Bokek

0
453 views
Ilustrasi - Bangkrut (Rapid Formations)

BAPERAN-BAcaanPERmenungan hariAN.

Selasa, 12 April 2022.

Tema: Keteguhan Ikut Tuhan.

Bacaan

  • Yes. 49; 1-6.
  • Yoh. 13: 21-33, 36-38.

MO, tolong ya, Mo. Betul Mo. Tolong ya Mo. Saya membutuhkan. Saya tidak tahu apa-apa lagi, kepada siapa saya harus bicara.

Apa yang bisa dibantu?

Saya ingin menjual barang Romo. Saya membutuhkan uang tunai. Saya sudah tidak punya tabungan lagi.

Tidak adakah saudaramu yang bisa menolong?

Sudah saya coba, tidak bisa. Romo kan tahu, saya hanya punya saudara satu. Dan hidupnya juga pas-pasan. Saya sudah minta tolong kepada dia tapi dia sedang tidak punya.

Untuk kebutuhan apa?

Iya sebagian harus bayar utang di warung kebutuhan pokok dan biaya anak sekolah.

Sudah bicara dengan pastor parokimu?

Sudah, beliau berkata itu bukan urusan pastor.  Pastor tidak berhubungan dengan itu. Silahkan saja menghubungi ketua lingkungan dan ke bagian sosial paroki.

Betul. Sudah dicobakah?

Di sini masalahnya. Saya tidak aktif di paroki. Saya juga tidak kenal ketua lingkungan yang sekarang. Jadi saya sungkan ke lingkungan. Pasti akan dinasihati macam-macam.

Kemana selama ini?

Mungkin Romo tidak percaya. Bahkan ayah ibu saya sendiri belum saya beritahu. Takut ibu malah jadi sakit.

Suami telah meninggalkan saya.

Kemana dan kenapa?

Dua tahun yang lalu. Soal kenapanya saya  tidak tahu persis. Kami jarang bertengkar. Hidup kami biasa saja. Memang dia pernah berkata sedang ada urusan dengan pihak keamanan. Tapi tidak menceriterakan apa yang terjadi.

Sudah dihubungi orangtuanya?

Secara langsung belum. Pernah saya nyrempet sedikit. Mereka tidak mengatakan apa-apa.

Lalu selama ini hidupmu bagaimana?

Ya, semua diurus sendiri. Saya juga masih tetap bekerja. Anak-anak di rumah sama tetangga. Kebetulan ia bekerja sebagai bibik di rumah.

Tiga bulan ini kehidupan ekonomi lagi kacau.  Lagi banyak kebutuhan. Gaji tidak cukup. Sebagian untuk membayar hutang.

Cobalah sekali lagi bicara terus terang dengan pastor parokimu. Semoga ada jalan keluarnya. Kebetulan saya kenal dengan beliau. Nanti saya beri info.

Hidup ini tidak semudah yang dibayangkan kan. Harus diperjuangkan. Dan ada saat di mana tidak ada jalan. Buntu.

Apalagi saat terjatuh, berada di bawah titik nadir, dan tidak punya kekuatan ekonomi. Siapakah yang akan melirik?

Susah. Mungkin. Apalagi tidak terlibat apa pun dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Menyendiri. Mereka tidak tahu.

Beberapa hari kemudian saya mendengar dari romo paroki.

“Romo, keluarga itu memang umat paroki kami. Ia tersesat. Semoga dengan peristiwa ini dia kembali.  Sudah ditindaklanjutin oleh sosial paroki.”

Hati kecilku bangga. Itulah Gereja.

Kata Yesus kepada Petrus, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”

Tuhan, ajari aku hidup benar di dalan nama-Mu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here