Mereka Bicara tentang Romo Kurris SJ: Rendah Hati Menyapa Umat (1)

0
2,095 views

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu bunyi pepatah lawas yang sarat makna.  Mengenai pepatah lama ini, rasanya pas juga membuat analogi untuk bicara tentang siapa sebenarnya sosok Romo R. Kurris SJ itu di mata sejumlah orang yang mengenalnya.

Berikut penuturan sejumlah umat katolik di KAJ kepada Sesawi.Net.

Rendah hati, sangat disiplin namun suka turba tanpa pilih kasih

Maria Immaculata Sri Retno –seorang umat katolik Paroki Blok B—mengenal mendiang Romo Kurris sejak dia masih umur remaja. “Saat itu, saya aktif di Mudika Paroki Santo Yohanes Penginjil Blok B,” terang ahli rias pengantin  dan manajemen pesta/resepsi  pernikahan dari Rumah Rias Pengantin “Andaya Puri” di kawasan Bungur, Gandaria, Jakarta Selatan, mengawali testimoninya tentang Romo Kurris.

Kegarangan Romo Kurris –terang Imma, begitu dia biasa dipanggil akrab— mengawal Mudika Paroki Blok B akhirnya membuahkan hasil gemilang. Kedisiplinan yang ditanamkan Romo Kurris menjadikan dinamika Mudika Paroki semakin lebih hidup. “Meski garang bicara dan terkenal sangat disiplin,namun jangan tanya kalau bicara mengenai semangat almarhum melayani umat,” kata Imma.

Menurut dia, karakter paling mengesankan dari figur Romo Kurris SJ adalah sikapnya yang “andhap asor” alias rendah hati. “Belanda sih Belanda, namun kebiasaan Romo yang sering turba mengunjungi umat di gang-gang kecil menjadikan umat menemukan sosok gembala rohani yang peduli,” tutur Imma yang mewarisi bakat merias pengantin dan manajemen pesta/resepsi pernikahan dari Agnes Andjari—sang ibu.

Hasilnya juga sangat kehilangan, terangnya, ketika dinamika kehidupan umat katolik di Gereja Paroki Santo Yohanes Penginjil Blok B di Kebayoran Baru benar-benar mengemuka.

Sikapnya yang kebapakan juga membuat umat tak segan mendekat. Apalagi kemampuannya mendengarkan dan berbelarasa juga ikut mendorong umat tak sungkan berkeluh-kesah kehidupan kepada Romo Kurris. “Kami sekeluarga amat-amat dekat dengan almarhum,” tutur putri sulung keluarga almarhum Nick Sutrisno dan Agnes Andjari ini.

“Apalagi mendiang ayah kami dulu juga sangat aktif di lingkungan gereja,” tuturnya mengenai ayahnya yang pernah  menjadi anggota Dewan Paroki Blok B ini.  (Bersambung)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here