Bukan Kebinasaan, tapi Hidup Kekal

0
188 views
Ilustrasi: Batas dari Pengampunan adalah Kematian. (Sr. Ludovika OSA)

Rabu, 21 April 2021

Bacaan I: Kis 8:1b – 8
Injil Yohanes 6:35-40

“KEMATIAN datang bertubi-tubi dalam keluarga kita,” kata seorang bapak kepada anaknya yang sulung.

“Sudah enam anggota keluarga besar kita meninggal dalam tahun ini,” kata anak itu kepada bapaknya.

“Rasanya air mata tidak pernah kering dari pipi kita,” kata anak perempuan yang ikut duduk di serambi rumah dengan bapak dan kakaknya.

“Setiap kali orang berkata, supaya iklas, tabah dan jangan bersedih. Itu bukannya meringankan beban hati, namun justru semakin membuat kita sedih,” kata anak laki-laki itu.

“Kita hanya bisa berpasrah pada Tuhan. Semoga Tuhan menganugerahkan hidup kekal pada saudara kita,” jawab bapaknya.

Rentetan duka dalam hidup ini, tidak akan pernah bisa kita hadapi, jika kita hanya mencari jawab dari sisi kemanusiaan kita.

Kematian adalah sebuah misteri yang menjadi milik kita, namun ada dalam kuasa Tuhan semata.

Kita tidak akan bisa menatap matahari dengan mata telanjang di tengah terik sinarnya.

Namun kita bisa melihat matahari di balik teduhnya pohon yang rimbun.

Demikian juga kematian hanya akan bisa kita telusuri dari kepergian saudara kita.

Kita bisa melihat betapa tangan Tuhan menyambut dan merangkul saudara kita. Bahkan mengaruniakan hidup kekal, setelah kita bisa memahami hidup yang dijalani saudara kita dengan segala pergulatannya.

Yesus Roti Hidup yang telah memberi diri untuk dipecah-pecah dan menjadi santapan rohani kita akan menuntun kita semua yang percaya padanya.

Semoga berkat wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, siapa pun yang telah percaya pada-Nya tidak akan binasa namun beroleh hidup yang kekal.

Sejauh mana janji kehidupan kekal menjadi orientasi perjalanan hidup kita di dunia ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here