Bila Kita Berani Mengakui Kesalahan, Itu Karena Rahmat Tuhan

0
2,012 views

MUTIARA IMAN
Rabu, 01 Feb 2012

LECTIO:
2Sam.24:2,9-17
Mzm.32:1-2,5,6,7
Mrk.6:1-6

MEDITATIO:
Sesudah Daud selaku raja meminta Yoab mendata jumlah bangsa Israel berikut musibah akibat tindakan ini, ia serta merta dihantui rasa salah. Mengapa? Daud mulai menyadari bahwa bangsa Israel adalah bangsa milik plilihan Alllah, dan dari waktu ke waktu Allah menuntun dan memimpin bangsa ini. Maka mengetahui jumlah bangsa Israel sesungguhnya tidak relevan bagi Daud, selain mendongkrak kepercayaan dirinya dalam menghadapi musuh-musuh di sekitarnya. Tetapi dengan memiliki kepercayaan diri demikian Daud mulai melupakan bahwa pahlawan bangsa Israel sesungguhnya adalah Allah sendiri.

Apa yang menarik disini? Daud mengakui kesalahan dan dosanya dihadapan Tuhan dengan tulus. Ia bahkan berani menanggung hukuman dari Allah yang tengah diderita oleh bangsanya sebagai akibat dari derita oleh bangsanya sebagai akibat dari keteledoran tindakannya: “Biarlah kiranya tanganMu menimpa aku dan kaum keluargaku.” Tidak sulit kita mengikuti kelemahan, kesalahan, dosa kita di hadapan suami atau istri, anak-anak atau orang tua, atasan atau bawahan kita. Namun demi ketentraman hati, itu harus kita lakukan.

CONTEMPLATIO:
Ingatlah kelemahan, kesalahan dan dosa yang sulit Anda akui. Datanglah pada seorang imam, utarakan padaNya lalu rasakan suasana batinmu.

ORATIO:
Tuhan Yesus, beri aku rahmat keberanian dan ketulusan untuk mengakui kelemahan, kesalahan dan dosaku di hadapanMu dan keluaragaku. Amin

MISIO:
Kalau hari ini aku buat kesalahan, aku akan terus terang dan minta maaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here