China Potong Waktu Game Online Anak-anak Jadi Sejam

0
67 views
Ilustrasi: Kecanduan main game. (Ist)

ADMINISTRASI Pers dan Publikasi Nasional mengatakan kepada kantor berita pemerintah Xinhua bahwa bermain game hanya akan diizinkan antara pukul 20-00-21.00 malam. Lembaga tersebut juga menginstruksikan perusahaan game mencegah anak-anak bermain di luar waktu tersebut.

Awal bulan ini, outlet media pemerintah menyebut game online sebagai ‘candu spiritual’.

Inspeksi perusahaan game online juga akan meningkat, untuk memeriksa apakah batas waktu sedang ditegakkan, kata regulator.

Aturan sebelumnya telah membatasi bermain game online anak-anak hingga 90 menit per hari, meningkat menjadi tiga jam pada hari libur.

Langkah ini mencerminkan keprihatinan jangka panjang tentang dampak permainan berlebihan pada kaum muda.

Sebulan sebelum pembatasan terbaru, sebuah artikel yang diterbitkan oleh Harian Informasi Ekonomi yang dikelola negara mengklaim banyak remaja telah kecanduan game online yang berdampak negatif pada mereka.

Artikel tersebut mendorong penurunan signifikan dalam nilai saham di beberapa perusahaan game online terbesar di China.

Pada bulan Juli, raksasa game China Tencent mengumumkan akan meluncurkan pengenalan wajah untuk menghentikan anak-anak bermain antara pukul 22:00 dan 08:00.

Langkah tersebut menyusul kekuatiran bahwa anak-anak menggunakan ID orang dewasa untuk menghindari aturan.

Hal ini mungkin menjadi akhir musim panas yang mengecewakan bagi puluhan juta pemain muda China.

Pihak berwenang China telah lama kuatir tentang kecanduan game dan aktivitas online berbahaya lainnya di kalangan anak muda. Beijing tampaknya menunjukkan skeptisisme yang berkembang atas ekspansi modal dan teknologi, serta potensi dampak buruknya terhadap kesejahteraan generasi muda negara itu.

Aturan baru itu muncul di tengah tindakan keras terhadap raksasa teknologi China, seperti Alibaba, Didi dan Tencent, serta serangkaian reformasi atas kegiatan yang dianggap oleh Beijing berbahaya bagi generasi muda, termasuk budaya penggemar selebriti dan les privat.

Dengan memberlakukan aturan baru ini, pemerintah China berharap dapat menciptakan “energi positif” di kalangan anak muda dan mendidik mereka dengan apa yang dianggap Beijing sebagai “nilai-nilai yang benar”.

Sementara banyak orangtua China mungkin memuji pembatasan permainan, beberapa di media sosial China Weibo mengkritik campurtangan pemerintah sebagai “tidak masuk akal” dan “sewenang-wenang”.

“Mengapa kamu tidak usil, ketika saya pergi ke toilet, makan, dan pergi tidur,” tulis salah satu komentar sarkastik.

PS: Diolah dari BBC.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here