“Catatan-catatan Singkat tentang Kitab Suci”: Seluk Beluk Kitab Suci Perjanjian Baru dan Berbagai Paham Biblis (2)

0
154 views
Kitab Suci.

INI tentang sejarah penyusunan Kitab Perjanjian Baru.

Setelah Pentakosta, para rasul mewartakan Kristus secara lisan, 20 tahun kemudian mulai muncul tulisan mengenai Kristus, yaitu kedua surat Paulus kepada umat Tesalonika, dan disusul oleh surat-surat yang lain: Filipi, Korintus, Galatia, Roma, Kolose, Timotius, Titus, Filemon, dan Ibrani.

Pada tahun 70 M muncullah Injil Markus. Kemudian, menjelang tahun 80 M, terbitlah Injil Matius dan Lukas. Antara tahun 81 M dan 100 M muncullah tulisan-tulisan terakhir dari Kitab Perjanjian Baru, yakni surat Yudas, Yakobus, Injil Yohanes, surat-surat Yohanes, dan Kitab Wahyu.

Menurut isinya, Kitab Perjanjian Baru dibagi dalam empat kelompok, yakni kelompok Injil, Kisah Para Rasul, Surat-surat rasul, dan Kitab Wahyu.

Keempat Injil, yakni Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes mempunyai isi pokok yang sama, yakni sabda dan karya Tuhan Yesus Kristus.

Injil Yohanes dan Injil Sinoptik

Walaupun demikian, masing-masing Injil juga memiliki keunikan, terutama Injil Yohanes.

Ketiga Injil yang lain memiliki kemiripan dan disebut sebagai Injil Sinoptik.

Injil Matius

Injil Matius ditulis oleh Matius, seorang Lewi yang semula adalah pemungut cukai tetapi lalu menjadi rasul Yesus.

Injil ini diletakkan paling depan karena merupakan injil yang paling populer ketika kitab-kitab Perjanjian Baru disatukan.

Matius menunjukkan hubungan antara nubuat-nubuat Perjanjian Lama dan Yesus.

Menurutnya, Yesus adalah Penyelamat yang telah dinubuatkan oleh Perjanjian Lama.

Ia menunjukkan kemiripan antara Yesus dan Musa, seperti tampak dalam kenyataan bahwa kedua-duanya akan dibunuh oleh penguasa waktu mereka masih bayi, namun diselamatkan Allah.

Injil Markus

Injil Markus ditulis oleh Markus, seorang Yahudi yang mungkin tak pernah kenal dengan Yesus ketika Ia masih hidup. Ia mendampingi Paulus dalam mewartakan Injil di daerah-daerah Yunani.

Injil Markus merupakan injil yang tertua, ditulis sekitar tahun 70 M. Buku ini memuat tentang kesaksian iman terhadap Kristus yang disusun berdasarkan sumber-sumber yang berasal dari Petrus, Paulus, dan umat Kristen yang dibina oleh kedua rasul tersebut.

Markus mengisahkan mulai dari Yesus diperkenalkan sebagai Mesias dan Anak Allah sampai pada bagaimana Yesus wafat, bangkit, dan menampakkan diri.

Markus menulis untuk orang-orang Kristen Romawi, ia sering menjelaskan adat-istiadat Yahudi dalam Injilnya.

Injil Lukas

Injil Lukas ditulis oleh Lukas, seorang bukan Yahudi yang berasal dari Antiokhia. Ia pernah menjadi teman Paulus dalam perjalanan misionernya, seperti terungkap dalam Kisah Para Rasul.

Lukas menulis untuk jemaat bukan Yahudi, tampak ketika ia jarang mengutip dari Perjanjian Lama.

Injil Lukas diperkirakan ditulis tahun 80 M. Lukas lebih tertarik pada karya-karya Yesus daripada kotbah-kotbah-Nya.

Lukas ialah seorang tabib, maka ia menekankan karya-karya penyembuhan Yesus. Lukas juga memiliki perhatian khusus pada Roh Kudus, orang miskin, pertobatan pendosa, dan perjalanan menuju Yerusalem.

