Catholic Breakthrough Camp: Mencintai Alam, Keluarga, Gereja dan Negara di Hutan Mangli

1
3,594 views
Catholic Breakthrough Camp Kevikepan Semarang di Hutan Pinus Mangli, Magelang, Jateng, 19-21 Agustus 2016.

SEPEKAN lalu, tepatnya tanggal 19-21 Agustus 2016,  telah berlangsung kegiatan bertajuk Catholic Breakthrough Camp (CBC) atau Tenda ke-6 di Bumi Perkemahan Mangli, Magelang. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari 2 malam ini diikuti sekitar 100 orang muda yang berasal dari berbagai wilayah Keuskupan yaitu seperti Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Purwokerto dan Keuskupan Palangkaraya.

Kegiatan ini memang khusus diadakan bagi orang muda Katolik berumur 15-25 tahun atau yang telah duduk di bangku kelas 1 SMA hingga bekerja dan belum menikah, namun tidak menutup kemungkinan bagi orang muda lintas agama untuk dapat mengikuti kegiatan yang menyenangkan ini. Kesempatan kali ini terasa lebih special karena diikuti salah seorang suster AK (Abdi Kritus) Ungaran dan beberapa frater Seminari TORSA (Tahun Rohani St. Agustinus) di Tegal, Keuskupan Purwokerto, juga datang sebagai peserta.

Para peserta program acara Catholic Breakthrough Camp di Hutan Pinus Mangli, Magelang, Jateng.
Para peserta program acara Catholic Breakthrough Camp di Hutan Pinus Mangli, Magelang, Jateng.

CBC yang bernaung di bawah Tim Kepemudaan Kevikepan Semarang sejak tahun 2013 berawal dari keprihatian terhadap orang muda Katolik yang dinilai semakin kurang ‘militan’.  Maka melalui CBC ini, diharapkan OMK menjadi pribadi katolik militan dan memiliki kekhasan sebagai pribadi yang taat, jujur, peduli, cinta keluarga dan cinta Gereja.

Seperti namanya,  Camping CBC memang didesain diadakan di outdoor, di tengah alam terbuka  agar OMK bersentuhan langsung dengan alam dan belajar mencintai alam sebagai salah satu karya cipta Tuhan serta ikut serta menjaga keutuhan ciptaan.

Menghabiskan malam di dalam tenda yang di kelilingi pohon Pinus nan menjulang tinggi tentu mengasyikan bukan?

CBC semarang 4Selama tiga hari, peserta diajak untuk berproses bersama menyadari bahwa dirinya adalah secitra dengan Allah dan menyadari potensi dirinya, menyadari kelemahannya dan berkomitmen menjadi pribadi baru yang mencintai keluarga, gereja dan negaranya. Materi yang cukup padat namun menyenangkan karena kegiatan lebih banyak diisi dengan outbond dan permainan menarik lainnya. Orang muda memang lebih menyukai kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik daripada harus berlama-lama duduk diam dan mendengarkan materi saja.

Ajeng, salah seorang peserta dari Palangkaraya menyampaikan kesan bahwa selama mengikuti CBC ini belajar menghargai serta peduli sesama dan berkomitmen untuk mencintai keluarganya. Bagi Fr. Danan dari Seminari TORSA  Keuskupan Purwokerto, CBC menjadikannya pribadi yang lebih tangguh dan mampu menghadapi tantangan kehidupan di zaman yang tidak mudah seperti sekarang ini terutama bagi hidup panggilannya.

CBC semarang 2Dalam kotbah misa penutup, Romo  Aria Dewanto SJ, ekonom KAS, mengingatkan para peserta agar tetap menjalin komunikasi satu sama lainnya, tentunya lewat media sosial yang semakin variatif dewasa ini, juga lewat doa karena dengan saling mendoakan berarti kita juga menjalin komunikasi yang dekat dengan Tuhan. Selain itu, ia berpesan agar OMK dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi siapa pun dan di manapun karena telah mengalami rasa syukur dan kebahagiaan selama mengikuti kegiatan CBC ini.

Sejak diadakan pertama kali di tahun 2013, CBC kali ini adalah angkatan ke-6. Selain itu, ternyata ada CBC khusus juga yang ditujukan bagi para seminaris Mertoyudan dan bagi mahasiswa Unika.

Waaah.. semakin penasaran kan dengan kegiatan positif ini? Tunggu next CBC ya.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here