Bukalah Mata Kami

0
200 views
Ilustrasi.

ADA yang mengatakan “seeing is believing” yang berarti melihat itu percaya. Yang manusia lihat lebih dari yang tampak di depan matanya. Ketika melihat sesama dengan hati, orang bisa mencintai atau membenci. Manusia yang sama bisa memiliki arti yang berbeda.

Demikian pula mata iman membantu manusia melihat yang jauh lebih dalam dan luas maknanya daripada objek yang dilihat dengan mata kepala.

Itulah yang bisa dibaca dari bacaan hari ini (Yesaya 29: 17-24 dan Matius 9: 27-31).

Kitab Yesaya mengajak orang memandang dengan mata pengharapan; bahwa Tuhan membuat semua baik kembali.

“Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tangan-Ku di tengah-tengahnya, dan mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel.” (Yesaya 29: 23).

Dua orang buta itu telah melihat Yesus sebelum disembuhkan. Bukan dengan mata kepalanya, melainkan dengan mata imannya. Mereka percaya bahwa Yesus itu Mesias, Anak Daud. “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” (Matius 9: 27).

Demikian, mereka berseru. Iman itulah yang menghantar mereka kepada kesembuhannya.

Demikianlah, dalam setiap penyembuhan iman itu berperan amat penting. Dalam dialog Yesus dengan dua orang buta itu, iman beberapa kali muncul.

  • Pertama, Yesus bertanya, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” (Matius 9: 28).
  • Kedua, mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” (Matius 9: 28).
  • Ketiga, Yesus bersabda, “Terjadilah padamu menurut imanmu.” (Matius 9: 29).

Setelah disembuhkan, kedua orang buta itu tidak hanya melihat dengan matanya. Mereka melihat dengan hati yang penuh sukacita sehingga mereka memasyhurkan Yesus (Matius 9: 31). “Seeing is believing!”

Betapa pentingnya melihat dengan iman. Bisa jadi, kita dapat melihat dengan mata kepala tanpa masalah. Dapatkah kita melihat dengan mata hati dan iman, sehingga mengalami kehadiran Tuhan dalam sesama, ciptaan, dan peristiwa sehari-hari.

Bila belum, mata rohani kita perlu disembuhkan. Maka, marilah berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, bukalah mata kami.”

Jumat, 2 Desember 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here