Dengan menuliskan Injil dan Kisah Para Rasul, Lukas hendak menegaskan bahwa sejarah manusia terbagi dalam tiga periode, yakni periode sebelum Kristus, periode Kristus di dunia, dan periode setelah kenaikan Kristus ke surga.

Injil Yohanes

Injil Yohanes ditulis oleh Yohanes rasul, anak Zebedeus, saudara dari Yakobus rasul. Ia sering disebut sebagai “murid terkasih Yesus”.

Injil Yohanes ditulis sekitar akhir abad ke-1 M.

Isinya sangat dalam, sebab merupakan hasil renungan pribadi Yohanes yang mengenal Yesus dari dekat dan mempunyai iman yang sangat dalam.

Yohanes menyuguhkan pendalaman dari ketiga Injil sebelumnya. Hal yang ditekankan Yohanes ialah kesatuan Yesus sebagai Putera Allah dengan Allah Bapa serta bahwa Bapa dan Putra mengutus Roh Kudus setelah kenaikan Yesus ke surga.

Injil Yohanes tidak mudah dipahami, karena penuh dengan lambang-lambang religius. Sebagian diambil dari lambang Perjanjian Lama, dan sebagian diambil dari budaya dan sastra Yunani yang banyak dibaca orang Kristen sejak medio abad pertama.

Kisah Para Rasul

Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas sekitar tahun 80 M. Kisah Para Rasul mempunyai isi pokok yang sungguh berbeda bila dibandingkan dengan keempat Injil, sebab isinya berkisar sekitar karya-karya para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga.

Melalui kitab ini, kita mempunyai gambaran yang cukup jelas bagaimana Injil Kristus diwartakan, mulai dari Yerusalem, lalu di kota-kota besar wilayah Yunani, sampai akhirnya di Roma, ibukota kekaisaran Romawi pada saat itu.

Kisah Para Rasul melukiskan kisah pertobatan Paulus yang kemudian menjadi pewarta Injil di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Catatan-catatan Singkat tentang Kitab Suci karya Romo Purwo Hadiwardoyo MSF

Surat-surat Paulus

Surat-surat Paulus merupakan surat-surat yang berisi pandangan kristiani yang sangat mendalam dan sangat luas ruang lingkupnya.

Surat-surat ini merupakan tek-teks tertua dari seluruh kitab Perjanjian Baru, sehingga melalui surat tersebut umat memperoleh gambaran tentang keadaan paling kuno dari sejarah Gereja.

Adapun surat-surat tersebut ialah:

