niat dan kemauan.

Buktinya mereka berdua telah sukses dalam waktu yang singkat.
 
Mendengar penuturan kedua sahabat saya itu, saya menjadi bergidik. Saya tidak mengira bahwa mereka sukses karena mengambil jalan pintas. Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan dan pertimbangkan sehingga nekat mengambil jalan pintas.

Saya tidak mau berpikir lebih jauh soal pilihan mereka, khawatir menjadi hakim atas mereka. Meski teman-teman saya membujuk, saya menolak dengan halus tawaran dan ajakan kedua sahabat saya itu.

Saya mengatakan: “Maaf, saya tidak berani untuk menerima tawaran kalian. Biarlah saya tetap seperti ini; memang kami tidak berlebihan cenderung pas-pasan tetapi kami merasa cukup.”

Kedua sahabat saya akhirnya menyerahkan keputusan ada pada saya. Saya tidak banyak komentar dengan keputusan kedua sahabat itu, tetapi saya tetapi memilih seperti apa adanya tidak mengambil jalan pintas,” seorang bapak bercerita dalam sebuah retret.
 
Sering kali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sehingga membuat diri bingung dalam memilih.

Sering kali pilihan-pilihan itu menguntungkan secara materi dan menggiurkan, namun kebijakan dalam menentukan pilihan membawa pada kebahagiaan meski secara materi amat kekurangan.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Kitab Raja-Raja, Saul memilih rahmat kebijaksanaan dari pada kemuliaan dan umur panjang.

“Berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan tepat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here