Diskursus Teologi, Cara Bernas Ikatan Alumni IFT-FTW USD Jogja Awali Keberadaannya (1)

4
371 views
FTW USD Jogja sebagai wadah alumni Institut Filsafat Teologi dan Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. (Dok. IFT/FTW USD Jogja)

BANYAK motif di balik berdirinya sebuah “lembaga” baru. Tak terkecuali juga paguyuban alumni. Pokoknya, ya macam-macam alasan dan penyebabnya.

Namun, paguyuban mahasiswa alumni Institut Filsafat Teologi IKIP Sanata Dharma (IFT IKIP Sadhar) -kini menjadi Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma atau FTW USD- jelas punya motivasinya sendiri. Hingga akhirnya, sebuah “lembaga” baru bernama Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja ini pada awalnya terbentuk.

Tentunya punya “sejarah” yang membalutnya sehingga embrio entitas sosial baru ini bisa meretas dan kemudian muncul ke permukaan.

Setiap langkah besar memang selalu harus dimulai dari sebuah ide kecil. Juga prakarsa cemerlang. Hal-hal inilah yang rupanya telah memotivasi sejumlah alumni IFT/FTW USD Jogja sehingga mereka lalu dimampukan dengan komitmen bersama untuk menggulirkan energi dan gerakan “melahirkan” entitas baru.

Inilah yang terjadi dengan “embrio” Ikatan Aumni IFT/FTW USD Jogja yang boleh dikata baru lahir di bulan Juni 2021. Barulah kemudian membakukan keberadaannya dengan gelaran webinar bernas di bulan Agustus 2021.

Awalnya reuni temu kangen

Superior General Kongregasi Imam Keluarga Kudus Romo Agustinus Purnama Sastrawijaya MSF mengamini “sejarah” terbentuknya Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja tersebut.

Pada mulanya adalah reuni kecil-kecilan. Di antara glenak-glenik rembug bersama yang sifatnya informal dan sekedar bumbu “obat rindu” inilah kemudian muncul gagasan cemerlang.

Katakanlah demikian. Mengapa kita tidak membuat Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja yang pengaruh keberadaannya bisa lebih berdaya guna?

Dan gayung pun lalu bersambut gembira. Tentu, efek “bola salju” ini tidak terjadi dadakan begitu saja.

Superior General Kongregasi Imam Keluarga Kudus (MSF) Romo Agustinus Purnama MSF dari Generalat MSF di Roma memberi introduksi sejarah terbentuknya Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja pada kesempatan webinar diskusi teologi bidang liturgi Perayaan Ekaristi, Minggu tanggal 22 Agustus 2021 (Dok. IFT/FTW USD Jogja)

Kisah panjangnya terukir sebagai berikut.

Beberapa tahun lalu, kata Romo Purnama MSF, sejumlah alumni IFT Fakultas Sastra IKIP Sadhar angkatan tahun 1977 -sesuai nama resminya waktu itu- temu bersama kumpul-kumpul.

Semacam reunian kecil, begitulah.

Namun jauh-jauh hari sebelum berlangsung reuni temu kangen antar alumni IFT 1977 tersebut, sebenarnya sudah terlebih dulu eksis Ikatan Alumni FTW USD.

“Forum alumni tersebut sudah ada terbentuk, bahkan ketika saya masih mengajar di Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta beberapa tahun lalu,” kata Romo Purnama MSF mengintroduksi “sejarah” berdirinya Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja di gelaran webinar bertema “Motu Proprio ‘Traditionis Custodes’ dan Tata Perayaan Ekaristi 2020”, Minggu tanggal 22 Agustus 2021 lalu.

Reuni kecil angkatan tahun 1975/76 itu kembali terjadi lagi bulan Januari 2019. Kali ini, peserta kumpul-kumpul ini lebih banyak lagi. Karena ikut bergabung alumni angkatan 1980 yang masuk langsung Teologi Tingkat IV. Ikut ngombyongi temu kangen lintas angkatan yang berlangsung di Wisma Pastoral Sanjaya Muntilan, Jateng.

Dari sekian banyak kegiatan reunian, salah satu agenda acaranya adalah kunjungan silahturahmi ke kampus FTW USD di Jl. Kaliurang Km 7, Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta – lahan di mana Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan berada.

Nah, secara kebetulan juga saat itu di kampus FTW USD telah hadir Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Ia punya agenda acaranya sendiri. Saat rombongan reuni tiba, Mgr. Rubiyatmoko tengah memberi paparannya di forum pertemuan kaum religius lintas tarekat (IKRAR Yogyakarta).