  • Surat kepada Umat Tesalonika berisi tentang teguran terhadap umat Tesalonika yang malas bekerja. Paulus menulis surat dan nasihat iman agar mereka bekerja dan berdoa dalam menantikan kiamat dan kebangkitan badan, Paulus juga memberikan nasihat-nasihat praktis unutk hidup sehari-hari.
  • Surat kepada Umat Filipi mengungkapkan semangat Paulus dalam mewartakan Injil. Semangat itu meluap dari kasih dan imannya yang total kepada Kristus.
  • Surat kepada Umat Korintus berisi tentang pemecahan masalah terhadap umat Korintus dalam hal perkawinan dan hidup selibat, makan daging yang dipersembahkan bagi dewa-dewi, peranan wanita dalam Gereja, ketertiban dalam merayakan Ekaristi, karunia-karunia Roh, kebangkitan dari mati.
  • Surat kepada Umat Galatia berisi tentang nasihat praktis yang harus diperhatikan oleh umat Kristen, sebagai tanggapan atas kasih Allah.
  • Surat kepada Umat Roma berisi tentang pembenaran, yakni sikap Allah yang menganggap kita sebagai orang benar, walaupun sebenarnya kita orang yang tidak benar karena nyatanya telah berdosa.
  • Surat kepada Umat Kolose berisi tentang pandangan Paulus yang makin mendalam akan ajaran Yesus Kristus, keagungan dan keluhuran Yesus melebihi semua manusia lain.
  • Surat kepada Umat Efesus berisi tentang hubungan Gereja dan Kristus yang dilambangkan dengan berbagai gambaran, yakni seperti hubungan antara kepala dan tubuh, istri dan suami, Allah dan bait Allah.
  • Surat kepada Timotius berisi tentang perlunya kesetiaan kepada ajaran yang benar dan perlunya integritas moral bagi seorang gembala umat.
  • Surat kepada Titus berisi tentang nasihat untuk memimpin umat dan menegakkan kebenaran.
  • Surat kepada Filemon berisi tentang permintaan Paulus agar Filemon mau menerima kembali Onesimus di rumahnya.
  • Surat kepada Umat Ibrani. Para ahli Kitab Suci meragukan bahwa surat ini ditulis oleh Paulus karena gayanya berbeda dari surat-surat Paulus yang lain. Surat Ibrani berisi tentang penegasan bahwa Sang Putera adalah lebih agung daripada para malaikat, memperkenalkan Kristus sebagai rasul, utusan Allah seperti Nabi Musa, memperkenalkan Kristus sebagai Imam Agung yang mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban demi pengampunan dosa, menegaskan pentingnya iman sebagai dasar hidup setiap orang, dan memuat doa dan beberapa catatan praktis.
  • Surat Petrus diyakini sebagai tulisan Paulus, berisi tentang hal-hal pokok dari hidup beriman, yakni iman, harapan, kasih, dan kekudusan, ajakan untuk hidup menurut teladan Kristus, nasihat agar tabah dalam penderitaan, dan ajakan untuk waspada terhadap pandangan yang keliru.
  • Surat Yudas berisi tentang ajakan untuk waspada terhadap ajaran yang keliru, karena pada saat itu muncul banyak tafsiran keliru terhadap Kristus. Surat Yakobus berisi tentang iman, sikap hidup, kebijaksanaan ilahi, dan sikap terhadap dunia. Surat Yohanes berisi tentang  firman yang hidup, Kristus pengantara, Roh Allah dan roh anti Kristus, dan kesaksian tentang Anak Allah.
  • Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes pada akhir abad ke 1 M. Yohanes dibantu oleh malaikat-malaikat untuk memahami penglihatan-penglihatan yang dialaminya. Gaya bahasa yang digunakan Kitab Wahyu sangat mirip dengan gaya bahasa yang juga digunakan dalam Kitab Yeheskiel, Zakharia, Yoel, dan Daniel. Kitab Wahyu disusun untuk menyadarkan pembaca bahwa Kerajaan Allah akan terus digoncang oleh setan dengan berbagai cara, tetapi akhirnya Kerajaan Allah akan berjaya.

