Doa Bersama dan Santunan kepada Anak Yatim

0
143 views

Bulan Muharram merupakan bulan yang istimewa bagi Saudara – Saudari kita umat Muslim. Selain peringatan Tahun Baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram (1444 H), tanggal 10 Muharram untuk sebagian besar masyarakat juga menganggap sebagai hari lebaran bagi anak yatim. Maka pada kesempatan istimewa ini, Yayasan Santo Markus mengundang perwakilan anak yatim dari Pesantren Bamadita Rahman Jakarta Timur, dan dari Keluarga NU (Nahdlatul Ulama) Ranting Lubang Buaya, Jakarta Timur yang dihadiri Gus Heru, Ustad Dani, Ustad Dodi, Ustad Abdul Gofur (Pengurus Pesantren Bamadita Rahman), dan Ustad Yasin, Selasa (09/08/2022)

Bersama seluruh Organ Yayasan Santo Markus dari Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan, Penjamin Mutu, serta Kepala Sekolah TK, SD, SMP Santo Markus Unit I dan II bersatu hati dalam doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Abdul Gofur secara Islam. Doa mohon kelancaran dan keselamatan dalam proses pengembangan pembangunan sekolah Santo Markus, kesehatan yang baik dan kekuatan bagi seluruh pengurus, para Guru serta karyawan.

Sebelum doa bersama, ada Tausiah yang disampaikan oleh Ustad Dodi. Dalam Tausiah disampaikan bahwa Indonesia itu seumpama rumah yang memiliki banyak kamar.  Kamar yang banyak itu ada kamar yang Islam, Katolik, Kristen dan agama yang lain. Andaikata di dalam rumah tersebut ada satu saja kamar yang rusak, misalnya terbakar. Maka yang terbakar tidak hanya satu kamar itu, tetapi semua isi rumah. Kebersamaan dalam beragama ada di dalam semua kitab suci. Ketika kita menjalin satu rumah yaitu Indonesia, maka kita berharap terciptanya perdamaian dan persatuan seluruh warga. Perdamaian di Indonesia akan terwujud jika kita saling menghargai, melayani dan menghormati satu sama lain.

“Kita semua diundang untuk mempertahankan imannya masing-masing. Tuhan telah menciptakan berbagai macam suku bangsa, bahasa, budaya dan termasuk agama. Agar kita saling bersilahturahmi, berpikir, agar kisa saling mengisi satu sama lain. Keberagaman umat beragama, untuk kita saling mengenal dan bersama menciptakan perdamaian.” Ucap Ustad Dodi lebih lanjut.

Dalam kegiatan ini, Yayasan Santo Markus mengikutsertakan perwakilan dari peserta didik SD Santo Markus II. Kesempatan baik untuk menanamkan rasa kepedulian, berbelarasa, dan pengimplementasian sebagai pelajar Pancasila.

Saat penyerahan bingkisan kepada tiga Santri disampaikan ungkapan, “Sahabatku, terimalah bingkisan ini. Semoga terjalin persaudaraan dan cinta kasih dari kami Santo Markus untukmu sahabatku.” Kalimat yang diucapkan dengan tulus oleh siswa siswi SD Santo Markus II, merupakan hal yang baik dalam membangun sikap kepedulian kepada sesama. Ungkapan yang disambut dengan baik pula oleh para Santri, “Terima kasih Sahabatku atas bingkisan ini. Kita menjadi satu saudara.”

Selain doa bersama dan santunan anak yatim, ada juga pemberian secara hibah 20 buah meja yang diserahkan oleh Raden Oktavianus Joko Supangkat selaku Ketua Pengurus Yayasan Santo Markus kepada Gus Heru untuk dapat digunakan di PAUD. Kemudian dilanjutkan potong tumpeng sebagai ungkapan syukur. Potongan tumpeng oleh Rm. Swasono, SJ diberikan kepada Roger sebagai penanggungjawab pembangunan sekolah Santo Markus II.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal, suatu moment dimana Organ Yayasan Santo Markus yang baru terbentuk ini memperkenalkan diri kepada masyarakat sekitar.

Menurut Rm. Ignatius Swasono Suprapto, SJ (Ketua Pembina Yayasan Santo Markus), bahwa membangun toleransi itu bukan sesuatu yang muluk-muluk, bukan sesuatu yang tinggi-tinggi. Tetapi sesuatu yang sangat sederhana. Bagaimana kita membangun silahturahmi, perjumpaan satu sama lain dengan penuh persaudaraan.

“Oleh karena itu saya sungguh-sungguh mendukung terus, bahwa Santo Markus berada di dalam dan di tengah-tengah keberagaman. Saling membantu, saling bersaudara satu sama lain. Oleh karena itu sukses untuk Santo Markus, sebagai pelopor dalam membangun toleransi,” ujar Romo dalam mendukung sekolah Santo Markus.

Poin penting yang perlu kita bina mulai dari sekarang, sejak masih kecil adalah menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama agar terbentuk rasa saling menghormati. Membangun dan membina hubungan persaudaraan melalui perjumpaan serta komunikasi. Hal ini merupakan bagian dari semangat Santo Markus, semangat SINGA (Sigap – Iman – Nurani – Gembira – Aktif).

Saat ini sekolah Santo Markus sedang menata apa yang harus ditata ulang, mana yang kurang dan belum baik akan ditingkatkan lebih baik lagi. Doa bersama merupakan kekuatan bagi kita semua, karena manusia tergantung pada Tuhan yang menciptakan dirinya. Pada saat kita lemah, maka Tuhan menjadi sandaran dan topangan kita. Dengan titik tolak ini sebagai langkah persaudaraan, kita satu dalam iman, satu dalam kekuatan. Iman kepada Tuhan dan kekuatan kita hanya Tuhan sendiri yang menjadikan kita semua satu saudara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here