Doa “Bapa Kami” di Gereja Pater Noster

0
46 views

Puncta 20 Juni 2024
Kamis Biasa XI
Matius 6: 7-15

SETIDAKNYA ada dua teks Injil yang mencatat bahwa Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada murid-murid-Nya.

Menurut Injil Matius Doa Bapa Kami ini diajarkan bersamaan dengan kotbah Yesus di bukit. Sedangkan menurut Lukas, Yesus mengajarkan doa wasiat ini saat mengadakan perjalanan ke Yerusalem.

Di Gereja “Pater Noster” yang ada di Bukit Zaitun, terpampang Doa Bapa Kami dalam berbagai versi Bahasa. Ada 140 bahasa dari seluruh dunia terpasang di dinding gereja, termasuk juga Bahasa Indonesia, Jawa, Batak, Sunda, Palembang, Makasar dan Papua.

Kita bersyukur karena Yesus mewariskan doa yang singkat, padat dan tepat. Yesus mengingatkan pada para murid-Nya agar tidak bertele-tele dalam berdoa. Orang beranggapan kalau banyak dan panjang doanya akan dikabulkan.

“Janganlah kalian berdoa seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya,” kata Yesus.

Pola doa Yesus itu tertuju ke atas (Bapa) dan ke bawah (manusia) seperti tanda salib yang selalu kita buat jika berdoa.

Yang ke atas untuk memuliakan dan menghormati Bapa. Yang ke bawah untuk memohon rejeki, pengampunan dan pembebasan dari yang jahat bagi manusia.

Pola doa Yesus yang pertama-tama adalah memuji dan memuliakan nama Tuhan serta mengharap datangnya Kerajaan Allah.

Yang kedua adalah permohonan bagi keperluan manusia seperti rejeki dan relasi yang baik dengan sesama melalui pengampunan.

Ada begitu banyak dan dalam makna dari Doa Bapa Kami. Yang paling istimewa adalah kita boleh menyebut Allah sebagai Bapa. Ini adalah relasi khusus dan mesra antara anak dan Bapa.

Tidak ada relasi seintim ini hubungan manusia dengan Tuhan seperti yang diajarkan dan dihayati oleh Kristus sendiri.

Apakah kita juga menghayati doa ini sungguh-sungguh? Kalau kita berdoa hanya “ndremimil” tanpa disadari, apalagi kalau doa hanya diucapkan seperti “balapan cepat-cepatan,” doa itu tidak ada maknanya sama sekali.

Mengapa Yesus mengajarkan pada kita, “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya?”

Hal ini punya makna agar kita tidak serakah, dan berani mempercayakan diri kepada kebaikan Tuhan semata.

Kita diajak untuk selalu berdoa setiap hari kepada Tuhan. “Berilah kami rejeki pada hari ini.” Besuk kita juga akan berdoa yang sama kepada Tuhan. Begitu juga seterusnya.

Mari kita hayati Doa Bapa Kami, pasti relasi kita menjadi semakin subur penuh berkat dari Bapa yang mengasihi kita.

Nonton gajah bermain sepakbola,
Pakai sepatu dari kulit buaya.
Tak ada Tuhan sedekat Allah kita,
Ia mengasihi kita seperti anak-Nya.

Cawas, Bapa kami yang di surga
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here