Paham-paham pokok dalam Kitab Suci

  • Paham tentang Allah. Allah dipahami sebagai pencipta, hakim dan penyelamat, dan Tuhan. Perjanjian Baru memahami Allah terdiri dari tiga pribadi yang berbeda (Bapa, Putera, dan Roh Kudus). Allah itu Tritunggal.
  • Paham tentang Wahyu Allah, yakni pewartaan diri Allah kepada manusia. Pewahyuan diri Allah terutama terjadi melalui penglihatan atau pendengaran.
  • Paham tentang iman kepada Allah, yakni sikap positif manusia terhadap Allah. Beriman kepada Allah berarti  percaya kepada Yesus Kristus.
  • Paham tentang pembaptisan, yakni upacara yang membersihkan diri dari kenajisan. Dilakukan dengan penumpangan tangan dan penenggelaman berkali-kali. Penumpangan itu mengungkapkan pencurahan Roh Kudus secara penuh.
  • Paham tentang keselamatan, yakni hubungan yang selaras antara seseorang dengan Allah, sesama, dan alam semesta. Keselamatan dirumuskan sebagai Yesus yang wafat dan bangkit menyelamatkan  manusia dari dosa.
  • Paham tentang Kerajaan Allah, yakni diri Kristus sendiri. Orang diundang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan berbagai perumpamaan.
  • Paham tentang dosa, yakni ketidaktaatan kepada Allah, menyerah pada setan, dan perusak hubungan Allah dengan manusia serta orang yang berdosa diberi hukuman oleh Allah. Dalam Injil Yohanes, dosa tidak hanya dilihat sebagai perbuatan yang melawan kehendak Allah, melainkan juga sebagai sebuah kekuatan “anti Allah”.
  • Paham tentang pertobatan, yakni ungkapan hati maupun lahiriah seseorang untuk berpaling kembali kepada Allah. Dalam tradisi Gereja sebelum abad ke-7, orang Kristen diharuskan mengakui dosa-dosa beratnya di hadapan uskup dan seluruh jemaat supaya diampuni.
  • Paham pemilihan dan perjanjian, yakni cara Allah memilih orang-orang tertentu dalam karya penyelamatan-Nya dan perjanjian Allah dengan umat Israel untuk memberikan berkat kepada keturunan Abraham. Perjanjian Baru menurut Paulus merupakan bimbingan Roh Kudus kepada umat menuju pembenaran, landasan keselamatan.
  • Paham tentang neraka, yakni tempat arwah-arwah jahat dihukum, terpisah dari surga, dan terdengar tangisan dan kertak gigi karena panasnya api.
  • Paham surga, yakni tempat Allah bertakhta dan tempat para kudus setelah meninggal, sedangkan tempat penantian biasa disebut api penyucian. Gelar-gelar kehormatan untuk Yesus ialah Anak Allah, Anak Manusia, Messiah yang artinya “yang terurapi”, dan Tuhan.
  • Paham tentang berkat, yakni anugerah Allah yang diucapkan secara lisan oleh utusan-Nya, sedangkan rahmat ialah hal yang hanya diberikan oleh Allah tanpa perantaraan manusia, inti dari rahmat ialah kasih setia, kasih karunia.
  • Paham tentang manusia, yakni ciptaan Allah menurut gambar dan rupa-Nya, tubuh dan nyawa yang memiliki roh dari Allah.
  • Paham tentang perkawinan, yakni persatuan perempuan dan lelaki agar keduanya menjadi satu daging dengan memiliki keturunan dan memenuhi bumi, ikatan Yahwe dengan umat-Nya, perkawinan tidak boleh diceraikan.
  • Paham tentang imamat, yakni pemimpin ibadat religius, jabatan para imam, penghargaan, jabatan untuk mengajar umat sebagai imam, nabi, dan gembala.
  • Paham tentang hidup tidak menikah, yakni hal yang sangat disayangkan dalam konteks Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru berarti pemurnian diri demi Kerajaan Allah, dapat memusatkan perhatian dan hidupnya bagi Allah saja, mencari kesucian dengan bertapa dan mengikrarkan kaul kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan.
  • Paham tentang roh, yakni ciptaan Allah yang tak kelihatan, malaikat ialah ciptaan dan utusan Allah, sedangkan setan ialah roh yang memberontak terhadap Allah.  
  • Paham tentang kharisma Roh Kudus, yakni pemberian cuma-cuma dari Allah, kehadiran Roh Kudus dalam diri umat yang percaya pada Kristus.
  • Paham tentang penderitaan, Perjanjian Lama memandangnya sebagai hukuman dari Allah atas dosa-dosa umat Israel, Perjanjian Baru memandangnya sebagai tugas sebagai pengikut Kristus untuk mengambil bagian dalam imamat-Nya. Penyaliban dan kebangkitan Yesus membuat orang merasa harus menderita seperti Yesus agar memperoleh keselamatan dari Allah.

Demikianlah ringkasan buku Catatan-catatan Singkat tentang Kitab Suci karya Romo Purwa Hadiwardoyo MSF. (Selesai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here