Bucin (Budak Cinta)

0
356 views
Ilustrasi - Cowok saking cintanya kepada pacaranya. (Ist)

Renungan Harian
Rabu, 21 April 2021
Bacaan I: Kis. 8: 1b-8
Injil: Yoh. 6: 35-40
 
DULU kami, saya dan beberapa anak-anak OMK sering mengejek salah seorang pemuda OMK. Nampaknya dia sedang jatuh cinta dengan seorang pemudi.

Kami sering mengejek karena kami melihat dia sering “dimanfaatin” oleh cewek yang disukainya.

Beberapa kali kami melihat dia diminta mengantar ke rumah orangtua cewek itu di kota lain yang jauhnya empat jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor.

Selain itu dia juga sering diminta menjemput cewek itu dari rumah orangtuanya. Dia selalu pergi dengan gembira.
 
Kami mengejek dia, karena kami melihat bahwa cewek itu tidak menunjukkan adanya perhatian kepada cowok anak OMK ini. Bahkan beberapa teman kami ada yang tahu bahwa sebenarnya cewek itu sudah mempunyai cowok di kota lain.

Namun cowok itu tidak percaya dengan semua omongan kami.
 
Suatu ketika, cewek ini mau pindah ke kota lain. Cewek ini minta tolong cowok ini untuk membawa beberapa barangnya ke rumah orangtuanya.

Dengan sepeda motornya dia membawa barang-barang itu. Kami semua melihat dia membawa barang yang cukup banyak itu yang seharusnya tidak mungkin dibawa dengan sepeda motor, namun dia membawa barang-barang itu dengan segala kesulitannya.
 
Beberapa pekan kemudian, kami tahu bahwa cewek itu pindah ke kota lain karena ingin dengan pacarnya yang di kota lain itu.

Kami semua tertawa mengejek anak OMK itu. Dia hanya senyum-senyum mendengar kami mengejek dan tertawa bahagia.
 
Cintanya pada cewek itu membuat dia mempunyai energi yang besar untuk melakukan apa saja demi ceweknya. Namun cintanya juga membuat dia terbuai oleh mimpi bahwa dia akan bersanding dengan cewek itu.

Akibatnya, dia menjadi tidak bijak dan tertutup telinganya untuk mendengar saran dari teman-temannya.
 
Kiranya, demikian juga yang dialami oleh Saulus sejauh diwartakan dalam Kisah Para Rasul. Cinta Saulus pada agama dan adat-istiadatnya menjadikan dia mau melakukan apa saja, termasuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang percaya pada Yesus.

Cinta yang dibuai mimpi tentang surga, bila menjalankan ajaran agamanya saja menjadikan dirinya tertutup dengan adanya orang lain yang mempunyai jalan lain.

Bahkan dirinya merasa bahwa menghilangkan nyawa orang lain dianggap sebagai yang benar.

“Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.”
 
Bagaimana dengan aku?

Apakah mencintai Tuhan karena ingin dekat dengan Tuhan atau terbuai oleh mimpi tentang surga?
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here