Dialog Kebangsaan Para Pemuka Agama

0
231 views
Dialog Kebangsaan antar umat beragama. (Sesawi.Net/Petrus)

Di tengah maraknya kasus intoleransi umat beragama di negara kita, di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 15 Februari 2019, berkumpulah para pemuka agama sebagai wujud kerja nyata persaudaraan sebangsa dan setanah air.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Forum Perdamaian Umat Sedunia KH. Abdul Muhaimin, Ustad Solahudin, Pendeta GKI Omo Haslim, Pendeta GKI Febrita Melati dan Pastor Ibu Teresa Paroki Cikarang Romo Antonius Antara Pr.

Acara yang disebut dengan Dialog Kebhinekaan dan Camp Kebangsaan digelar karena masing-masing pihak, menurut Rm. Antara, menyadari perbedaan sesama saudara bangsa. Dalam situasi itu, banyak yang memancing perpecahan, menyulut api permusuhan, dan memasukkan isu SARA (suku, agama, ras dan aliran),  bahkan membelokan hukum dan menyimpang dari cita-cita Republik.

“Tidak sedikit kelompok secara terbuka ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara,”ujar Rm. Antara.

Menurut Antara, mencintai Indonesia mesti dijalani dengan tetap saling menghormati satu sama lain meski banyak perbedaan dan keragaman yang ditemui. Inilah perwujudan Bhinneka Tunggal Ika.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang memenuhi gedung pertemuan. Mereka hadir dengan latar belakang agama yang berbeda.

Dalam dialognya Muhaimin bertukar pikiran tentang pelayanannya. “Kita harus memanusiakan manusia dan harus melayani tanpa pandang bulu, tidak mempersoalkan perbedaan yang ada,” kata Muhaimin.

SEeanjutnya, Romo Antonius Antara Pr dari Paroki Ibu Teresa Cikarang mengajak kita semua untuk bergandengan tangan dengan semua warga bangsa, tanpa memandang suku, ras, agama, tingkat ekonomi, pilihan politik dan perbedaan yang lain.

“Mari secara bersama-sama kita membangun persatuan dan persaudaraan menuju kokohnya persatuan Indonesia,” ucap Antara, seraya mengajak peserta diskusi.

Mempertahankan Pancasila dan kebhinnekaan, keutuhan dan kedamaian berbangsa dan bernegara,  dengan mencintai sesama dalam bingkai NKRI, serta menjaga kerukunan antar umat beragama merupakan tugas kita bersama sebagai bangsa dan rakyat Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Begitulah setidaknya kata sepakat dari para pembicara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here