“Tanpa diduga, para alumni partisipan reunian Wisma Sanjaya Muntilan malah diberi kesempatan bicara di depan forum IKRAR DIY ini,” papar Romo Purnama MSF melalui saluran daring dari Generalat MSF di Roma – tempatnya kini menjalani tugas sebagai Pemimpin Umum Kongregasi MSF.

Di balik awan, ada matahari

Behind the clouds, the sun is always shining.

Di masa pandemi Covid-19, forum reunian alumni malah sukses menggelar tiga kali sesi “pertemuan” daring.

Forum diskusi ini digagas oleh “forum” alumni lintas angkatan.

  • 1 Juni 2021: Diskusi tentang situasi Gereja di masa pandemi bersama Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Superior General Kongregasi Imam Keluarga Kudus Romo Agustinus Purnama MSF
  • 4 Juli 2021: Ziarah Virtual Jilid I seputar Kota Roma dipandu oleh Romo Purnama MSF.
  • 18 Juli 2021: Ziarah Virtual Jilid II tentang Curia Romana dan keberadaan generalat-generalat sejumlah tarekat religius di Roma dan sekitarnya.
Tiga serial pertemuan virtual untuk publik yang digagas dan diselenggarakan forum alumni IFT-FTW dan logo Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja.

“Usai tiga kali pertemuan reuni daring dan ziarah virtual tersebut plus webinar teologi hari Minggu tanggal 22 Agustus 2021 -kemudian diperkaya dengan syering berbagai bidang keilmuan dan pengalaman para imam, bruder, dan suster yang semuanya alumni IFT/FTW USD Jogja,” jelas Romo Agustinus Purnama MSF, “maka, kami berkeinginan mau membina jejaring persahabatan.

Untuk maksud dan tujuan itu, kami lalu membentuk semacam jajaran kepengurusan alumni. Dikerjakan secara swadaya dengan tujuan membuat keberadaan lembaga FTW USD Jogja –tempat kami dulu belajar filsafat dan teologi- bisa semakin lebih bernas dan berdayaguna bagi Gereja dan masyarakat.”

Ribuan alumni IFT/FTW USD Jogja telah berkarya di semua lini pekerjaan dan aneka jenis karya pastoral dan profesional. Di hampir semua provinsi di Indonesia dan di banyak tempat lainnya di luar negeri. Baik masih tetap sebagai religius, imam diosesan, suster, bruder, maupun awam.

“Fungsi dan peran masing-masing alumni itu berbeda-beda. Tapi kami tetap merasa sama. Lantaran punya akar sejarah latar belakang pendidikan yang sama pula: IFT/FTW USD Jogja,” papar Romo Jenderal Kongregasi MSF ini.

“Karena itu, kami -semua alumni- lalu berkehendak ingin berjejaring. Antara lain ingin mengembangkan bidang keilmuan yang pernah kami peroleh di bangku kuliah dengan tambahan pengayaan bidang keilmuan lain pasca selesai kuliah di IFT/FTW,” demikian Romo Agustinus Purnama MSF menjelaskan sejarah awal mula pembentukan Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja.

Magis

Tentu bukan sekedar reuni adu mengenang memori sejarah masa lalu. Lebih dari itu, keberadaan “lembaga” forum alumni ini diharapkan bisa lebih “magis”. Agar bisa menyumbangkan hal-hal baik bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat.

“Juga membina hubungan lebih intens dengan alma mater. Tersedianya wadah alumni pada akhirnya juga akan menciptakan ruang untuk bisa berkontribusi demi pengembangan studi keilmuan yang ditekuni FTW USD,” demikian kesimpulan Romo Agustinus Purnama MSF – kini menjalani fungsi penasihat di dalam struktur kepengurusan awal Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja.

Begitu gong sudah mulai ditabuh dan bel telah dibunyikan, maka langsung saja sejumlah alumni mulai bergabung. Taruhlah itu:

  • Uskup Keuskupan Banjarmasin: Mgr. Petrus Boddeng Timang alumnus tahun 1967; 
  • Uskup Keuskupan Agung Pontianak: Mgr. Agustinus Agus, angkatan 1969, didapuk menjadi penasihat;
  • Romo Agustinus Purnama MSF, angkatan 1975, juga menjadi penasihat.
  • Romo St. Gitowiratmo Pr, dosen FTW USD dan alumnus IFT 1977, juga didapuk menjadi penasihat.
  • Sejumlah alumni dari angkatan lebih muda ikut menjadi anggota badan pengurusnya. Yakni, Piet Lomena mendapat mandat menjadi Ketua; Kasyanto jadi Wakil Ketua, dan Thomas Suhardjono sebagai Sekretaris.
  • Sedangkan Yoseph Gunarto dan Laurentius Suryoto mendapat mandat mengampu tugas fungsional sebagai Bendahara I dan Bendahara II.
  • Anggota “badan pengurus” lainnya adalah Bambang Kussriyanto, Alex S. Widjojo, A. Kunarwoko, Romo John Turing Pr, Paulus Subiyanto, Frans Wiyono, Haryanto Yuwono, Sr. Yosita CB, dan Mathias Hariyadi.

