Buku “Rahasia Menjadi Yesuit” James Martin SJ, “Gaji” Jadi $35 per Bulan (3)

0
451 views
Kisah perjalanan hidup Pastor James "Jim" Martin SJ dilukis secara ilustratif anekdot oleh kartunis Romo Bernardus Windyatmoko alias Romo Koko MSF di mana ia mengalami hidup jomplang setelah tinggalkan karier gemilang di General Electric dan kemudian menjadi Yesuit. (YKCA/Romo Koko MSF)

PASTOR James “Jim” Martin SJ masuk bergabung dengan Ordo Serikat Yesus, ketika sudah beberapa tahun bekerja sebagai manajer di perusahaan raksasa skala global General Electric (GE).

Maka perspektif hidupnya menjadi menarik – bisa membandingkan gaya hidupnya di perusahaan bisnis sebelumnya dengan pola hidup berikutnya sebagai religius Yesuit yang berkaul: ketaatan, kemurnian, dan kemiskinan.

Cerita terkait ‘kaul kemiskinan’ sangat lancar dituturkannya dengan sangat jenaka di bukunya: Rahasia Menjadi Yesuit: Tanggalkan Jas Berdasi demi Jubah (Maret 2022) yang aslinya tampil dengan judul lawas In Good Company (2010).

Demi uang saku 30 dolar

Ketika cuaca dingin tengah menimpa Boston di Massachussetts, aku (Jim Martin) pergi ke kamar “Minister” –orang yang bertanggungjawab atas urusan dan kebutuhan rumahtangga.

Minister itu adalah seorang bruder Yesuit yang memegang kas uang tunai. Aku katakan kepadanya bahwa aku butuh membeli topi.

Berapa yang kamu perlukan? tanyanya.

Aku tidak punya kartu kredit, sehingga kupikir aku minta saja sejumlah uang untuk belanja di toko, membeli topi, lalu mengembalikan sisanya.

“Oh, berikan saja kepadaku sekitar 30 dolar,” kataku.

Setelah memandangku beberapa detik, ia lalu memberiku hanya lima dolar saja dan meminta aku untuk memakai uang sakuku.

Tak perlu dikatakan, keterbatasan macam ini memaksaku untuk lebih hemat dibanding, ketika di kantong sakuku benar-benar ada uang 30 dolar.

Yang akhirnya dapat kubeli adalah sebuah topi baret wool seharga 10 dolar di Cambridge.

“Masih adakah uang kembaliannya?” tanya Bruder Minister itu, ketika aku sudah pulang.

Ilustrasi – Orang kaya dengan banyak uang. (Ist)

Jomplang benar

Ketika menjadi eksekutif di GE, James Martindi tahun 1980-an sudah mendapat gaji sekitar 350 dolar per bulan. Itu pun masih ditambah bonus fasilitas hidup berlimpah di apartemen mirip hotel.

Tapi, ketika sudah menjadi Postulan Yesuit, dia mendapat uang saku hanya sebesar 35 dolar per bulan.

Antara langit dan bumi – walau hanya selisih satu ‘nol’.

Lalu, mengapa James Martin yang telah meraih hampir semua target yg diimpikannya saat kuliah di Wharton Business School -University of Pennsylvania yang masuk jajaran Ivy League– punya gaji besar, jenjang karier yang naik terus – malah bersedia meninggalkan semua itu untuk bergabung masuk menjadi Yesuit?

Jawaban tersebut bisa ditemukan dalam buku Rahasia Menjadi Yesuit yang ditulisnya sebagai catatan perjalanan hidupnya pada titik yang mencengangkan tersebut.

Buku bacaan ringan

Ini sungguh model buku yang ringan. Sama sekali bukan jenis buku spiritual yang membuat orang mabuk dan puyeng – sangat jauh dari itu.

Ini cerita hidup seorang muda yang ketemu “pencerahan” akan panggilan hidupnya.

Buku ini bisa membantu orang yang merasa bingung tentang jalan hidupnya. Atau pun lagi mencari panggilan hidupnya di mana.

Juga untuk para orangtua seminaris untuk mendapat contoh gambaran hidup di balik rumah formatio calon Yesuit (baca: Novisiat) itu seperti apa.

Tentu juga untuk siapa pun yang suka membaca buku enak, bermutu, dan humoris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here