Boerdonk, Nama Komunitas Kongregasi Suster Rakyat SMFA Pontianak

0
515 views
Komunitas SMFA Boerdonk Pontianak -- pemandangan tampak depan.

BOERDONK. Inilah nama satu komunitas dan tempat terbaru milik Kongregasi SMFA.

Komunitas  ini diberi nama Boerdonk  sebagai kenangan  berdirinya Kongregasi SMFA  pada tanggal 17 Februari 1913 di Paroki Boerdonk, Keuskupan Den Bosch, Nederland.  Komunitas Boerdonk SMFA Pontianak terletak di ruas jalan utama di Jalan Danau Sentarum 75.

Pada tanggal 16 Maret 2005, Novisiat SMFA secara resmi pindah dari Sintang ke Pontianak.

Tanah, pembangunan  rumah dan perabot rumah ini merupakan hadiah istimewa sebagai warisan  Suster SMFA di Asten, Nederland. Itu difasilitasi pembangunannya dalam rangka kemandirian Kongregasi SMA di Indonesia dan hingga kini jejaknya dipertahankan masih ada.

Perhatian dan cinta kasih para suster SMFA di Asten Nederland terhadap proses kemandirian Kongregasi SMFA di Indonesia sedemikian besarnya. Kita para anggota Kongregasi SMFA Pontianak dengan sendirinya selalu terdorong mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam–dalamnya.

Perlu disadari bahwa betapa pentingnya kita menghargai dan menghormati para pendahulu, layaknya seperti anak dalam keluarga menghormati dan menghargai orangtua mereka. Sebab kalau tidak ada para pendahulu, eksistensi Kongregasi SMFA Provinsi Pontianak juga tidak ada seperti sekarang.

Dirintis mulai tahun 2005

Pilihan waktu pemberkatan rumah ini pada tanggal 25 April 2005 ada alasan mendasar. Waktu itu, Kongregasi SMFA memulai karya misi pertama di Indonesia (Benua Matinus) dan itu terjadi pada pada tangga 25 April 1931.

Peristiwa ini jatuh pada Pesta Santo Markus Pengarang Injil yang menjadi dasar misi Kongregasi SMFA khusus di Indonesia (Mrk 16: 16–18).

Komunitas (susteran)  di Jl. Danau Sentarum 75 Pontianak kita beri nama Komunitas Boerdonk. Alasan pilihan nama ini adalah sebagai kenangan dan warisan dari Kongregasi, karena Kongregasi SMFA di Belanda itu dimulai eksisnya di Paroki Boerdonk.

Itulah sebabnya, komunitas yang keseluruhannya fisik rumah dan isinya adalah warisan dari Belanda dan untuk itu kita beri nama Boerdonk.

Playgroup Kartini berada di satu areal yang sama dengan Susteran SMFA Komunitas Boerdonk.

Suster yang pertama menempati komunitas Boerdonk adalah Sr. Immaculata SMFA, Sr. Miryam SMFA, Sr. Marta Banta SMFA, Sr. Yustina Dayang SMFA, Sr. Agustina SMFA, dan Sr. Fulgentia SMFA.

Novisiat SMFA

Novisiat SMFA memiliki nama pelindung “Maria, Ratu Para Malaikat”, yang pestanya terjadi setipa tanggal 2 Agustus. Nama ini diambil dari suatu tempat di Portiunkula yang jaraknya 4 km dari Assisi, Italia, di mana Bapa Fransiskus Assisi pernah mengadakan kapitel tikar yang diikuti oleh 5.000 orang para Saudara Dina.

Pertemuan anggota SMFA di rumah residensial Komunitas Boerdonk Pontianak.

Kita mohon doa dari Bunda Maria Ratu para Malaikat dan Bapa Fransiskus Assisi agar banyak pemudi mau datang bergabung masuk menjadi anggota Kongregasi SMFA.

Sr. Martina Marien SMFA bertugas sebagai pembimbing novis dari awal tahun 2000 sampai Desember 2008.

Hari bersejarah

Pada  tanggal 25 April 2005, gedung novisiat dan Komunitas Boerdonk diberkati oleh Mgr. Hieronymus Bumbun OFMCap, Uskup Keuskupan Agung Pontianak, dan Mgr. Agustinus Agus, Uskup Keuskupan Sintang waktu itu.

Berkenaan dengan hari ulang tahun para suster SMFA di Indonesia pada tanggal 25  April  1931 mulai di Benua Martinus, maka tanggal tersebut  menjadi  hari yang bersejarah bagi Kongregasi.

Hasil kebun sendiri bisa dinikmati oleh Komunitas Boerdonk.

Dalam rangka kemandirian Kongregasi di Indonesia, maka sejarah awal berdirinya kongregasi harus menjadi dasar, terutama tujuan dan spiritualitas asli.  Kongregasi SMFA di Indonesia, tetap berlandaskan spiritualitas asli sesuai dengan cita–cita semula.

Karya kecil

Di Komunitas Boerdonk SMFA, maka pada tanggal 1 Agustus 2005, berdirilah Taman Bermain Kartini (playgroup) sebagai karya komunitas. Anak yang diterima di playgroup berumur 2,5 tahun ke atas.

Pada tanggal 1 Agustus, jumlahnya ada sebanyak 14 anak, kemudian berjumlah 27 orang pada akhir tahun.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here