“Harapan kita semua adalah agar sebagai entitas baru Ikatan Alumnni IFT-FTW USD Jogja ini bisa berkontribusi memajukan FTW USD. Bersama segenap anggota civitas academica FTW USD, entitas baru ini diharapkan bisa menyumbangkan sesuatu yang berdaya guna untuk Gereja dan masyarakat,” tegas Romo Agustinus Purnama MSF mengakhiri sambutan introduksinya.

Jajaran penasihat Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja: Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Superior General Kongregasi Imam MSF Romo Agustinus Purnama Sastrawijaya MSF, dan dosen Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Romo St. Gitowiratmo Pr.
Jajaran kepengurusan Ikatan Alumni IFT-FTW USD Jogja.
Jajaran anggota pengurus Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja.

Lebih berdaya guna  

Ternyata, harapan sama juga sedemikian kencangnya digaungkan oleh Ketua KWI sekaligus Uskup Keuskupan Agung Jakata: Ignatius Kardinal Suharyo.

Kardinal Suharyo adalah alumnus IFT tahun 1969. Teman angkatannya adalah Mgr. Agustinus Agus – Uskup Keuskupan Agung Pontianak.

Kardinal Suharyo dulunya berkarya sebagai dosen Kitab Suci di FTW USD, sebelum akhirnya mengampu tugas dan jabatan baru sebagai Uskup Keuskupan Agung Semarang dan kemudian Uskup Keuskupan Agung Jakarta.

Melalui pesan daringnya, Kardinal Suharyo menyampaikan harapannya demikian.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua KWI Ignatius Kardinal Suharyo adalah alumnus Institut Filsafat Teologi angkatan tahun 1969. Sebelum menjadi Uskup, Kardinal Suharyo memgampu tugas sebagai dosen Kitab Suci di alma mater-nya. Karena itu, ia menyambut gembira terbentuknya Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja. (Ist)

“Saya menyambut gembira keberadaan forum Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja ini disertai telah terbentuknya jajaran anggota pengurus baru,” kata Kardinal Suharyo dalam sambutan virtualnya di jalur daring.

“Saya berharap jajaran pengurus ini bisa memotivasi semua alumni IFT/FTW USD untuk segera ikut bergabung. Semuanya secara bersama-sama bisa melakukan sesuatu. Dengan bekal keilmuan filsafat-teologi yang pernah diterima, kita bersama-sama mampu merancang prakarsa dan kegiatan yang kiranya bisa dilakukan untuk Gereja, bangsa, masyarakat,” demikian harapan Kardinal Suharyo.

Ketua Ikatan Alumni IFT/FTW USD Jogja: Piet Lomena. (Ist)

Harapan dan terimakasih

Pada kesempatan membuka webinar diskusi teologi dan liturgi tanggal 22 Agustus 2021 lalu, Ketua Pengurus Ikatan Alumni IFT-FTW USD Jogja Piet Lomena mengucap terimakasih kepada Kardinal Suharyo atas dukungannya.

Juga atas dukungan semua pihak yang telah berkontribusi mampu menggulirkan ide dan proses terbentuknya Ikatan Alumni IFT-FTW USD Jogja.

Menurut alumnus IFT tahun 1986, keberadaan Ikatan Alumni IFT-FTW USD Jogja ini dimaksudkan antara lain:

  • Merupakan wadah forum alumni IFT-FTW baik yang tinggal di Indonesia dan di luar negeri.
  • Membuka ruang kerjasama dengan FTW USD dan berkontribusi  alumni untuk FTW USD.
  • Bersama FTW USD memberi sumbangsih apa pun bentuknya bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat. (Berlanjut)

4 COMMENTS

  1. Mas Mathias Hariyadi. Terimakasih banyak. Saya baca dokumentasi dengan cermat. Selalu ya, dalam perjalanan sejarah atau entitas apapun senantiasa ada sekelompok (kecil) yang memulai. Terimakasih untuk para pengagas dan bidan pelahir gagasan itu. Saya mendaftarkan diri fmdi no 69 karena usia jalan 69. Terapi ditaruk ke 68 karena usia masih di angka 68. Dulu dari Seminari Menengah mana? Sukses untuk Sesawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here